
Tak terasa lima bulan sudah Dinda mengandung. Kini rasa mual dan pusing yang di rasakan Dinda sudah hilang.kini dia kalau membuat masakan buat sang suami tidak mual lagi. Pagi itu ketika Dinda bangun dari tidur dilihatnya kasur yang biasanya ada Dirga kini sudah kosong. Terdengar lantunan ayat- ayat alquran berkumandang dari masjid yang tidak terlalu jauh dari rumah mereka. Perlahan Dinda turun dari tempat tidur. Ketika dia mau berjalan ke kamar mandi terdengar gemericik air dari orang yang sedang mandi. Dindapun membatalkan niatnya yang ingin kekamar mandi karena pasti sang suami yang ada di dalamnya. Akhirnya Dinda merapikan kamarnya. Tak lama Dirga keluar hanya
mamakai handuk yang dililitkan di pinggangnya .
"Yang udah bangun.....?" sapa Dirga sambil berjalan mendekati Dinda. Dindapun memberikan baju koko yang baru di ambilnya dari almari.
"Kok nggak di bangunin adek sich mas...?"
"Adek pulas banget tidurnya jadi mas nggak tega ngebangunin...." jawab Dirga sambil mengambil baju yang di serahkan oleh Dinda. Dindapun tersenyum mendengar alasan sang suami. Memang sejak Dia hamil rasanya pingin aja bermalas- malasan , andai solat bukan kewajiban umat muslim pingin rasanya Dinda tidur sampai siang. Dinda mengambil handuk yang diberikan suaminya.
"Sana gih mandi yang.....adzan sudah berkumandang..." ucap sang suami.
"Iya mas......" Dindapun cepat- cepat berjalan ke kamar mandi. Sedang Dirga yang sudah rapi menanti Dinda sambil duduk di atas kasur sambil bermain HP.
Tak lama Dindapun telah keluar dengan rambut basah.
"Yang jangan menggoda mas dong..."
"Menggoda.....maksud mas apa ...?"
"Tu.....rambut basah di kibas- kibaskan di muka mas....."
"Idiii...mas aja kali yang lagi mesum.. orang adik lagi ngeringkan rambut..." ucap Dinda sambil cemberut. Dirgapun tertawa melihat tingkah sang istri yang lagi malu.
"Udah dong mas....yuk kita solat " ucap Dinda sambil memasang mukenah. Dirga pun menghampiri sang istri yang sudah ada di atas sajadah. Merekapun akhirnya solat bersama. Setelah mengakhiri solat dengan membaca do'a Dinda mencium tangan sang suami sedang Dirga mengecup pucuk kepala sang istri. Sambil merapikan sajadah yang habis mereka pakai Dinda berkata pada Dirga.
"Mas Dinda minta tolong bisa nggak..?"
tanya Dinda.
__ADS_1
"Minta tolong apa yang.....?" tanya Dirga sambil menghampiri sang istri.
"Bisa nggak mas belikan Dinda buah kesemek....." ucap Dinda pelan.
"Ya bisa lah yang..... Buat istri mas tersayang apapun insya allah mas carikan ....." ucap Dirga sambil memeluk sang istri.
"Tapi kalau memang nggak ada jangan terlalu memaksa nyarinya....." ucap Dinda sambil membalas pelukan sang suami.
"Lo emang nggak pingin apa....?"
"Pingin banget sich mas..... tapi kalau emang udah nggak ada gimana lagi.."
Ucap Dinda sambil tersenyum.
'Hii emang istri mas sangat pengertian "
Seru Dirga sambil memencet hidung sang istri pelan.
Dirga yang melihat bibir Dinda manyun akhirnya mencium dengan gemas.
" Kalau seperti ini nggak sakit kan....?"
goda Dirga yang membuat pipi Dinda memerah, tak ayal satu cubitan mendarat di perut Dirga yang membuat Dirga tertawa senang.
"Mas adek mau ke dapur dulu ya......" ucap Dinda.
"Mau ngapain.....?"
"Mau buat sarapan mas...."
__ADS_1
"Jangan kerja yang berat- berat dulu sayang.." ucap Dirga sambil membelai rambut sang istri.
"Ok...hamba siap komandan....." jawab Dinda . Dirgapun tertawa dan mencium pipi sang istri. Dindapun berjalan keluar setelah lepas dari pelukan Dirga. Ketika sampai di dapur Dinda bertemu dengan bik Sumi yang lagi bersih- bersih di dapur.
"Pagi bik......" seru Dinda sambil berjalan mendekati bik Sumi yang sudah di anggap orang tuanya.
"Pagi non....non mau masak.....?"
"Iya bik....mau buat nasi goreng kesukaan mas Dirga....."
"Bole bibik bantu ya non.....?"
"Bileh bik....bibik yang motong sayur.."
"Baik non...." merekapun sibuk membuat sarapan pagi. Tak lama selesai sudah masakan yang mereka buat. Setelah membuatkan kopi buat sang suami serta menata makanan di atas meja Dinda kembali kekamar untuk mengganti baju buat kerja. Ketika sampai di kamar terlihat sang suami sudah berpakaian lengkap.
"Mas Dinda ganti baju dulu ya lalu kita makan......."ucap Dinda sambil mengambil baju dan berjalan kekamar mandi.
"Iya sayang....mas kebawah dulu ya.."
"Iya mas....."
Tak lama terlihat sepasang suami istri itu makan pagi dengan nikmat. setelah selesai merekapun berangkat kerja. Dirga seperti biasa akan mengantar Dinda sampai ke kantornya. Dirga tidak mengijinkan Dinda pergi kerja sendiri. sesampainya di kantor Dinda mencium tangan Dirga sebelum turun dari mobil.
"Mas Dinda turun dulu ya....hati - hati di jalan"
"Iya sayang....kalau nanti mas telat jemput telfon mas ya....."
"Iya mas Asalamualaikum...."
__ADS_1
"Walaikum salam......." jawab Dirga sambil kembali menjalankan mobilnya dengan diiringi lambaiyan tangan Dinda. Dinda pun masuk kedalam kantornya.
.