Kebahagiaan Yang Tertunda

Kebahagiaan Yang Tertunda
DI TENGAH KELUARGA.


__ADS_3

Merekapun sampailah di kediaman keluarga Dirga. Ternyata saudara Dirga masih banyak yang belum pulang.


"Nach ini pangantinnya udah datang.." seru Tia sambil memeluk Dinda.


"Yee apaan sih beb..." bisik Dinda sambil mencubit pelan lengan sahabatnya.


"Gimana yang rasanya malam pertama."


godanya kembali.tak pelak Dia mendapatkan cubitan kembali serta pelototan mata dari Dinda. Tia pun tertawa bahagia melihat wajah sahabatnya yang kini sudah menjadi kakak iparnya memerah separti kepiting rebus.Dirga yang melihat kelakuan adek dan istrinya ikut tertawa.


"Sudah dek ntar kakak iparmu menangis lo...." seru Dirga sambil menggandeng istrinya masuk kedalam rumah. Tiaapun mengikuti kakak dan sahabatnya.


"Asalamualaikum .." seru Dirga dan Dinda hampir bersamaan.


"Walaikum salam..." sambut kedua orang tua Dirga serta keluarga besar pak Bima yang sedang berbincang- bincang diruang tamu. Dirga dan Dinda pun menyalami mereka satu - persatu.


Setelah berbincang - bincang sebentar Dirga pun mengajak istrinya masuk kekamarnya. Ketika sampai di dalam kamar Dinda terkejut ternyata kamar Dirga sudah di hias sebagai kamar pengantin. Dinda yang memang belum pernah masuk kekamar Dirga yang ada di rumah orang tuanya merasa kagum ternyata kamar Dirga lebih luas dari kamar Tia yang memang sering Dinda masuki.


"Mas kamar mas kok lebih besar dari kamar Tia..."tanya Dinda smbil masih memandangi ruang kamar Dirga.


"Iya yang ......mas minta pada Papa ketika rumah ini di perbaiki.."jelas Dirga sambil memeluk Dinda mesra. Dindapun membalas mesra pelukan suaminya.

__ADS_1


"Yang setelah pulang dari bulan madu kita pindah kerumah kita sendiri ya..?"


ucap Dirga sambil menyibakkan rambut yang menutup mata istrinya.


"Baik...tapi kita minta izin dulu pada mama dan papa ya.." jawab Dinda sambil tersenyum manis.


"Iya sayang...." ucap Dirga memandang istrinya yang sedang menatapnya. Dirgapun tak tahan melihat bibir istrinya yang merah . dil***tnya bibir merah itu perlahan , ketika mendapatkan respon dari istrinya Dirgapun tak tahan. Bukan hanya bibir yang di sesap Dirga , pipi dan leher istrinya tak luput dari sasarannya. Namun aksinya terganggu dengan ketukan yang ada di pintu.


"Mas....Di tunggu keluarga makan..." ternyata Tia yang mengetuk pintu.


"Iya sebentar lagi mas turun..."ucap Dirga kesal karena mendapat gangguan.


"Kan masih ada nanti yang....." ucap Dinda menghibur. Dirgapun akhirnya tersenyum.


"Baiklah ayo kita turun....." ajak Dirga sambil melepaskan pelukannya dan menggandeng Dinda keluar dari kamar. merekapun sampai di meja makan ketika keluarga sudah berkumpul.


"Wah yang jadi pengantin baru kenapa kita ganggu sich..."ucap salah satu adek mamanya. mereka berduapun hanya bisa tersenyum malu.


"Jangan digoda kita dulu seperti itu juga kan"


ucap paman Reno adek papa Dirga. merekapun akhirnya tertawa bersama .

__ADS_1


"Ayo ayo kita makan dulu nanti hidangannya dingin lo...." ajak pak Bima menyelamatkan Dinda dan Dirga dari godaan mereka.akhirnya mereka menikmati hidangan yang ada di atas meja bersama-sama.


"Dirga besok jam berapa kalian berangkat ..?"


tanya pak Bima pada anaknya.


"Jam 10.00 Pa....sebab pesawatnya berangkat jam 11.00 ..." jawab Dirga sambil menatap papanya sekilas.


"Ingat hati- hati di sana , awas pulangnya harus ada kabar baik lo ya...." ucap Pak Bima.


" Iya nak itu harus sebab kami sudah pingin gendong cucu..." ucap bu Susi menimpali ucapan suaminya. yang disambut iya oleh keluarga besarnya.


"Iya beb aku juga udah pingin punya keponakan lo...." goda Tia yang sudah melihat sahabat sekaligus kakak iparnya yang sudah sejak tadi wajahnya memerah.


"Insyaallah kami akan berusaha..." jawab Dirga sambil memandang Istrinya yang sudah tertunduk malu. Dirga menggenggam tangan istrinya dengan mesra.


"Yee. kak kasihan yang masih jomblo dong kak jangan kau perlihatkan kemesraan di depan kami...." praotes Tia melihat kemesraan kakaknya.


"Yaa sirik....makanya cepat cari pacar .." ucap Dirga nengolok Tia yang disambut gelak tawa keluarganya. Tiapun cemberut kesal . merekapun melanjutkan menyantap hidangan yang sudah ada. setelah selesai makan Dirga dan saudara nya melanjutkan obrolan mereka di ruang keluarga , sedang Dinda di tarik Tia masuk kedalam kamarnya.


bersambung dulu sobat...ayo mana komentarnya dan likenya dong biar bisa membuat semangat akumenulis.

__ADS_1


__ADS_2