
Tak terasa jam sudah menunjukkan jam1135 ketika Dinda menyelesaikan membuat makan siangnya. Setelah menata masakan hasil buatannya di atas meja makan Dinda memanggil bik Sumi.
"Bik..!" seru Dinda pada bik Sumi yang lagi menemani Exsal bermain.
"Ya non...." jawab bik Sumi ketika Dinda sudah berdiri di dekatnya.
"Jaga Exsal sebentar lagi ya bik..Dinda mau mandi dan solat duhur.." ucap Dinda sambil mendekati putranya.
"Iya non...." jawab bik Sumi.
"Sayang....mama solat dulu ya...." ucap Dinda sambil membelai kepala Exsal.
"Iya ma..." Dindapun meninggalkan sang putra setelah mencium pucuk kepala Exsal. Dinda mandi dan solat setelah selesai dia kembali menghampiri buah Hatinya.
"Sayang makan yuk....nanti setelah makan kita bobok.." rayu Dinda .
"Iya ma....." jawab Exsal pada Dinda. Merekapun berjalan menuju meja makan. Seperti biasa Dinda akan menyuapi putranya dulu baru dia makan. Setelah selesai makan Dinda mengajak sang buah hati pergi kekamarnya untuk tidur siang. Jika siang Dinda sering tidur di kamar Exsal karena Dirga belum pulang sebab Dirga pulangnya agak sore. Setelah Exsal tidur Dinda masih belum bisa tidur , hatinya semakin resah . Ada apa ini...kenapa hatiku semakin resah...batin Dinda.
Tiba- tiba bel pintu berbunyi Dinda cepat- cepat turun ke bawah.terlihat bik Sumi sudah membukakan pintu.
"Assalammualaikum....." ternyata Ayah dan Bunda serta Sela yang datang.
"Walaikum salam..."ucap bik Sumi dan Dinda hampir bersamaan.
"Ayah...Bunda...!" seru Dinda sambil berlari ke Bundanya. Dinda mencium tangan kedua orang tuanya serta memeluk adeknya .
"Bun Dinda kangen kalian..."
"Kami juga nak...mana si kecil...?" tanya Bunda.
"Di kamarnya Bun....tidur siang...duduk dulu Bunda Ayah..." ucap Dinda . merekapun duduk di ruang tamu.
"Hey nona bukankah kau kuliah....?" tanya Dinda pada Sela.
"Uda pulang kali kak...." jawab Sela sambil tertawa. Dindapun ikut tertawa menyadari kebodohannya, ketika Dinda melihat jam yang terpasang di dinding ruang tamu teryata telah menunjukkan angka 15.35 ya ampun ternyata hari sudah sore batin Dinda.
__ADS_1
Tak lama bik Sumi datang membawa minuman dan makanan ringan lalu menaruhnya di atas meja.
"Ayah Bunda di minum dulu..... kau juga adekku sayang...." ucap Dinda sambil mencubit pipi Sela.
"Ih kakak sakit tau....." ucap Sela sambil cemberut.Dindapun tersenyum.
"Bunda Ayah malam ini menginap di sini ya....?" pinta Dinda karena rasa khawatir yang ia rasakan tak kunjung hilang.
"Ada apa nak...." tanya Ayah.
"Nggak tahu Yah...sejak mas Dirga berangkat tadi Dinda selalu cemas.." jawab Dinda .
"Baiklah kami akan menemanimu.." ucap sang Ayah sambil membelai rambut Dinda yang memang duduk di sebelahnya.
"Kalau begitu Bunda mau kekamar cucuku dulu...Bunda rindu pada si kecil" ucap bunda sambil berdiri.
"Bun Sela ikut.....!" teriak Sela sambil berjalan mengejar bundanya yang sudah naik tangga.
'Ayah....Ayah nggak istirahat ....? kalau mau istirahat di kamar tamu Yah....Dinda siapkan dulu ya Yah..." ucap Dinda sambil memegang lengan pak Damar.
"Iya nak...biar Ayah baca koran dulu nanti kalau Ayah mengantuk Ayah akan ke kamar.." ucap pak Damar sambil mengambil koran yang ada di atas meja. Dindapun berlalu ke dalam untuk merapikan kamar tamu.
***
Setelah makan malam bersama Dinda dan keluarganya bercengkrama di ruang tamu sambil menonton TV. Dinda dan Bunda sedang berbincang- bincang sedang Sela sedang bermain dengan si kecil di lantai . tiba - tiba terdengar bel pintu berbunyi.
"Bun itu pasti mas Dirga datang... Dinda lihat dulu ya Bun...." ucap Dinda sambil berdiri dari sofa. Tapi ternyata bik Sumi telah membukakan pintu.
"Non ada yang nyari..." ucap bik sumi .
"Siapa bik....?"
"Pak polisi non...."jawab bik Sumi.
"Pak polisi......"
__ADS_1
"iya non......bibik ke dalam dulu non...." pamit bik Sumi.
"Iya bik...." bik Sumipun kembali ke dalam. Dinda berjalan menemui sang tamu.
"Lo kamu Don...ada apa...? ayo masuk.."
Ucap Dinda sambil mempersilahkan tamu yang ternyata anak buah Dirga.
"Nggak usah kak...kami kesini mau mengajak kakak keluar sebentar.." ucap Doni pelan . terlihat wajah kesedihan disana. Doni memang sudah akrap dengan Dinda.
"Ada apa ini...." tanya Dinda curiga.
"Nanti kakak akan tahu sekarang ikutlah kami kak...." ucap Doni. Dindapun mulai curiga.
"Ada apa dengan mas Dirga Don....'"
"lebih baik kakak ikut kami..." jawab Doni perlahan. ucapan Doni membuat Dinda semakin cemas.
"Baiklah kakak ambil dulu jaket kakak..." jawab Dinda sambil masuk ke dalam.setelah mengambil jaket di dalam kamar Dinda turun kebawah menghampiri keluarganya.
"Bun titip Exsal ya Dinda mau keluar sebentar..."
"Mau kemana nak...?" tanya pak Damar.
"Keluar sebentar yah......"
"Kemana......?" tanya sang Ayah kembali.
"Nggak tahu ya...anak buah mas Dirga yang ngajak Dinda..." ucap Dinda sambil memakai jaketnya.
"Ya udah hati- hati di jalan ..kalau ada apa- apa telfon kami..." lanjut sang Ayah.
"Iya Yah Assalamualaikum..."
"Walaikum salam...." jawab mereka bersamaan Dindapun keluar bersama kedua anak buah Dirga memakai mobil mereka.
__ADS_1
Ceritanya bersambung dulu ya sobat..
.