
Setelah selesai makan malam bersama , keluarga Prasetyo berkumpul di ruang keluarga bersama . mereka menonton TV sambil berbincang- bincang.
"Ayah Bunda...sebenarnya ada yang mau Dinda sampaikan pada Ayah dan Bunda...."ucap Dinda sambil memandang kedua orang tuanya.
"Ada apa ndok....."tanya sang Ayah.
"Dinda pingin kerja lagi Yah.... dari pada Dinda di rumah teringat mas Dirga terus.... "
Ucap Dinda.
"Itu terserah kamu nak......kalau memang bekerja membuatmu lebih tenang lakukan sajah nak...." nasehat pak Damar.
"Iya ndok itu lebih baik...setidaknya membuat dirimu tidak terlalu kesepian "
Timpal bu Nuning.
"Iya Bun.....jika Dinda kerja mungkin sedikit mengurangi kesedihan Dinda.."
Ucap Dinda yang masih terlihat ada kesedihan di matanya.
"Oh ya Din...gimana kalau pak Giman biar dirumah mu aja...? Biar dia bisa menemani bik Sumi dan Exsal di rumahmu jika kamu bekerja...? Ucap sang Bunda memberi ide. Pak Giman adalah tukang kebun merangkap super kalau pak Damar malas membawa mobil sendiri.
"Boleh juga Bun....tapi apa boleh Yah.... soalnya pak Giman super Ayah kan...?" ucap Dinda sambil memandang sang Ayah.
"Itu ide bagus nak....Exsal lebih membutuhkan pak Giman dari pada Ayah...." jawab pak Damar . sebenarnya bik Sumi dan pak Giman kakak beradik yang sudah tidak mempunyai keluarga lagi. Bik Sumi punya anak satu tapi hidup di kampung bersama istri dan cucunya. Sedang pak Giman tidak berkeluarga lagi sejak sang istri meninggal karena sakit kangker.
"Baiklah Yah kalau pak giman mau biar lusa langsung ikut Dinda.." ucap Dinda.
"Pak giman pasti mau ndok....sebab dia kan bersama saudaranya..." kata bunda.
"Baiklah kalau begitu Ayah Bunda Dinda mau masuk kekamar dulu lihat Exsal sudah tertidur" pamit Dinda pada kedua orang tuanya ketika di lihatnya Exsal tertidur di pangkuan Sela.
"Iya ndok tidurlah..."jawab Pak Damar.
Dindapun beranjak menghampiri Sela yang sedang memangku Exsal yang sudah tidur dalam pangkuannya.
" mana dek ponakanmu...biar mbak tidurkan" pintanya pada Sela sambil mengangkat Exsal dari pangkuan Sela dan berjalan menuju kamarnya dengan diikuti tatapan iba kedua orang tuanya dan sang adek. setelah sampai di dalam kamar Dinda menaruh sang buah hati di atas kasur perlahan , setelah menunaikan solat isya' Dindapun tidur di samping sang buah hati.
*****
__ADS_1
Keesokan paginya setelah selesai mbantu sang Bunda yang kebetulan libur sekolah Dinda masuk kamar dan mengambil ponselnya. Dinda mencari nomer telfon bu Indah yang pernah jadi atasannya.
Setelah ketemu Dindapun menelpon bu Indah. Tak lama telfon di angkat.
"Asalamualaikum..." ucap Bu Indah.
"Walaikum salam...bu ini Dinda bu..." ucap Dinda .
"Hey...kau Din...apa kabar...?" jawab Bu Indah senang.
"Baik bu..ma'af Dinda ngganggu Ibu ya...."
"Nggak kok Din...ada apa Din..?"
" ma'af bu Dinda mau tanya ada kerjaan nggak bu buat Dinda....?"tanya Dinda malu.
"Oh ya Din sebelumnya ibu ucapkan bela sungkawa dulu ya...maaf aku nggak bisa datang waktu itu sebab aku ke luar kota.."
"Trimakasi bu nggak apa- apa kok.."
"Ngomong- ngomong soal kerjaan kayaknya sich ada Din , coba nanti aku tanyakan dulu pada pak Derektur ya....besok aku kabari Din.."Jawab bu Indah.
"Nggak apa- apa Din Walaikum salam.."
Sebenarnya kalau hanya untuk kehidupan Dinda dan Exsal sehari - hari uang pemberian dari negara maupun pemberian sang mertua lebih dari cukup walaupun Dinda tidak kerja.tapi rasa kehilangan dan kesepian Di tinggal sang suami sering membuat Dinda tersiksa.
Setelah mengakhiri pembicaraan Dinda menaruh HP nya di nakas dekat tempat tidur lalu pergi keluar kamar menuju teras, sampai di sana terlihat Ayah dan Bundanya sedang memandang Sela dan Exsal yang sedang menangkap kupu- kupu. Dindapun duduk di sebelah Ayah dan Bundanya.
"Kau dari mana ndok......?" tanya sang bunda .
"Habis nelfon atasan Dinda dulu Bun nanyain soal pekerjaan.." jawab Dinda sambil mengambil pisang goreng yang ada di atas meja.
"Trus gimana ada....?"
"Sepertinya ada Bun...tapi masih mau di tanyakan pada pak Direktur bun..."
"Semoga ada sayang....." ucap sang bunda sambil membelai rambut Dinda.
"Amiiiin ...."
__ADS_1
"Kamu udah bilang sama mertuamu nak.."tanya sang Ayah.
"Belum Yah...mungkin besok kalau sudah mendapat berita dari kantor..."
"Pokoknya kamu jangan lupa bilang sama mertuamu..." nasehat pak Damar.
"Iya Yah....." jawab Dinda sambil tersenyum pada sang Ayah. Dinda berdiri ketika melihat sang buah hati memanggil namanya dan mengajaknya bermain.
"Mama sini.....cari kupu- kupu ma....."
Seru Exsal sambil melambaikan tangannya.
"Iya sayang....." Dindapun pergi menghampiri Exsal dan Sela.
"Ma lihat kupu- kupunya banyak ya....tapi Exsal baru dapat satu ma..."ucapnya dengan mimik lucu.
"Sayang....jangan banyak- banyak nangkapnya ya...kasihan kupu- kupunya.." ucap Dinda sambil berjongkok mensejajarkan tingginya dengan Exsal.
"Kenapa Ma...."
"Nanti sayap kupu- kupu rusak dan tak bisa terbang lagi kasian kan sayang.."
"Kasihan kupu-kupunya ya ma.... Exsal lepas aja ya ma..."
"Iya sayang....." Exsalpun melepas kupu- kupu yang sudah dia tangkap. Dindapun lalu menggendong sang buah hati dan membawanya duduk dekat kedua orang tuanya.
"Sel...kamu nggak kuliah...?" tanya Dinda pada sang adik yang ikut duduk bersama mereka.
"Nggak kak...Dosennya lagi ke luar kota.."
"Kapan kamu ujian.....?" tanya Dinda kembali.
' Dua minggu lagi kak..."
"Banyak belajar dek...." nasehat Dinda pada sang adek.
"Iya kak...." merekapun berbincang - bincang hingga adzan duhur berkumandang. merekapun masuk kedalam rumah untuk menunaikan solat serta di lanjutkan makan siang. setelah makan siang Dinda mengajak sang buah hati untuk tidur siang.
BERSAMBUNG.
__ADS_1