
17 tahun kemudian.
Di sebuah Rumah yang sangat mewah terlihat ada sebuah acara yang meriah .
Rumah bapak Raka Wijaya, yang sedang menyelenggarakan syukuran kelulusan anak pertama dari bapak Raka Wijaya. Yaitu Exsal Wira Atmaja yang kini sudah lulus S1 jurusan Bisnis dari sebuah universitas di Negara Paman Sam . Exsal yang kini sudah menjadi seorang pewaris perusahaan keluarga Bima sudah menjadi seorang pria yang gagah dan tampan . dia akan sangat berwajah dingin jika berhadapan dengan orang lain , namun sebaliknya jika berada di antara keluarga dia amatlah hangat dan menyenangkan.
"Kak Exsal......" teriak seorang gadis yang teramat cantik bergelayut di lengan Exsal dengan manja.
"Apa sayang...." jawab Exsal sambil mengacak rambut panjang gadis itu dengan sayang.
"Its...kakak rusak kan dandanan Dini.." seru gadis itu cemberut yang ternyata adik kesayangannya.
"Idi manja banget...." olok pria yang berada di depan Exsal tak kalah tampannya dengan Exsal.
"Yee ...cemburu week.." serunya sambil menjulurkan lidah pada pria itu.
__ADS_1
"Udah...udah ayo sini Dika peluk kakak sama- sama...." ucap Exsal pada kedua adik kembarnya. Yah mereka adalah Andika dan Andini si kembar putra Raka dan Dinda . Mereka sangat menyayangi dan menghormati Exsal . mereka sangat mengagumi kecerdasan Exsal.
"Wah ada apa ini kenapa anak- anak Papa sling berpelukan...." tiba - tiba Raka dn Dinda sudah berada di antara mereka.
"Nggak ada apa- apa Pa.... Mereka lagi kangen Exsal Pa..." jawab Exsal sambil melepas kedua adiknya dari dekapannya.
"Benarkah....?" sela Dinda yang sudah tahu pasti kedua putra putrinya sedang berebut kakak mereka.
"Iya Ma..." jawab Dika dan Dini hampir bersamaan. Raka dan Dinda tertawa melihat kelakuan putra- putri mereka.
"Wah ada apa ini kok kayaknya ada yang gembira...?" teryata sang Eyang putri Nuning dan Eyang Damar ikut bergabung dengan mereka di ikuti Opa Bima dan Oma Susi serta Opa Wijaya dan Oma Fita ikut bergabung
"Emang kak Exsal ngapain kok di buat rebutan...?" tanya Eyang Nuning.
"Nggak gitu uti.... Kak Dika aja yang sirik ..lihat Dini manja sama Kak Exsal" jawab Dini jengkel.
__ADS_1
"Idih.... Dini aja yang lebay Eyang..." seru Dika.
"Uda...uda... nggak usah bertengkar lagi ntar kakakmu pergi lagi lo..." ucap Dinda
"Emang kakak mau pergi lagi kak...?" tanya Dika dan Dini berkata dengan cemas.
"Nggak sayang.... Kakak nggak akan kemana- mana..." jawab Exsal menghibur mereka berdua. Dika dan Dini pun menghembuskan nafas lega.
Tingkah mereka membuat kedua orang tua mereka serta Eyang dan Opa Oma mereka tertawa.
"Ya udah ayo kita kesana... tu lihat mereka menunggu sang bintang..." ucap Dinda . merekapun berjalan menghampiri para tamu yang sudah memenuhi ruangan. acara demi acara pun berjalan dengan lancar hingga pada puncak acara yaitu pemotongan tumpeng yang di lakukan oleh Exsal dan di berikan kepada kedua orang tuanya. dan di lanjutkan dengan cara makan bersama. Dinda menatap kebahagian keluargamu dengan hati yang bahagia. dia menatap Raka dengan perasaan yang amat bersyukur pada sang pencipta yang telah memberikan pengganti Dirga seperti Raka padanya.
"ya Tuhan inikah KEBAHAGIAAN YANG TERTUNDA darimu .." ucap Dinda perlahan.
Dinda merasa bersyukur telah di berikan orang- orang yang amat mencintainya dan amat dia cintai.
__ADS_1
Tamat.
"Hai sobat cukup di sini cerita kebahagian yang tertunda jangan lupa baca juga novel baruku SAHABAT MASA KECIL. terima kasih telah sudi membaca novelku.