Kebahagiaan Yang Tertunda

Kebahagiaan Yang Tertunda
KEDATANGAN RENDY.


__ADS_3

Sudah satu minggu Dinda di rawat di rumah sakit. Kini keadaannya telah membaik. Raka dengan setia menungguinya, dia jarang kekantor dia datang jika ada meeting atau bertemu dengan rekan bisnis yang sangat penting . Disore hari ketika Raka sedang menjaga Dinda bersama Tia dan pak Bima serta bu Susi tiba- tiba ponsel Raka berbunyi. Rakapun mengambil ponselnya yang ada di meja dekat pembaringan Dinda. Terlihat nama Hari di sana.


"Sebentar Om tante Raka mau meng angkat telfon.." ucap Raka berpamitan.


"Silahkan nak...." jawab pak Bima. Rakapun keluar dari ruangan.


"Halo Assalammualaikum Har..." jawab Raka.


"Walaikum salam Bos......"


"Bagaimana Har....?" tanya Raka.


"Sulit Bos..kedua- duanya tetap membungkam bos...tapi salah satu dari mereka ingin bertemu Bos...."jawab Hari dari sebrang.


"Bertemu aku...?" tanya Raka tak percaya.


"Iya Bos....dia kekeh mau ketemu Bos sendiri..." lanjut Hari.


"Baiklah sebentar lagi aku kesana.." jawab raka lalu mematikan sambungan telfon. Raka berjalan kembali ke dalam kamar. Dia mendekati Dinda yang duduk bersandar di pembaringan dan sedang berbicang dengan Tia.


"Din..aku tinggal dulu ya...ada sedikit urusan, nanti malam aku datang..nggak apa- apa kan..." ucapnya.


"Iya...Dinda nggak apa-apa ada Tia kok " jawab Dinda.


"Maaf Om Tante Raka tinggal dulu sebab ada sedikit kepentingan yang harus Raka hendel.. " kata Raka kepada pak Bima dan Bu Susi.


"Oh silakan nak biar kami yang menjaga Dinda ... " jawab Pak Bima.


"Trimakasih Om Tante....." ucap Raka. Dia kembali memandang Dinda.


"Baiklah aku tinggal dulu ya..." ucapnya sambil mencium kening Dinda. Dinda tercengang mendapat perlakuan Raka.


Ya Allah ini cowok kok nggak liat- liat ya kalau Ada keluarga pak Bima kenapa dia nyosor aja sich.. omel Dinda dalam hati.


Sedang Tia dan papa mamanyapun kaget melihat tingkah Raka.


"Om tante Raka pamit dulu...Ti titip Dinda ya...." ucapnya sambil mencium tangan kedua mertua Dinda.


"Iya hati- hati di jalan nak...."jawab pak Bima. Rakapun meninggalkan kamar inap Dinda. Dia berjalan keluar rumah sakit . setelah masuk kedalam mobil dia menjalankan mobilnya menuju kantor polisi. Sesampainya di kantor polisi Raka langsung masuk ke ruang introgasi. Dia melihat Hari bersama seseorang yang sedang duduk di hadapannya sambil menundukkan kepala . Ketika melihat Raka datang Hari berdiri dan menyuruh Raka duduk berhadapan dengan orang itu.


"Kamukah yang telah menembak calon istriku....?" tanya Raka geram. Orang itu menganggukkan kepala. Ingin rasanya raka menonjok muka orang itu tapi dia tahan.


"Kenapa kau melakukannya....?" orang itu diam saja.


"Jawab...!" teriak Raka smbil menggeprak meja. Pria itu kaget lalu memandang Raka.


"Pak saya mau ngomong tapi ada syaratnya pak...." jawab pria itu setelah diam beberapa saat. Raka menatap dengan kemarahan yang dia tahan. Setelah diam sejenak dan menghela nafas berat Raka mulai ngomong.


"Katakan....." ucap Raka dingin.


"Saya mau ngomong sama bapak asal bapak melindungi keluarga saya dari dia...." jawabnya sambil memandang Raka.

__ADS_1


"Apa maksudmu.....?" tanya Raka tak mengerti.


"Saya melakukan ini karena ancaman pak...dia akan membunuh semua keluarga saya jika saya tidak mau menculik ibu Dinda.." terang pria itu. Raka terdiam sebentar , lalu dia berucap


"Baiklah aku akan memindahkan keluargamu ketempat yang aman. Sekarang katakan kenapa kau menyerang calon istriku..?" tanya Raka kembali.


"Bapak tidak bohong kan...?" ucapnya ragu.


"Itu tergantung padamu kalau kau berbohong aku sendiri yang akan mebunuh keluargamu.." jawab Raka dingin.


"Baiklah saya akan memberitahukan orang yang menyuruh saya. Pak Raka .. Bapak harus hati - hati menjaga bu Dinda. Dia bukan saja menyuruh kami menculik bu Dinda tapi kami di suruh melecehkannya serta membunuhnya " jawab pria itu.


"Apa...!" teriak Raka dengan marah.


"Iya kami disuruh menculik dan melecehkan bu Dinda lalu membunuhnya " jawab pria itu.


"Siapa Dia....?" tanya Raka marah.


"Bu Sindy teman Bapak..." jawab orang itu yang mebuat Raka dan Hari kaget bukan kepalang.


"Kau tidak bohong kan....?" tanya Raka penuh kemarahan.


"Untuk apa saya bohong pak....saya berani bersumpah pak....." jawab pria itu


"Sindy....kau benar- benar keterlaluan kau hampir membuat aku kehilangan Dinda. aku tidak bisa lagi memaafkanmu Sind...." ucap Raka geram. Terlihat wajah Raka yang memerah karena menahan kemarahan.


"Har tolong kau amankan keluarga dia" kata Raka sambil menunjuk pria itu dengan dagunya.


"Dan kau....demi menebus kesalahanmu kau harus tetap mendekam di penjara."ucap Raka.


"Trimakasih pak...." jawabnya lalu dia di giring keluar oleh seorang polisi.


Rakapun meminta polisi menangkap Sindy.


***


Di ruang inap Dinda.


"Din...apa kau dan kak Raka ada hubungan....?" seru Tia sambil menatap Dinda tajam.


"Iya nak...apakah kau dan Raka berpacaran...?" tanya bu Susi gembira. Dinda tertunduk malu. Pak Bima Bu Susi dan Tia menunggu jawaban Dinda.


"Iya ma.... Pak Raka mengutarakan perasaannya sehari setelah Dinda ada di sini ma....apakah benar Dinda menerima cinta pak Raka ma pa....?" tanya Dinda khawatir.


"Ya Tuhan nak....mama senang mendengarnya Din..." seru bu Susi sambil mendekati Dinda dan memeluknya.


"Benar kata mamamu Din....papa setuju Raka jadi pengganti Dirga, Dia orang baik Din...kami melihat dia sangat menyayangi putramu ...papa juga melihat dia sangat mencintaimu.." ucap pak Bima senang.


"Sayang....aku juga bahagia beb..." ucap Tia.


"Wah wah pa....sebentar lagi kita punya 2 menantu nich...." ucap bu Susi gembira.

__ADS_1


"Maksud mama...." tanya Dinda tak mengerti.


"Oh ya Din kamu belum tahu ya kalau akan ada orang yang akan di lamar .."


ucap bu Susi sambil tersenyum melirik Tia.


'Benarkah ma.....kapan...?" teriak Dinda spontan karena dia tahu yang di maksud Bu susi.


"Dua minggu lagi Din...." sela Tia malu.


"Ya Tuhan....kenapa kau tidak bilang padaku beb...." seru Dinda kegirangan.


"Dengan Siapa...?" tanya Dinda penasaran.


"Doni teman kak Dirga..." jawab Tia sambil menunduk malu.


"Ya Allah Ti.. Selamat ya Doni orang yang baik Ti ...aku senang kau dengannya..." ucap Dinda sambil memeluk Tia bahagia.


"Trimakasih sayang....." jawab Tia. Merekapun larut dalam kebahagiaan.


Satu minggu setelah kejadian penangkapan Sindy tiba- tiba Raka mendapat telfon dari sahabatnya Rendy. Dia mengajak ketemuan di sebuah cafe terkenal di kota itu. Rakapun tahu tujuan dari sang sahabat. Raka terpaksa memenuhi permintaannya. Sore itu Raka sedang mengemudi mobilnya menemui sang sahabat sekaligus kakak Sindy. Tak berapa lama sampailah Raka di sebuah cafe yang memang cukup terkenal di kota J. Raka segera masuk menemui Rendy yang sudah menunggunya di dalam. Ketika sampai di dalam cafe Raka melihat Tedy melambaikan tangan padanya. Terlihat dia bersama seorang bapak- bapak. Setelah dekat Raka baru tahu kalau orang itu papa Rendy. Pak Betran


"Hey bro apa kabar....?" sapa Rendy akrab pada Raka. Mereka berpelukan melepas rindu


""Aku baik- baik saja....halo Om gimana Kabarnya...?" tanya Raka sambil melepas pelukannya dan menyalami orang tua Rendy.


.


"Baik- baik aja nak.....gimana kabar kedua orang tuamu..,?" tanya papa Rendy.


"Alhamdulillah mereka baik- baik aja Om ...." jawab Raka sambil duduk didepan mereka. Tak lama seorang pelayan datang mendekati meja mereka. Pelayan itu menaruh secangkir kopi yang mungkin sudah di pesankan


oleh Rendy.


" oh ya ngomong- ngomong kapan kau datang Rend...?" tanya Raka .


"Tadi pagi....Ka pasti kau tahu maksud kami menemui mu..." ucap Rendy langsung dengan wajah sedih.


"Nak....kami mohon cabutlah tuntutanmu pada Sindy....kami mohon nak....." kata papa Rendy memohon.


"Om Sindy keterlaluan , dia berani mempermainkan nyawa orang....dan orang itu calon istri Raka Om..." jawab Raka emosi.


"Kami tahu Ka.....semua itu kesalahan kami yang terlalu memanjakan dia maaf kan kami Ka..." ucap Rendy sedih.


"Kami mohon nak....tolonglah kami... Kalau perlu aku akan bersujut padamu agar kau memaafkan Sindy " seru pak Betran dengan wajah yang memucat sedih.


"Ka tolonglah sekali ini saja..kami akan menjauhkan Sindy dari kalian. Kami akan menjaganya agar tidak mengganggu kalian lagi. Jika sampai terulang lagi kami akan membiarkan apapun yang akan kamu lakukan padanya kami akan pasrah...aku mohon sekali ini maafkanlah demi persahabatan kita.." ucap Randy kembali. Raka serba salah


Kalau Sindy tetap di hukum kasian Om Betran sekeluarga. Anak perempuannya di penjara dan nama mereka akan tercemar. Tapi kalau di lepas Raka takut akan keselamatan Dinda terancam.


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2