Kebahagiaan Yang Tertunda

Kebahagiaan Yang Tertunda
GOSIP PARA KARYAWAN.


__ADS_3

Di saat pulang ketika Dinda sedang bersiap- siap akan pulang terdengar ketukan di pintu.


"Masuk.." seru Dinda.


"Sore sayang...." suara bariton yang amat di kenal Dinda menyapanya.


"Lo kok udah di sini mas...?" tanya Dinda heran.


"Mas ada pertemuan dengan Papa Bima...." jawab Raka.sambil mendekati sang istri dan mencium bibirnya sekilas.


Dinda lalu mencium tangan sang suami.


"Sudah selesai....?" tanya Raka.


"Sudah mas....." jawab Dinda sambil mengambil tas kerjanya.


"Ayo pulang...." ajak Raka sambil menggandeng tangan sang istri. Dindapun membiarkan jemarinya dalam genggaman sang suami. Mereka keluar ruangan menuju lift yang akan membawa mereka menuju lantai dasar.


Ketika mereka keluar dari lift Raka dengan posesif menggandeng tangan Dinda. Mereka jadi perhatian karyawan pak Bima.


"Ya ampun itu suami bu Dinda...?" kata seorang karyawa wanita.


"Iya ganteng ya.....?" jawab yang lain.


"Eh sepertinya femiliar sekali ya wajah suaminya..."


"Dia kan CEO Perusahaan CGW....." jawab seorang wanita yang baru datang.

__ADS_1


"Ya ampun beruntung sekali Bu Dinda."


"Sama-sama sich .. Soalnya bu Dinda cantik banget.. Tahu nggak banyak karyawan pria di kantor ini yang mengagumi kecantikannya..." jawab yang lain.


"Iya tahu nggak aku pernah menguping pembicaraan pak Tio kepala bagian keuangan yang masih mudah dan ganteng itu sama pak lrwam mereka berkata andai bu Dinda belum menikah mereka rela berebut mendapat perhatian bu Dinda..." ucap karyawan wanita yang lain.


"Benarkah....ya ampun kasihan nasip kita yng masih sendiri..."


Ucapan para karyawan yang lagi bergosip terdengar telinga Raka dan Dinda. Dinda merasa hangat wajahnya karena malu. Sedang Raka hatinya menjadi cemburu, tiba- tiba dia sambil berjalan memeluk pinggang sang istri ketika mereka melewati para karyawan pria yang juga akan pulang. Dinda kaget melihat perbuatan Raka.


"Mas ada apa...?" tanya Dinda sambil tersenyum. Apa dia cemburu mendengar pbicaraan mereka batin Dinda. Raka hanya diam mendengar pertanyaan Dinda. Namun terlihat wajahnya yang cemberut. Ketika mereka sampai di mobil Raka membukakan pintu untuk sang istri dengan wajah yang masih di tekuk. Lalu dia masuk kedalam mobil di belakang kemudi.


"Mas... Kau marah..?" tanya Dinda sambil menahan senyum .


"Nggak..." jawabnya.


"Masih marah....?" tanya Dinda sambil tersenyum.


"Nggak lagi...." jawabnya lalu mencium balik bibir Dinda.


"Yang aku cemburu mendengar omongan mereka..." kata Raka setelah melepas ciumannya.


"Aku tahu..."jawab Dinda .


"Dan kau senang ya melihat suami di bakar rasa cemburu..." ucap Raka jengkel melihat ketenangan sang istri.


"Aku senang karena aku melihat cinta di mata suamiku yang tampan..." goda Dinda.

__ADS_1


"Ya ampun istriku sayang kau ini...." seru Raka sambil mencubit hidung Dinda gemas.


"Aduh sakit mas..." seru Dinda sambil memegang hidungnya. Raka tertawa lalu menjalankan mobilnya.


"Yang kamu kerja di kantor kita aja ya...?' kata Raka sambil memandang Dinda sekilas


"Emang kenapa mas.... ?"tanya Dinda heran, ada apa lagi ni bapak bucin fikir Dinda.


"Aku takut mereka akan menggodamu."


jawab Raka.


"Ya ampun mas.... jadi masih kepikiran omongan mereka....?" seru Dinda .


"Maaf yang....tapi hati mas nggak tenang, jujur mas masih cemburu..." jawab Raka sambil tetap menatap ke depan.


"Baiklah Dinda janji akan pindah ke kantor kita tapi jangan sekarang ya... kasihan Papa Bima... kita tunggu sampai Tia bisa kembali kerja.." jawab Dinda menatap haru sang suami. Raka yang mendengar perkataan Dinda menepikan mobilnya.


"Benar yang...?" ucap Raka senang .


"Iya suamiku sayang...." jawab Dinda sambil tersenyum. Dia yang nggak pernah mengucap kata gombal sebenarnya malu tapi demi membuat sang suami tenang dia berucap seperti itu agar Raka gembira. Raka segera memeluk Dinda.


"Trimakasih sayang..... " Raka lalu mencium lembut dahi Dinda.


"Sudah tenangkan sekarang hati suamiku ....?" ucap Dinda. Raka tersenyum dan mengangguk. mereka pun melanjutkan perjalanan. ketika sampai di rumah Exsal telah menunggu di depan Rumah. ketika melihat Papa dan Mamanya keluar dari mobil Exsal segera berlari menghampirinya. Dia mencium tangan Mamanya lalu sang Papa, kemudian dia sudah berada dalam gendongan Raka. merekapun berjalan masuk kedalam rumah.


"

__ADS_1


__ADS_2