Kebahagiaan Yang Tertunda

Kebahagiaan Yang Tertunda
REKAMAN.


__ADS_3

Dinda mendengarkan rekaman yang di perdengarkan Raka padanya . terdengar suara seorang wanita yang sedang berbincang- bincang dengan seorang pria.


"Mau apa kau kemari...." terdengar suara seorang wanita .


"Nggak ada ... Aku hanya ingin melihat wajah wanita yang ingin membunuh saingannya..." jawab seorang pria.


"Apa maksudmu....."


"Jangan sok poloslah ..Untuk apa kau ingin membunuh Dinda Sind, bukan salah dia kalau pria yang kau sukai mencintainya......"


"Hey.... Dia p*****r murahan yang merebut Raka dariku.... " teriak wanita itu. Dinda yang sejak tadi diam akhirnya sadar kalau suara itu suara Sindy yang mengaku kekasih Raka.


"Ya ampun Sind....kau nggak salah ya... Kapan Raka mengutarakan cinta padamu.....? Setahuku kau dulu juga cinta pada Dirga suami Dinda kan..... ?" ucap pria itu.


"Iya...aku memang sangat mencintai Dirga tapi wanita itu merebut Dirga dariku, kini dia pun juga mau merebut Raka dariku lagi...!" teriak Sindy.


"Ha...ha...ayolah Sind... Kapan Dirga dan Raka mengutarakan cinta padamu ....? Kau aja yang ke GR ran, mereka menganggap mu cuma sebatas adik, tapi kau menganggap mereka kekasihmu..... Kau terlalu percaya diri Sind...." seru pria yang sedang berbicara pada Sindy.


"Tutup mulutmu Dan... Jangan sok tahu kau , kau tidak tahu apa-apa....!" teriak Sindy marah.


"Ha..ha...kau fikir perbuatanmu tidak ada yang tahu , kau dulu juga akan menculik Dinda ketika mendiang Dirga masih hidup, untung perbuatanmu cepat di ketahui Dirga sebelum kau sempat menculiknya. Dan kini kau pun akan menculik Dinda lagi.... Sindy...sindy Kau mengatakan wanita baik- baik seorang j****g, sebenarnya kau sendirilah wanita j****g itu. Kau hidup berganti- ganti pria. Apakah kau fikir aku tidak tahu...? Ha.. ha..lebih baik memilih janda beranak satu seperti Dinda sudah cantik ber ahlak baik pula, dari pada seorang yang di anggap masih gadis tapi sudah bukan gadis lagi yang hidupnya penuh dengan dosa" seru pria itu. Dinda terceng mendengar ucapan pria yang sedang berbicara dengan Sindy.


"Dia Doni teman kuliah Sinndy pria yang pernah di hianati Sindy...." Raka menjawab pertanyaan yang berada dibdalam hati Dinda, dia memberitahu pria yang sedang berbicara dengan Sindy.


"Tutup mulutmu.... Semua yang kau katakan itu bohong, Raka adalah kekasihku kami saling mencintai dan aku takkan pernah melepaskan dia untuk wanita lain kalau dia tidak jadi milikku tidak seorang pun yang boleh memilikinya....." teriaknya semakin marah.


"Ha..ha...kau memang gadis gila, kau fikir Raka akan menyerah mencari Dinda..." ucap Doni.


"Ha..ha...kau salah aku sudah membuat Dinda percaya padaku , dia tak akan pernah kembali pada Raka, Dia akan membenci Raka, dia akan pergi meninggalkan Raka selamanya. Karena Raka milikku hanya milikku..." seru Sindi kegirangan.

__ADS_1


"Kau memang wanita gila Sind..... seharusnya kau itu di bawa kerumah sakit jiwa ... " seru Doni. Dan rekaman itupun berakhir. Dinda terduduk di sofa ruang kantor Raka. Dinda terduduk lemas mengetahui kebenaran yang ada di hadapannya, Bagaimana mungkin Sindy ingin mencelakainya mulai sejak dulu Raka mendekati Dinda dan duduk di sebelah Dinda.


"Jadi Sindy juga mencintai mas Dirga ?" ucap Sindy pelan.


"Iya...." jawab Raka.


"Dari mana bapak mendapatkan rekaman itu...?" tanya Dinda perlahan.


"Doni sendiri yang datang padaku... Sejak dia diputuskan oleh Sindy dia sakit hati dan dia selalu mengawasi Sindy, sebenarnya ketika Sindy ingin menculikmu saat kejadian penembakan itu dia sudah di beri tahu oleh orang suruhannya, tapi dia terlambat menolongmu untungnya kau sudah bisa mengatasinya sendiri " jawab Raka .


"Tapi kenapa bapak melepaskan Sindy saat bapak tahu bahwa dia adalah otak yang berusaha menculik dan membunuh saya.... " tanya Dinda sinis.


"Maafkan aku.. Itulah kesalahanku seharusnya aku meminta persetujuanmu bukannya memutuskan sendiri. Saat itu Rendy bersama Papanya datang kepadaku meminta mencabut tuntutanku , sebenarnya saat itu aku tidak mau tapi mereka memohon dengan berjanji akan menjauhkan Sendy dari kehidupan kita. Akupun setuju tanpa meminta saranmu dulu. Maafkan aku Din.... Aku memang bodoh ... Maafkan aku ya...?" ucap Raka yang kini sudah berjongkok di depan Sindy yang sedang duduk di sofa.


"Tetapi bapak sempat mencintai dia kan sebelum bertemu denganku...?" tanya Dinda sambil menatap Raka .


"Demi Allah aku nggak pernah mencintai dia Din....aku berani bersumpah.." seru Raka menatap lekat wajah Dinda.


"Saat itu aku tidak melihat wajahmu. Aku fikir kalian ibu- ibu rempong yang sedang membuli Sindy. Sumpah waktu aku melihatmu saat itu , aku sudah tertarik padamu, tapi karena aku malu terlanjur marah - marah ya aku terusin aja... " jawab Raka sambil tersenyum.


"Yee...alasan...." jawab Dinda smbil ingin berdiri. Namun niatnya gagal karena tiba- tiba Raka sudah menarik tubuhnya dalam pelukannya. Dinda kaget dan membeku dalam pelukan Raka.


"Yang....tolong maafkan aku ya.... ? Aku mohon .. Aku tidak sanggup berpisah lagi dari kalian berdua... Tolong maafkan aku ya.... Pleace.....kumohon Ma...." Raka memohon tanpa melepaskan pelukannya walau pun Dinda sempat meronta. Dindapun terdiam.


"Lalu kenapa bapak masuk kekamar hotel bersama Sindy.... ?" tanya Dinda kembali .


"Hey....saat itu aku tidak tahu kalau Sindy hanya berpura- pura sayang... Kita terjebak dalam permainan Sindy.." ucap Raka.


"Kita....?" tanya Dinda bingung.

__ADS_1


"Iya kita aku dan kamu.... Bukankah saat itu kamu disuruh sindy datang kehotel itu kan... Dan apakah kau tahu sebenarnya saat itu Sindy sudah tahu kalau kau datang, lalu dia berpura - pura akan pingsan dan memintaku untuk mengantarkan dia kekamarnya. .." penjelasan Raka pada Dinda.


"Lalu bapak mengantarkannya...?"


"Demi kemanusiaan sayang...aku mengantarkannya , tapi setelah itu aku cepat keluar kok..." jelas Raka.


"Benarkah..... ? Kok Dinda nggak lihat bapak keluar.... ?" Dinda ingat waktu itu dia menangis hampir 30 menit.


"Demi Allah Yang ..papa keluar setelah menaruh Sindy di kamarnya.. Kalau nggak percaya periksa aja di CCTV hotel ..... " jawab Raka sungguh- sungguh


Dinda menatap wajah Raka yang juga sedang menatap wajahnya.


"Baiklah Dinda mau memaafkan bapak tapi dengan satu syarat..... " ucap Dinda


"Benarka....Apa itu..... ?" ucap Raka bahagia.


"Bapak akan membiarkan Dinda kembali kekota M dulu...?" ucap Dinda karena Dinda tahu pasti Raka dengan segala cara akan menghalangi dia kembali kekota M.


'Sayang .... kenapa syaratnya seberat itu si .." Seru Raka tak rela.


"Mau nggak.... ? kalau nggak mau sich nggak apa- apa....."goda Dinda.


"Iya dech....iya aku mau walau terpaksa nich.... eh tapi tunggu dulu, jadi selama ini Mama sama Exsal ada di kota M.....?" tanya Raka Heran.


"Iya.... " jawab Dinda cuek.


"Lalu ngapain Mama di sana..."tanya Raka .


"Mengurus perusahaan Papa Bima.." ucap Dinda enteng.

__ADS_1


"Masyaallah...jadi Om Bima yang memebunyikan kalian....?" ucap Raka. Dinda hanya menjawab Dengan anggukan dan senyum menggoda. Rakapun tak tahan melihat wajah imut kekasihnya yang telah lama dia rindukan. Dengan gemas diciumnya bibir ranum Dinda yang semakin menggoda. Setelah menyelesaika masalah dengan baik Merekapun larut dalam kerinduan.


__ADS_2