Kebahagiaan Yang Tertunda

Kebahagiaan Yang Tertunda
PERNYATAAN CINTA RAKA.


__ADS_3

Saat itu Raka sedang melangkah pulang dengan terburu- buru namun langkahnya terhenti ketika dia melihat sang mama dan papa turun dari mobil.


"Pa...ma..kalian mau menjenguk Dinda?" tanya Raka sambil mendekati kedua orang tuanya. Sang mama tersenyum Raka mencium tangan kedua orang tuanya.


"Iya Ka....kau mau pergi...?" tanya pak Wijaya.


"Sebenarnya iya sich pa...tapi biarlah nanti aja Raka menyelesaikan urusan Raka... sebentar pa ma. Raka mau nelfon Hari dulu..." jawab Raka. Pak Wijaya hanya mengangguk dan melanjutkan berjalannya bersama Bu Fita menuju kamar inap Dinda. Raka mengambil Hpnya dan menelfon Hari.


"Assalamualaikum Bos..." jawab Hari dari sebrang.


"Walaikum salam ...Har kamu aja yang datang ke kantor polisi , suru polisi mengintrogasi mereka aku tidak bisa kesana dulu mama dan papa lagi mengunjungi Dinda..." perintah Raka.


"Baik Bos saya akan melaksanakan " jawab Hari.


"Kalau begitu aku tutup telfonnya Asalamualaikum....." ucap Raka.


"Walaikum salam.." Rakapun berlari menyusul papa dan mamanya. Ketika mereka sampai di depan pintu kamar inap Dinda kebetulan pintu tidak di tutup sedikit terbuka dan pada saat itu Dinda dan. Bunda sedang membahas tentang Raka. Raka yang ingin masuk ke dalam mengurungkan niatnya ketika mendengar obrolan Dinda dan Bundanya . Raka tertegun ketika Dinda mengucapkan bahwa dia belum bisa menghilangkan cinta pada sang suami tapi ketika mendengar kelanjutan perkataan mereka Raka terlihat bahagia hingga akhirnya bu Nuning mengucapkan.


"Jika pak Raka mengutarakan cinta apa kamu mau menerimanya nak..." ucap Bu Nuning. Terlihat Dinda terdiam sepertinya dia sedang berfikir. tak lama terlihat Dinda menghela nafasnya.


"Insyaallah Bun kalau memang pak Raka jodoh Dinda dan Dia mencintai Dinda dan Exsal Dinda akan berusaha mencintainya dan mau menerimanya Bun....." Raka bagaikan mau berteriak kegirangan ketika mendengar kalimat Dinda. Tanpa menunggu lama lagi dia berucap .


"Benarkah itu Din..?" ucap Raka yang berdiri di pintu. Dan Dindapun kaget bukan kepalang.

__ADS_1


Ya Allah... Kenapa dia berada di sini ... bukankah dia sudah pulang.. Batin Dinda . Dinda merasa malu terlihat semburat merah di wajah Dinda yang masih pucat.


"Pak Raka...." ucap Dinda pelan.


"Nak Raka..." seru bu Nuning kaget.


"Benarkah kau mau menerimaku...?" tanya Raka senang. Sambil berjalan mendekati Dinda.


"Ta..tapi pak ma..maksud Dinda.."


"Aku mencintaimu Din....sangat mencintaimu..aku jatuh cinta padamu saat kita bertemu dan bertengkar di supermarket dulu.. aku jatuh cinta sebelum tahu kau sekertarisku... Aku semakin cinta melihat kepribadianmu. Aku tak perduli dengan mereka yang mencari perhatianku aku hanya menyukaimu aku hanya mencintaimu Kau mau kan menerimaku.... ?Jika aku harus menunggumu mencintaiku aku sanggup menunggu hingga kau mencintaiku Din kau mau menerima cintaku kan....."


Ucap Raka sambil menggenggam jemari Dinda . Dinda tertegun mendengar perkataan Raka. Dinda terharu ada tetesan air mata di mata Dinda. Terlihat Bunda dan kedua orang tua Raka menanti jawaban Dinda dengan penuh harap.


"Baiklah pak Dinda menerima bapak, Dinda akan berusaha mencintai bapak.." jawab Dinda perlahan. Raka tak kuasa merasakan kebahagiaannya , Dia memeluk Dinda yang masih berada di pembaringan.


"Maaf...maaf sayang....." seru Raka sambil melepas pelukannya dan memeriksa luka Dinda. Dinda merasa malu ketika kata sayang terucap dari mulut Raka.


"Mana yang sakit yang...." ucap Raka kembali sambil memeriksa Dinda.


"Uda nggak sakit lagi kok pak....' jawab Dinda kikuk dan malu. Walaupun luka itu masih terasa agak sakit karena mendapat tekanan ketika Raka memeluknya. Kedua orang tua Raka dan Bunda tersenyum gembira melihat tingkah kedua orang yang ada di depan mereka.


"Raka Dinda itu masih sakit nak..." ucap pak Wijaya pada sang putra.

__ADS_1


"Iya Raka tahu pa...Raka hanya takut terjadi apa- apa pada Dinda pa..." jawab Raka khawatir.


"Iya papa tahu tapi kalau begitu caranya Dinda bukannya sembuh. malah sakit nantinya...." ucap pak Wijaya sambil tertawa.


"Yee papa.... " jawab Raka malu.


"Om ...Om Raka sayang mama ya....?" tanya Exsal dengan Lugunya.


"Iya sayang....Om sayang Mama juga Exsal... ? Jawab Raka sambil mengambil Exsal dari Eyang nya.


"Benarkah Om....?"


" Iya sayang...sekarang Exsal jangan panggil Om Raka lagi tapi panggil Papa Raka mau.....?" jawab Raka sambil memandang Exsal.


"Mau..mau...sekarang Exsal punya papa kan...?" tanya Exsal senang.


"Iya nak...papa Raka adalah papa Exsal sekarang dan kami adalah Eyang Raka juga nak....." jawab pak Wijaya sambil tersenyum.


"Hore....sekarang Exsal punya papa..." teriak Exsal gembira. Dinda melihat kebahagiaan sang putra tak terasa mengalir air matanya.Begitupun dengan Bundanya. Beliau turut meneteskan air mata melihat cucu kesayangannya bahagia. Raka yang melihat Dinda menangis menghampiri dan mengusap air matanya.


"Sayang jangan menangis ini awal kebahagiaan kita. Aku akan membuatmu selalu bahagia. Aku janji sayang..." ucap Raka sambil tersenyum.


Kedua orang tua Raka sangat senang melihat kebahagian putra mereka satu- satunya. Orang yangmereka harapkan menjadi menantu mereka kini telah menerima cinta sang putra .

__ADS_1


.


PERNYATAAN CINTA RAKA.


__ADS_2