Kebahagiaan Yang Tertunda

Kebahagiaan Yang Tertunda
KERUMAH EYANG.


__ADS_3

Tiga bulan sudah kematian Dirga , Dinda masih belum bisa menghilangkan kesedihannya. Untuk menghilangkan rasa bosan dan masih ada rasa kesedihan Dinda memasak makanan buat si kecil.


"Mama...." teriak si kecil sambil berlari masuk ke dapur.


"Ya sayang....." jawab Dinda sambil membawa si kecil dalam pelukannya.


"Sayang...jangan lari- lari kalau jatuh gimana...?" ucapnya sambil mencium pipi Exsal.


"Nggak kok ma...Exsal nggak akan jatuh kok....Exsal kan udah besar..." jawab sang anak sambil memandang wajah sang mama.


"Karena sekarang Exsal udah besar ... jadi Exsal harus hati- hati kalau jalan nggak boleh lari- lari kayak gitu, Exsal ngerti kan sayang.....?" ucap Dinda sambil membelai rambut sang putra.


"Iya ma....." ucapnya sambil tersenyum manis pada sang mama.


"Sekarang mama tanya kenapa Exsal ke dapur sayang....."


"Ma ke rumah Eyang yuk...."


"Exsal kangen Eyang ya...." ucap Dinda sambil mencubit pelan hidung sang putra.


"Iya ma....."


"Baiklah setelah solat duhur kita kerumah Eyang ya....."


"Horee.....bener ya ma...." seru Exsal kegirangan .


"Iya sayang...sekarang panggil bibik kemari..." ucap Dinda sambil menurunkan si kecil kembali.


"Iya ma...." seru Exsal sambil berlari meninggalkan mamanya.


"Exsal....jangan lari nak...." seru Dinda khawatir sang putra jatuh. tapi Exsal tak mendengarkan teriakan sang mama sebab Hatinya sudah bahagia karena akan pergi kerumah eyangnya. Dinda hanya bisa menggelengkan kepala. Tak lama Exsal kembali datang bersama bibik.


"Non...cari saya...?"tanya sang bibik sambil mendekati Dinda.

__ADS_1


"Iya bik....bibik lagi apa....?"


"Lagi membersihkan mainan nak Exsal non...."


"Udah selesai....?"


"Udah non......"


"Kalau begitu sekarang tolong bibik siapkan baju ganti buat Exsal dan bibik juga kita kerumah Bunda setelah duhur bik...."


"Baik non.... oh ya non kita nginap berapa hari....?"


"Mungkin dua atau tiga hari bik..."


"Baik non...."bik Sumipun meninggalkan Dinda untuk menyiapkan baju buat si kecil dan dirinya sendiri.


Setelah masakannya sudah masak Dinda memasukkan semua masakan ke dalam rantang makanan untuk di bawah ke rumah sang Bunda. Dia berencana makan siang bersama keluarganya. Setelah makanan sudah tertata rapi di dalam keranjang makanan Dinda berjalan ke dalam kamarnya untuk berbenah diri dan solat. Tak berapa lama kemudian terlihat Dinda dan Bik sumi serta si kecil Exsal sudah terlihat siap berangkat ke rumah orang tua Dinda.


"Bik...tolong bibik bawa keranjang makanan taruh dalam mobil bik.."perintah Dinda pada sang bibik sedang dia menenteng tas baju punya Exsal


"Bik nggak ada yang ketinggalan ...?" tanya Dinda sambil berdiri di depan pintu .


"Sudah non...." teriak bik Sumi dari dalam mobil. Dindapun mengunci pintu rumah kemudian berjalan ke mobil peninggalan Dirga. Dinda teringat dua bulan sebelum kematiannya , Dirga maksa Dinda untuk belajar membawa mobil sendiri. Ketika itu Dinda bersikeras tidak mau belajar tapi Dirga dengan segala cara membujuk Dinda untuk mau belajar, akhirnya Dinda belajar dengan syarat Dirga sendiri yang mengajarinya, Dirga dengan tertawa menyetujui persyaratan itu.hanya dengan waktu satu bulan Dinda sudah mahir membawa mobil sendiri. Dirgapun juga membuatkan SIM buat sang istri.Dinda meneteskan air mata mengingat itu semua.Dinda menyeka air matanya lalu masuk ke dalam mobil. tak lama terlihat mobil bergerak meninggalkan rumah.


***


Ketika sampai di rumah orang tuanya Dinda memasukkan mobilnya kehalaman rumah orang tuanya. Terlihat rumah masih sepi. Setelah memarkirkan mobil Dinda membawah sang buah hati berjalan masuki rumah.


"Asalamualaikum...." ucap Dinda memberikan salam.


"Walaikum salam ....." jawab sang bunda sambil berjalan kedepan.


"Eyang uti......" seru Exsal berlari menghampiri bu Nuning ketika melihat neneknya keluar.

__ADS_1


"Aduh....cucu uti datang...." seru bu Nuning sambil Membawah sang cucu dalam pelukannya serta menciumi sang cucu dengan gemasnya.


"Uti....jangan cium Exsal.....Exsal uda besar Uti..." protes Exsal ketika menerima ciuman dari bu Nuning.


"Ulu....ulu.....cucu uti uda besar to.....?"tanya bu Nuning sambil mencium Exsal kembali dengan gemas.a


"Stop Uti..! Exsal nggak mau...." ucapnya sambil mendorong muka sang nenek. merekapun tertawa melihat tingkah Exsal. mendengar keributan di luar Ayah dan Sela keluar.


"Waaah...cucu akung datang ya.....?" ucap Pak Damar sambil mendekati mereka.


"Halo keponakan tante yang cakep...." seru Sela mendekat.


"Ayo sayang salim sama kakung dan tante.."


ucap Dinda pada sang putra . Exsalpun mengulurkan tangannya pada pak Damar dan Sela lalu mencium tangan mereka. merekapun masuk kedalam rumah.


"Ndok...kamu menginap kan.....?"


"Iya Bun.....oh ya Dinda tadi bawa masakan dari rumah Bun...."


"Kok bawa- bawa masakan segala to ndok.."


ucap bu Nuning .


"Sebenarnya nggak ada rencana kesini tadi bun, tapi tu si kecil yang ngajak katanya kangen sama eyangnya.." terang Dinda.


"Ya udah kita makan bareng- bareng yuk.." ucap sang bunda sambil berjalan ke meja makan di ikuti Dinda Sela serta pak Damar.


ketika sampai di meja makan ternyata bik Sumi telah menata makanan di atas meja.


"Waah bayak banget makanannya ndok..?" tanya pak Damar ketika melihat masakan yang di bawah Dinda.


"Tadi Dinda ngilangin suntuk Yah..tanpa sadar Dinda buat makanan banyak, untung Exsal ngajak Dinda kesini Yah...kalau tidak mungkin baru besok makanan itu habis.." ucap Dinda sambil tersenyum . merekapun duduk dan makan bersama.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2