Kebahagiaan Yang Tertunda

Kebahagiaan Yang Tertunda
BERTEMU PAPA KEMBALI.


__ADS_3

Sesampainya di rumah , Dinda segera masuk kedalam rumah bersama Raka. Ketika sampai di ruang tamu Dinda melihat sang putra sedang bermain dengan pak Giman. Exsal asik menggambar di buku gambar yang baru kemaren Dinda beli. Ketika mendengar pintu terbuka dan langkah orang , Exsal menatap kearah orang yang masuk. Sekejap dia tertegun ketika melihat kehadiran Raka. Dia menatap wajah Raka tak percaya.


"Sayang...." ucap Raka.


'Papa ..... " dalam sekejap Exsal berlari dalam pelukan Raka. Raka pun membelai kepala Exsal yang ada dalam dekapannya. Terdengar Exsal menangis.


"Pa kenapa papa nggak menemui Exsal...? Papa benci Exsal ya...?Exsal kangen Papa...." ucap Exsal masih dalam pelukan Raka .


"Papa sibuk sayang, papa nggak benci Exsal kok malahan sayang banget.... Lagian sekarang papa kan sudah ada di sini sayang...." jawab Raka sambil mengusap punggung Exsal. Exsalpun menatap wajah Raka sambil mengusap air matanya.


"Kenapa Papa nggak ikut kita pindah..." serunya kembali. Raka yang mendengar pertanyaan Exsal menatap Dinda. Dinda pun kaget mendengar pertanyaan Exsal pada Raka


"Sayang.... Papa nggak ikut kita pindah karena papa sibuk , kalau papa ikut kita lalu siapa yang menjaga Oma Fita di sini....?" jawab Dinda menjawab pertanyaan Exsal pada Raka.


"Benarkah Pa...."tanya Exsal pada Raka seakan tak percaya.


"Benar sayang.... Tapi sekarang papa nggak akan jauh- jauh lagi dari Exsal. Papa akan selalu bersama Exsal dan mama... " jawab Raka sambil tersenyum


"Papa janji....?" ucap Exsal lagi Sambil.menunjukkan jari kelingkingnya.


"Papa janji sayang.... " jawab Raka sambil menautkan jari kelingkingnya pada jari kelingking Exsal. Merekapun duduk bersama di ruang keluarga.


"Pa Dinda tinggal dulu ya , Dinda mau mandi dam solat..." ucap Dinda.

__ADS_1


"Iya Din....."


"Papa nggak solat juga...?"tanya Dinda sambil berdiri.


"Bajuku agak kotor....." jawab Raka.


"Mau memakai pakaian almarhum mas Dirga....?" tanya Dinda perlahan.


"Boleh kalau ada...." jawab Raka dia juga sudah Rindu pada sang sahabat. Dulu ketika mereka masih muda mereka sering bergantian baju. Dinda berjalan kekamarnya untuk mengambilkan baju dan sarung buat Raka solat. Dinda kembali dengan membawa baju koko dan sarung serta sajadah buat Raka.


"Ini pak...bapak bisa solat di kamar Exsal..." ucap Dinda sambil menyerahkan barang yang ia bawa.


'Trimakasih Ma... Sayang papa solat dulu di kamar Exsal, Exsal mau ikut apa nunggu di sini.... ?" tanya Raka pada Exsal .


"Sayang jangan ganggu papa solat ya.." ucap Dinda ketika melihat Raka kembali menggendong Exsal.


"Beres Ma...."seru Exsal membuat Raka dan Dinda tertawa. Merekapun berjalan menuju kamar . Setelah mandi dan solat Dinda keluar dari kamarnya. Dinda berjalan menuju Dapur, ketika sampai di dapur Dinda bertemu dengan bik Sumi yang sedang menghangatkan makanan.


"Bik masakan sudah siap .. ?" tanya Dinda.


"Sudah Non.... " jawab Bik Sumi. Mereka pun menata hidangan di meja makan. Tak lama terlihat Raka dan Exsal menuruni tangga.


"Sayang....sini kita makan yuk...." seru Dinda pada kedua orang itu. Mereka berdua berjalan mendekati Dinda.

__ADS_1


"Yang...aku mau tiap hari seperti ini..


Selalu makan bersama dengan kalian berdua.... " ucap Raka bahagia. Dinda yang mendengar pembicaraan Raka hanya tersenyum.


"Sayang kita percepat pernikahan kita ya..?" kata Raka sambil menatap Dinda genit. Dinda yang mendengar perkataan Raka menjadi malu. Terlihat wajah Dinda yang memerah. Raka senang melihatnya.


"Pa...ada Exsal...." jawab Dinda.


"Kenapa ....? Nggak apa-apa kan sayang


Exsal..Exsal mau nggak jika Papa di sini bersama Exsal.... ?" tanya Raka memandang Exsal dengan wajah lucunya.


"Maksud papa....?" tanya Exsal tak mengerti.


"Maksud Papa, .. Papa dan Exsal serta Mama tinggal bersama.." terang Raka.


"Tinggal bersama..... ? Papa nggak pulang- pulang...?" tanya Exsal .


"Iya sayang.. Tinggal sama Exsal selamanya....?" jawab Raka.


"Mau....mau pa....Exsal senang kalau Papa terus bersama Exsal..." teriak Exsal kegirangan .


"Tu kan Ma.... Exsal Suka..." ucap Raka sambil memandang Dinda dan tersenyum menggoda. Wajah Dindapun semakin merah. Dan Raka tertawa bahagia melihat wajah Dinda semakin merah. Untuk mengalihkan pembicaraan Dinda meminta mereka segera makan.

__ADS_1


.


__ADS_2