Kebahagiaan Yang Tertunda

Kebahagiaan Yang Tertunda
BERTEMU VIKA.


__ADS_3

Dinda dan Dirga menikmati makan siang mereka sambil berbincang -bincang. keheningan restoran tiba- tiba terusik ketika tiga gadis yang cantik- cantik dengan dandanan yang bak artis masuk .tentusaja kecantikan mereka mengundang mulut- usil didalam restoran.tiba- tiba salah satu dari mereka menghampiri meja Dinda dan Dirga.


"kak Dirga kau disini....?" tanya gadis itu sambil memeluk Dirga dari belakang. tentus saja membuat Dirga kaget .Dinda pun tak kalah kagetnya tapi setelah dia melihat siapa yang memeluk Dirga dia jadi tersenyum geli.


yaampun....kenapa sich setiap bertemu dengan gadis ini aku selalu dalam keadaan sedang makan....batin Dinda.


"Hey...jaga kelakuanmu Vika....!" seru Dirga sambil melepaskan tangan Vika.


"Kenapa sich kak , aku kangen tau....." ucapnya masih sambil memeluk Dirga manja.


Dirga yang merasa risih masih berusaha lepas dari pelukan Vika.


"Vik tolong lepaskan pelukanmu atau aku akan bertindak kasar.....!" acan Dirga yang sudah gerah dengan perbuatan Vika.


Vika yang mendengar ancaman Dirga akhirnya melepaskan pelukannya.


"Kak Dirga kenapa sich jahat pada Vika..?"rengeknya manja. dan dia baru menyadari keberadaan Dinda.


"Hey...kau lagi kau lagi kenap sich kau lengket banget sama kak Dirga....bukankah kau sudah kuperingati agar kau menjauhi kak Dirga..!" teriaknya pada Dinda. kontan saja keributan itu jadi tontonan pengunjung restoran.


"Cukup....!" Dirga pun membentak Vika yang tidak melihat tempat dimana mereka kini berada.


"Kenapa kak...kenapa kakak selalu membela si j****g ini ..?" teriaknya kesal.


"Karena dia calon istriku..."


"Kaaaak.....!" teriak Vika frustasi.


"Dia calon istriku, kami akan segera menikah."

__ADS_1


"Tapi kak ..kau tahu aku sangat mencintaimu"


"Sudah berapa kali kukatakan aku tidak pernah mencintaimu kau selalu mengejarku


aku tidak pernah memberikan harapan padamu ......" jelas Dirga jengkel.


"Lama- lama kau pasti mencintaiku jika tidak ada wanita j****g ini...!" jawab nya sambil menunjuk pada Dinda . Dinda hanya memperhatikan perdebatan itu dengan tenang.


"Jangan lagi kau menghina calon istriku, aku tidak mempersoalkan ketika kau menyakitinya dulu tapi jika sekali lagi kau melakukannya aku akan menggunakan jalur hukum walau kau putri atasanku...' ancam Dirga kembali.


"Ayo yang kita pergi..." ajak Dirga sambil menggandeng tangan Dinda meninggalkan restoran itu setelah membayar. Vikapun hanya bisa menghentak - hentakkan kakinya dengan marah, Dia memang tidak melihat kejadian ketika dihari ulang tahun Dirga ketika itu dia dan keluarganya pergi mengunjungi neneknya yang sedang sakit. jadi dia tidak tahu kalau Dinda kekasih Dirga walaupun dulu Durga sudah mengatakan kalau Dinda kekasihnya Vika pikir itu hanya kebohongan Dirga. Dirga pun membawa mobilnya meninggalkan restoran dengan perasaan marah. Dinda yang melihatnya menghibur Dirga .


"Mas...Udahlah jangan marah lagi....." bujuk


Dinda sambil memegang lengan Dirga.


"Jengkel mas Dek..,.sudah sering mas mengatakan padanya kalau mas nggak suka apalagi mencintainya .."


"Nggak sama sekali Dek....sejak pertama mas sudah menjauhinya karena mas tau dia suka sama mas..." jawab Dirga jengkel.


"Ya udah mas jangan marah lagi...nanti cepat tua lo....." bujuk Dinda.


"Dek, sebenarnya adek cinta nggak sich sama mas....?" tanya Dirga sambil menepikan mobilnya dan memandang Dinda lekat. dia merasa aneh melihat Dinda begitu tenang, dia tidak melihat wajah cemburu pada Dinda.


"Lo kok tanya seperti itu....?"


"Habis adek nggak ada cemburu- cemburunya tu....."


"Yeee siapa bilang adek nggak cemburu....apa lagi ketika mas di peluk tadi..."

__ADS_1


"Trus kenapa adek nggak marah...?"


"Karena adek percaya mas hanya sayang sama adek...."ucap Dinda sambil tersenyum.


"Benarkah....?"


"Hmmm. " Dinda hanya mengganggukkan kepala.


"Trimakasih sayang...."ucap Dirga sambil memeluk Dinda.


Tak slah aku memilihmu yang.......batin Dirga dalam hati. merekapun melanjutkan perjalanan ke rumah Dirga. akhirnya sampaikan mereka di kawasan perumahan elit . Dirga masuk ke sebuhan bangunan yang besar dan megah. setelah memarkirkan mobilnya Dirga mengajak Dinda memasuki rumahnya.


" Mas ini rumahmu ...?" tanya Dinda kagum.


"Rumah kita sayang...." jawab Dirga sambil memeluk Dinda dari belakang. mereka sedang berdiri diruang tamu. Dinda mengagumi dekorasi rumah Dirga. ditengah ruang tamu terdapat seperangkat kursi besar, terlihat ada beberapa kamar. agak masuk kedalam terlihat ruang dapur yang bersebelahan dengan meja makan .ditengah ruangan terdapat tangga yang menuju lantai dua yang terdapat dua kamar. sedang disisih tangga terdapat bunga dari plastik yang besar.


"Yang gimana rumah kita ....kau suka kan dengan rumah ini..?"tanya Dirga sambil membalikan badan Dinda hingga wajah mereka berhadapan.


"Suka banget mas....tapi dimanapun Dinda tinggal asal bersama mas Dirga Dinda suka kok..." jawab Dinda sambil tersenyum manis.


Dirga pun memandang wajah kekasihnya dengan bahagia. perlahan Dirga mencium bibir Dinda dengan mesra. ketika Dinda merespon ciuman Dirga , diapun lebih memoerdalam ciumannya . hingga Dinda hampir kehabisan nafas baru Dirga nelepasnya.merekapun saling tersenyum.


"Kau bisa mendekorasi ulang rumah ini sesuai kesukaanmu yang....." ucap Dirga mesra , Dindapun hanya mengiyakan dengan anggukan kepala.


"Dek jangan pernah tinggalin mas ya..."


"Nggak akan mas....."


Trimakasih sayang..." merekapun melanjutkan melihat- lihat rumah yang akan jadi tempat tinggal mereka. tak terasa haripun menjelang sore, akhirnya Dirga mengantarkan Dinda pulang

__ADS_1


.


BS


__ADS_2