Kebahagiaan Yang Tertunda

Kebahagiaan Yang Tertunda
TERBONGKAR 2.


__ADS_3

Jam 7 malam Raka dan Hari sudah berada di depan rumah Rendy, dia merapikan pakaiannya lalu mengajak Hari masuk ke dalam rumah. Setelah bel pintu berbunyi tak lama seseorang membukakan pintu.


"Hay sayang kau datang.....!" seru Sindy gembira sambil berjalan ingin memeluk Raka.


"Jaga Sikapmu Din....." seru Raka dingin.


"Kenapa sich Ka ... ?Aku kan ingin memeluk kekasihku.... Kau kesini akan melamarku kan...?" ucap Sindy gembira.


"Mana kakak dan kedua orang tuamu ?"


tanya Raka sambil berjalan masuk ke dalam rumah dan diikuti Hari.


"Nach benar kan kau akan melamarku " ucap Sindy percaya diri.


"Sudah lah jangan cerewet panggil saja mereka...." jawab Raka dingin.


"Ada apa sich Ka.... Bukankah kamu kesini ingin melamarku.... ?" tanya Sindy dengan wajah kesal .


"Cih...percaya diri sekali kau...sudahlah cepat kau panggil mereka..!" hardik Raka.


.


"Baiklah silahkan kalian duduk aku panggil mereka..." jawab Sindy dengan wajah agak curiga. Sebelum masuk Sindy menatap kembli Raka yang sudah duduk di sofa ruang tamu bersama Hari. Ada apa ini kok kayak ada yang aneh...tapi....tidak tidak mereka tak akan pernah tahu apa yang telah terjadi batin Dinda sambil berjalan untuk memanggil kakak dan kedua orang tuanya. Tak lama Sindy kembali bersama Rendy dan mama papanya.


"Hey Ka apa kabar.....?" seru Rendy pada Raka.


"Baik Rend.... Aku harap kalian juga begitu..." jawab Raka dingin.


"Oh ya nak ada apa kau datang kemari ingin menemui kami.....?" tanya pak Betran pada Raka.

__ADS_1


"Saya hanya ingin mengingatkan apa yang kalian ucapkan padaku jika Sindy macam- macam lagi pada kami aku bisa bertindak apapun padanya kalian ingat itu.....?" ucap Raka datar .


"Iya nak...kami ingat itu...." jawab pak Betran lagi.


"Dan apakah kalian ingat janjin kalian untuk menjauhkan dia dari kami.....?" tanya Raka dengan emosi.


"Iya kami ingat...." jawab Rendy sambil memandang Raka penuh tanya.


"Tapi kenapa tidak kalian lakukan.....!" teriak Raka penuh marah. Rendy dan kedua orang tuanya kaget melihat kemarahan Raka.


"Ka sebenarnya ada apa ini...?" tanya Rendy .


"Tanyakan pada adik kesayanganmu itu hingga membuat aku kehilangan orang yang aku cintai..." jawab Raka sambil menatap Sindy penuh kemarahan. Sindy yang sejak tadi sudah merasa ada sesuatu dengan kedatangan Raka kini menjadi takut. Jangan- jangan perbuatannya sudah diketahui tebak Sindy dalam hati.


"Apa maksudmu....?" tanya Rendy kembali dengan wajah penuh pertanyaan .


"Kalian lihat sendiri apa yang dia lakukan...Har berikan vidio itu pada mereka...." ucap Raka datar menahan emosi. Hari pun memperlihatkan vidio yang ada di dalam Hp nya juga rekaman CCTV yang sudah dia masukkan kedalamnya. Rendy dan keluarganya melihat rekaman itu. Setelah melihat rekaman itu wajah mereka menjadi merah karena marah. Mereka memandang Sindy tak percaya. Sindy yang mendapat tatapan dari aku keluarganya menjadi pucat. Dia sadar kalau rahasianya telah terbongkar.


"Kenapa....? Apakah perbuatanku salah....?wanita ja***g yang suka merayu pria,itu pantas buat dia , kenapa kalian membela pe****r murahan itu... Janda yang tak tahu diri itu...?" teriak Sindy marah.


Plaak.....


Tiba- tiba Rendy menampar Sendy dengan keras.


"Kak.....!' teriak Sindy ketika merasa pipinya panas kena tamparan Rendy.


"Apa...! kau mau bilang apa....! Sind kakak nggak pernah menyangka kau selicik ini, perbuatanmu telah melampaui batas dek.... memang salah kami telah terlalu memanjakanmu hingga tingkahmu seperti ini...!" teriak Rendy marah.


"Kak kenapa kau membela Su***l itu p*****r murahan yang telah merebut kak Dirga dariku sekarang pun kak Raka dia rebut, aku yang harusnya kau bela kak..!" teriak Sindy kalap.

__ADS_1


Plaak.....


Ternyata pak Betran juga menampar Sindy. Dia sangat marah pada Sindy yang tak merasa bersalah atas perbuatannya.


"Sind....papa tak pernah menyangka kamu selicik ini.... Papa tak pernah mengajarkan mu perbuatan yang melanggar hukum nak....kau sudah keterlaluan kau menyakiti orang yang tak bersalah....." ucap pak betran dengan air mata yang menetes. Bu Betran pun menangis melihat tingkah putrinya.


"Ha...ha..ha..Kenapa.....? Apakah aku salah jika aku ingin membunuh pe****r itu.... Seharusnya dia mati dan kau kak Raka kenapa kau lebih memilih janda beranak itu dari pada aku yang masih lajang yang lebih segalanya dari dia..apa sich kelebihan dia, apa kekurangan ku hingga kau lebih memilih dia ....!" teriaknya marah.


"Sind kau salah...dia tidak pernah merebut Dirga darimu , dia juga tidak pernah merebut Raka darimu karena Dirga dan Raka hanya nenganggapmu sebagai adik ....seperti kak Rendy Sind..." ucap Rendy menjelaskan.


"Tidak kalian bohong....kakak bohong...


Kak Dirga dan kak Raka mencintai Sindy sebagai kekasih tapi karena rayuan perempuan pe****r itu mereka meninggalkan Sindy....!" teriak Sindy kalap.


"Rend sudahlah....kalian percuma menjelaskan pada Sindy dia tak akan bisa mengerti karena aku sudah berulangkali mengatakannya. ...." ucap Raka yang sejak tadi melihat pertengkaran Rendi Sindy dan Papanya.


"Ka perbuatan sindy memang sudah keterlaluan , sekarang terserah kamu.....kami pasrah apa yang akan kau lakukan pada Sindy kami sudah tak mampu menasehatinya...." ucap Pak Betran pasrah. Mereka tak pernah nenyangka Sindy bisa berbuat seperti itu. Rakapun menyuruh Hari untuk membawa Sindy ke kantor polisi. Sindy berteriak - teriak dengan kalap. Rendy dan kedua orang tuanya hanya bisa memandang dengan iba.


"Maafkan aku Rend Om terpaksa ini aku lakukan. Seandainya dulu kalian tak meminta kebebasannya mungkin aku tak akan pernah kehilangan orang- orang yang aku cintai.... "Ucap Raka sedih.


"Kami minta maaf Ka.... Kamipun tak menyangka Sindy bisa seperti ini..." ucap Rendy sedih.


"Baiklah aku mohon diri semoga ini bisa menjadi pelajaran buat kita.." ucap Raka


"Sekali lagi aku minta maaf padamu Ka... katakan pada kami jika kau membutuhkan pertolongan kami " ucap Rendy.


"Iya sekarang kami mohon diri Asalammualaikum....."


"Walaikum salam......." mereka pun lalu pergi meninggalkan Rumah Rendy.

__ADS_1


"


"


__ADS_2