Kebahagiaan Yang Tertunda

Kebahagiaan Yang Tertunda
MUSUH DINDA.


__ADS_3

Dinda keluar dari lift bersama rekan kerja yang lain dengan cepat dia melangkah keluar perusahaan. Terlihat mobilnya sudah menunggu di pintu gerbang.


"Mama....." suara yang sangat ia kenal berteriak dari arah mobil. Terlihat Exsal melambaikan tangannya sambil berdiri bersama pak Giman di sebelah mobil. Dindapun membalas lambayan tangan itu dan berjalan cepat menghampiri sang buah hati.


"Sayang......" serunya sambil mengangkat Exsal dan mencium pipi montoknya.


"Hmm..harum banget anak mama.." seru Dinda tetap menciumi Exsal


"Stop mama....' seru Exsal sambil memegang kedua pipi Dinda.


"Kenapa..." tanya Dinda memandang wajah sang buah hati.


"Mama acem....." jawab Exsal kemudian tertawa menggoda sang mama.


"Hey....kau mulai bisa menggoda mama ya....."seru Dinda lalu menggelitik perut Exsal.


"Ampun...ampun ma...."teriak Exsal tak berhenti tertawa. Dindapun menghentikan tangannya yang menggelitik Exsal.


"Baiklah kita pulang yuk...." ajak Dinda .


"Ok mama Exsal ....." ucap pria kecil itu sambil memeluk leher sang mama.


"Pak Giman kita pulang..." Dindapun masuk ke dalam mobil.


"Baik Non..."Pak Gimanpun masuk ke mobil dan menjalankan mobil meninggalkan perusahaan. Tanpa mereka sadari Raka yang berdiri tak jauh dari mereka memperhatikan interaksi mama dan anak yang terlihat begitu indah.


Din aku semakin ingin memilikimu, aku

__ADS_1


Ingin memiliki kalian berdua. Gumam Raka .


Hari yang ada di dalam mobil Raka tersenyum melihat Raka sedang memperhatikan Dinda yang sedang bergurau dengan putranya. Setelah mobil Dinda menjauh hilang dari pandangan Raka baru sadar kalau mobilnya sudah ada di sampingnya.


Diapun masuk ke dalam mobil.


"Serius amat bos....." ucap sang sahabat yang sekaligus asisten pribadinya. Raka hanya menanggapi pertanyaan Hari dengan senyuman. Hari yang melihat senyuman Raka dari kaca spion dalam mobil ikut tersenyum.


"Anda suka pada bu Dinda bos...." lanjutnya sambil menjalankan mobil meninggalkan kantor.


"Iya Har....sejak pertama kali aku ketemu dia aku sudah jatuh cinta padanya..." Raka berkata jujur pada sang sahabat.


"Waa...itu namanya cinta pada pandangan pertama bos...." kelakar Hari


"Mungkin juga iya Har....."jawab Raka.


"Banyak saingan...."


"Iya...kulihat di kantor banyak yang suka padanya.." jawab Hari sambil menatap Raka dari kaca spion.


"Masak sich...."


"Iya .....aku sering mendengarkan perbincangan mereka...akupun salah satu dari mereka..." jawab Hari.Raka yang mendengar perkataan Hari memandangnya dengan garang.


"Jangan macam- macam kau Har.."seru Raka mengancam. Hari pun tertawa keras.


"Iya dech....mana berani aku bersaing dengan mu bos..." jawab Hari.

__ADS_1


Andai sainganku bukan kau aku pasti akan berusaha mendapatkannya bos..batin Hari.


"Tapi bos sepertinya bu Dinda ada musuhnya tu...." lanjut Hari.


"Musuh...?" tanya Raka antusias.


"Iya....salah satu karyawanmu sering menjelek- jelekkan bu Dinda...tapi untung banyak karyawan yang suka padanya jadi mereka membela dia." terang Hari.


"Siapa dia...?" tanya Raka penasaran sekaligus marah karena ada yang memusuhi orang yang iya cintai.


"Yuli dari bagian keuangan..." terang Hari.


"Kenapa dia membenci Dinda....?" Raka semakin penasaran.


"Kabarnya sich dulu dia ingin jadi sekertaris menggantikan bu Sinta sekertaris papamu dulu ,tapi bertepatan dengan bu Dinda melamar kerja pada bapak dan bapak menunjuk Dinda sebagai sekertarisnya, maka itu dia merasa Dinda yang menghalangi karirnya apa lagi sekarang dia lebih marah dan cemburu..." terang Hari panjang kali lebar.


"Lo emang kenapa....?" tanya Raka.


"Dia suka padamu.....semua orang tahu Ka....dia tergila- gila padamu..." jawab Hari sambil menghentikan mobil di pinggir jalan dan menatap Raka dengan mimik wajah yang lucu. kontan saja dia mendapatkan tatapan tajam menakutkan dari Raka. Haripun tertawa keras dan menjalankan kembali mobilnya.


"Apakah Dinda tahu Har.....?" tanya Raka khawatir.


"Sepertinya Dinda sudah tahu Ka...." Raka menjadi cemas mendengar perkataan Hari.


"Har kau harus menyelesaikan masalah ini secepatnya kalau keterlaluan pecat saja dia aku tidak ingin terjadi sesuatu pada,Dinda .." perintah Raka pada Hari .


"Baik bos...." jawab Hari. Tak terasa mobil mereka sampai di rumah kediaman Raka. Hari pun memasuki halaman rumah mega tersebut. setelah mobil telah terparkir di garasi Raka pun keluar dari mobil dan berjalan masuk ke dalam rumah megah tersebut.

__ADS_1


.


__ADS_2