
Tiga bulan sudah hidup rumah tangga Raka dan Dinda. Setelah kepulangan mereka dari berbulan madu tanpa Exsal Raka merasa hidupnya penuh dengan kebahagiaan. Mereka berdua mendapat kado dari Pak Wijaya tiket bulan madu ke Itali. Mulanya mereka akan membawa serta Exsal tapi para orang tua melarang , dengan terpaksa mereka berangkat ke Itali hanya berdua. Selama satu minggu mereka menikmati masa honymoon mereka penuh kebahagiaan .
Setelah satu minggu mereka di Itali Raka dan Dinda segera pulang, karena Dinda tak tahan terlalu lama meninggalkan Exsal. Satu minggu sudah berlalu dari kepulangan mereka dari Itali Raka dan Dinda sudah aktif lagi Di kantor. Dinda yang bekerja di kantor pusat yaitu di kantor pak Bima karena permintaan Raka yang tak mau berpisah dengan sang istri. Saat ini mereka sedang di kamar . Dinda sedang membetulkan dasi sang suami .
"Yang jangan lupa nanti sore kita akan pergi ke rumah Papa...." kata Raka sambil menatap sang istri yang sedang merapikan dasi dan jas kerjanya.
"Iya mas... Dinda nggak lupa kok.." jawab Dinda sambil menatap penampilan sang suami. Raka memeluk pinggang Dinda.
"Yang rasanya aku seperti mimpi dech sekarang kau ada di depanku...."
"Benarkah....? Jangan lebay dech mas.." rajuk Dinda.
"Beneran sayang.... Tahu nggak ketika mas adik tinggal dulu rasanya mas hidup kehilangan separuh nyawa mas.." ucap Raka.
"Maafkan Dinda mas..... " sesal Dinda.
"Tapi salah mas juga...." lanjut Dinda.
"Iya sayang mas juga salah nggak cerita tentang si Sindy pada mu....'" jawab Raka lalu mencium dahi Dinda.
__ADS_1
"Kalau gitu kita saling memaafkan ya sayang...." lanjut Raka.
"Iya mas... Dinda minta di belakang hari nanti kalau ada sesuatu kita harus menyelesaikan dengan keterbukaan " ucap Dinda.
"Iya sayang.... Dan satu aku mohon jangan sampai adik tinggalkan mas lagi apapun yang terjadi, Mas nggak akan sanggup hidup tanpa Dirimu yang...." jawab Raka.
"Iya mas Dinda janji nggak akan pernah Ninggalin mas lagi...." jawab Dinda. Rakapun mencium bibir sang istri.
"Uda mas ayo kita berangkat, Dinda mau mendaftarkan Exsal sekolah TK.." Ucap Dinda setelah Raka melepas pelukannya.
"Baik... Biar mas anter kalian kesana.."
Seru Raka sambil berjalan mengikuti Dinda keluar dari kamar. Merekapun berjalan bersama ke rung makan. Ketika sampai di sana terlihat Exsal yang sudah rapi di suapi bik Sumi.
"Pagi Ma Pagi Pa...." jawab Exsal lalu mendapatkan ciuman dari sang Mama dam Papa.
"Kau sudah siap sekolah sayang...?" tanya Raka.
"Sudah Pa..." jawab Exsal semangat.
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu setelah makan kita berangkat..." ucap Raka.
"Papa ikut....? Tanya Exsal .
"Iya sayang sekalian nganter mama ke kantor...." jawab Raka.
"Horee....!" teriak Exsal gembira.
Raka dan Dinda tersenyum melihat kebahagiaan sang putra. merekapun segera menyantap sarapan pagi mereka. Setelah selesai sarapan pagi mereka segera berangkat . bik Sumi ikut karena akan menjaga Exsal di sekolah. mobil merekapun segera meninggalkan rumah setelah sebelumnya Dinda berpesan pada pak Giman untuk menyusul Exsal dan bik Sumi ketika mereka nanti pulang. mereka memang masih tinggal di kediaman Dinda karena rumah yang Raka punya masih di renovasi. karena selama ini Raka tinggal di apartemen atau di rumah sang mama. tapi karena sudah berkeluarga maka Raka akan membawa istri dan putranya ke rumahnya sendiri. tak berapa lama sampailah Raka dan Dinda di Sekolah TK Exsal. mereka berdua membawa Exsal untuk mendaftar. ketika mereka memasuki halaman sekolah mereka menjadi pusat perhatian orang tua murid yang sedang menunggui putra mereka. Ketampanan Raka dan kecantikan Dinda di manapun mereka berada selalu jadi pusat perhatian. merekapun melangkah menuju ruang kantor kepala Sekolah. sesampainya di sana mereka di sambut dengan ramah oleh kepala sekolah. setelah Raka dan Dinda selesai mendaftarkan Exsal mereka segera berpamitan pada Exsal dan bik Sumi. Raka menggendong Exsal
"Sayang... Papa dan Mama berangkat kerja dulu ya...Exsal berani kan di tungguin sama bik Sumi....?" tanya Dinda agak khawatir karena baru sekarang dia meninggalkan Exsal di luar rumah hanya di temani bik Sumi.
"Iya Ma, Exsal berani kok...." jawab Exsal yang masih dalam gendongan Raka.
"Siapa dulu... jagoan Papa..." seru Raka sambil mencium pipi Exsal. Exsal tertawa mendapat ciuman dari sang Papa.
"Bik nanti kalau sudah pulang telfon pak Giman agar di jemput bik..." ucap Dinda pada bik Sumi.
"Iya Non...." jawab Bik Sumi.
__ADS_1
"Ya udah sayang Mama sama Papa berangkat dulu ya...." ucap Dinda sambil mencium pipi Exsal yang masih dalam gendongan Raka. Rakapun ikut mencium Pipi Exsal dan menurunkan Exsal dari gendongannya. merekapun segera meninggalkan Exsal dan bik Sumi dan berjalan menuju mobil mereka untuk segera berangkat ke kantor.
Bersambung.