Kebahagiaan Yang Tertunda

Kebahagiaan Yang Tertunda
KEBINGUNGAN DINDA.


__ADS_3

Sudah hampir dua bulan semenjak kepergiannya kerumah mertuanya dinda masih teringat perkataan mereka . kala itu mereka sedang duduk bersama diruang keluarga, mereka sedang berbincang- bincang sambil menonton TV. Exsal yang sudah tidur berada di kamar .


"Din kapan kau bekerja di perusahaan papa nak....?" tanya pak Bima sambil menatap menantunya.


"Secepatnya pa.....tapi jangan sekarang pa Dinda masih punya tanggung jawab yang masih harus Dinda selesaikan di perusahaan pak Wijaya " jawab Dinda pelan.


"Iya nak ....Din selain Tia kau juga mempunyai tanggung jawab di perusahaan papamu Din..." tambah bu Susi.


"Iya ma Dinda tahu berilah waktu sedikit buat Dinda ma pa..." jawab Dinda.


"Baiklah Din kalau memang itu maumu tapi jangan lama - lama..." ucap pak Bima tegas.


"Iya Din kau tidak kasihan sama aku..?" ucap Tia yang duduk di sebelahnya menimpali.


"Iya sayang cu....sabar ya...." jawabnya sambil memeluk sang sahabat yang juga adik iparnya.


"Oh ya Din kau ada hubungan ya sama kak Raka....?" tanya Tia tiba - tiba.


"Hey tidak....nggak ada hubungan apa - apa di antara kami..." seru Dinda.


"Tapi sepertinya dia mencintaimu nak.." ucap sang mama mertua.


"Nggak ma kami nggak punya hubungan apa - apa, kami sebatas bos dan anak buah ma..." ucap Dinda cepat .


"Jikapun ada kami ikut senang Din..." ucap bu Susi bijak.


"Nggak ma Dinda belum bisa menggantikan mas Dirga dengan pria lain ma....." jawab Dinda dengan wajah sendu.


"Nak jangan seperti itu....kami tahu cintamu pada Dirga , kami sangat bangga nak...tapi lihat putramu, dia masih memerlukan bimbingan seorang papa,kasihan Exsal Din....kami lihat dia menyukai Raka dan Raka pun sepertinya sangat menyayangi Exsal apa salahnya kau memberi kesempatan padanya nak" nasehat pak Bayu.


"Tapi Dinda belum sanggup pa..." ucap Dinda sambil meneteskan air mata. Dia teringat pada sang mendiang suaminya.


"Baiklah tapi kau fikirkan lagi nasehat kami nak.... apapun pilihanmu kami mendukungmu tapi kami mohon pertimbangkan saran papa nak..." ucap pak Bima kembali.


"Baik pa...."jawab Dinda lesuh.


"Pa ma sudah malam Dinda masuk kamar dulu ya...." Dinda pamit masuk kekamar.

__ADS_1


"Iya nak tidurlah kami juga sudah ngantuk..." jawab pak Bima. Dindapun meninggalkan ruang keluarga diiringi tatapan kedua mertuanya dan Tia yang melihat kesedihan di wajah sang sahabat .


Dindapun menghela nafas mengingat pembicaraan dengan sang mertua.


"Gimana ini mas....aku masih belum sanggup menggantikanmu dengan pria lain di hatiku mas...apakah aku harus mengikuti saran kedua orang tuamu mas....ya Allah apa yang harus hamba lakukan.." ucap Dinda lirih. Dinda beranjak dari pembaringan Exsal. Dinda memang sedang tidur bersama Exsal. Tadi Exsal minta di temani tidur dan Dinda ikut tertidur setelah membacakan dua cerita pada sang buah hati. Dinda terbangun ketika dia merasa kehausan . setelah minumdari air yang di ambil dari teko yang ada di atas nakas disebelah tempat tidur Exsal Dinda tidak bisa lagi memejamkan matanya.


Dindapun melangkahkan kakinya memasuki kamarnya sendiri. Setelah berada di dalam kamar Dia berjalan masuk kekamar mandi untuk mengambil wudhu. Ia mau melaksanakan solat tahajud yang biasa ia lakukan di setiap malam, malam ini ia ingin menambah melakukan solat istiqharoh untuk meminta petunjuk pada Sang Kuasa . setelah melaksanakan solat dinda mengambil alquran dan membaca beberapa surat . setelah itu dia kembali tidur.


"Ma sini ma..." teriak Exsal di tengah tengah hamparan bungah di sebuah taman.


"Tu papa datang ma...." terlihat seorang pria yang berjalan dengan gagahnya kearah mereka. Dinda bingung kok Exsal memanggil papa , ketika orang itu sudah dekat Dinda kaget.


Ya Allah.... Dinda terbangun dari mimpinya.


Ya Allah mimpi apa ini....Dinda perlahan turun dan mengambil air minum di dalam gelas yang berada diatas nakas dan meminumnya hingga habis. Bayangan wajah Raka yang ada di dalam mimpinya kembali menghiasi pikirannya.


Ya Allah apakah ini tanda darimu atau karena aku tadi sebelum tidur memikirkan pak Raka. Dinda merasa pusing memikirkan mimpinya.


Lebih baik aku mandi saja agar pusingku berkurang. Dindapun berjalan kekamar mandi . dia mengguyur badannya di bawah sower. Setelah menyelesaikan ritual mandi Dinda membersihkan kamarnya sebelum menunaikan solat subuh karena di masjid masih terdengar lantunan ayat- ayat suci alquran.


Setelah menyelesaikan solat Dinda keluar dari kamarnya menuju kamar Exsal. Terlihat sang putra sedang tidur dengan nyenyak. Dinda pun perlahan menutup pintu kamar Exsal agar sang buah hati tidak terusik tidurnya. Dinda berjalan turun menuju dapur. Sespainya di dapur dinda melihat bik Sumi sedang mencuci beras.


"Iya Non...." jawab bik Sumi sambil memasukkan beras ke dalam magic com. Setelah menghidupkan alat penanak nasi itu, Buk Sumi mendekati Dinda yang sedang mengeluarkan sayuran dan daging dari kulkas.


"Non ada yang bisa bibik bantu non.." tanya bik Sumi sambil membantu Dinda membawakan sayuran ke meja dapur.


"Iya bik tolong kupaskan bawang bik.." perintah Dinda.


"Iya non..." jawab bik Sumi . merekapun sibuk memasak. Tak sampai satu jam selesai sudah masakan mereka. Dinda dan Bik Sumi masih sibuk menata di atas meja makan. Tiba- tiba terdengar bel pintu berbunyi.


"Non ada tamu...." ucap bik Sumi.


"Tolong bukain bik...siapa sich pagi- pagi udah bertamu...kata Dinda.


Bik Sumi pun berjalan menuju pintu depan. Tak lama bik sumi telah kembali dengan seseorang yang berjalan di belakangnya.


"Pak Raka....?" seru Dinda kaget ketika tahu siapa yang berjalan di belakang bik Sumi. Terlihat Raka dengan baju kerjanya setelan celana dan jas warna hitam serta dalaman baju putih yang membalut tubuhnya yang gagah membuat wajahnya semakin tampan .

__ADS_1


"Maaf Din mengganggu...." ucapnya .


"Ada apa pak....?" tanya Dinda heran . kenapa pak Raka sepagi ini sudah sampai di rumahnya.


"Aku ingin ketemu Exsal, aku kangen dia Din nggak apa- apa kan...." jawabnya.sambil memandang Dinda.


"Ooo....Exsal nggak apa- apa kok pak itu dia masih tidur...bapak mau ketemu dia..?" tanya Dinda sambil tersenyum.


"Boleh Din....?" tanyanya ragu.


"Bole lah pak....bapak sudah sering main di kamar Exsal..." jawab Dinda. Memang Raka sering bermain dengan Exsal jika dia memberi tugas pada Dinda. Dinda akan mengerjakan tugas itu di kamar kerja milik Dirga dulu, sedang Raka akan bermain PS dengan Exsal di kamar Exsal.


"Mari pak saya antar..." merekapun berjalan menuju kamar Exsal . sesampainya di kamar terlihat Exsal masih tidur. Raka menghampiri pembaringan Exsal .


"Maaf pak saya tinggal dulu...saya mau ganti baju...." kata Dinda ketika Raka duduk di pembaringan Exsal.


"Iya Din aku di sini dulu boleh kan.." tanya Raka .


"Boleh pak silahkan ...saya tinggal dulu.." ucap Dinda yang di jawab dengan anggukan oleh Raka. Dinda pun meninggalkan kamar Exsal dengan menutup pelan pintunya. Setelah selesai berganti baju dan berdandan Dinda keluar dari kamarnya. Ketika sampai di depan pintu kamar Exsal Dinda berpapasan dengan Raka yang sedang menggendong Exsal yang sudah terlihat habis mandi dan rapi. Terlihat tangan sebelah kiri Raka sedang menggendong Exsal sedang sebelah kanan memegang jasnya.


"Lo bapak sudah memandikan Exsal ?" tanya Dinda kaget.


"Iya Exsal udah mandi sama Om RakaMa...." jawab Exsal senang.


"Ya ampun pak....ini merepotkan bapak, trus baju bapak nggak basah...?" tanya Dinda khawatir.


"Nggak masalah kok Din...." ucapnya santai. Merekapun berjalan bersama menuruni tangga menuju meja makan.


Dinda mengajak Raka makan sekalian.


Raka yang sedang menggendong Exsal mendudukan Exsal di sebelahnya . terpaksa Dinda juga duduk di sebelah Exsal karena menyuapi Exsal. Dinda mengambilkan nasi dan lauk pauk buat Raka lalu memberikan padanya. Raka merasa bahagia dengan tersenyum dia menerima piring yang sudah terisi makanan. mereka bagai keluarga kecil yang bahagia. Bik Sumi yang melihat mereka tersenyum bahagia.


semoga mereka jadi keluarga batin bik Sumi.


Kemudian Dinda mengambilkan makan buat Exsal dan menyuapinya. Merekapun makan bersama.


Setelah makan Dinda berangkat kekantor bersama Raka karena Raka memaksa Dinda ikut dengannya . Exsal tidak mau di tinggal dia mau mengantarkan sang mama akhirnya Dinda menyuruh pak Giman mengikuti mobil Raka agar ketika sampai di kantor Exsal bisa pulang bersama pak Giman.

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2