
“Hooaammm." Seseorang merentangkan tangannya. Ia baru saja bangun dari mimpi indahnya, setelah perjalanan pulang dari pesta pernikahan sang mantan.
“Wangi sekali bau masakan ini.” Lena menghirup udara di sekitarnya. Sekarang sudah pukul 17.20, itu merupakan waktu untuk memasak makan malam.
Lena segera keluar menuju dapur. Seperti yang ia duga, di sana sudah ada sahabat baiknya sedang memasak. Ia membuat menu makan malam sop ayam, terlihat dari beberapa potongan wortel dan kentang yang belum dimasukkan ke dalam panci.
“Hai Lisa, maaf ya kamu menggantikanku memasak hari ini.” Lena merasa bersalah pada Lisa.
“Tidak masalah Len, kamu kan lagi kurang enak badan. Lisa menoleh ke arah Leni dan tersenyum.
Ia tahu bahwa Lena stress dan kelelahan karena mengalami masalah yang berat hari ini. Ditambah perjalanan pulang tadi yang memakan waktu satu setengah jam berada dalam kemacetan.
“Bagaimana kepalamu? Apakah pusingnya sudah hilang?” Tanya Lisa khawatir.
“Ya sekarang sudah sembuh setelah tidurku yang nyenyak. Apalagi tadi aku bermimpi ada seorang malaikat menggendongku ke kamar” Ucap Lena sambil tersenyum jahil.
Ia mengingat kembali hal lucu tadi ketika sampai di parkiran apartemen. Sebelum sampai diparkirkan, tiba-tiba saja Lena mendapatkan ide jahil untuk mengerjai sahabatnya itu.
Ia dengan sengaja tidak bangun ketika Lisa mencoba membangunkannya. Setelah beberapa menit Lena tidak bangun, dengan terpaksa Lisa menggendong Lena dipunggungnya.
“Dasar kebo, berat banget lagi” Lena mengingat jelas perkataan Lisa tentangnya. Seketika itu pula Lena membuka mata dan mulai menggeliat.
Lisa yang tidak siap pun, mencoba menyeimbangkan langkahnya hingga mereka terjatuh bersama dengan Lena berada di atas punggung Lisa. Sedangkan Lisa langsung meringis karena dahinya terbentur sofa yang ada di situ.
Seketika tawa Lena keluar, hal itu membuat Lisa memutarkan kepalanya pada Lena. “ kamu harus bertanggung jawab, besok kamu traktir aku makan mi ayam mang Edi didekat kampus.”
Oke deh, aku akan traktir mi ayam khusus buat kamu 2 mangkok." ucap lena yang masih tertawa kecil.
“Oke deal.”
“Deal.” Mereka berdua bersalaman.
“Sepertinya kamu memasak sop ayam 3 porsi, apakah Rani akan tidur disini malam ini?” tanya Lena mendekati Lisa.
__ADS_1
“Ya, dia mengirimiku pesan. Ia mengatakan bahwa akan tinggal disini selama 1 bulan.” Lisa memberikan 3 mangkok sop kepada Lena.
Apartemen ini disewa oleh mereka bertiga, tapi hanya Rani dan Lisa lah yang membayar sewanya. Sebenarnya Lena juga ingin ikut membayarnya, namun kedua sahabatnya tidak membolehkan dengan alasan bahwa lebih baik uang yang lena punya disimpan saja untuk membayar kuliah dan keperluan mendesak.
Kedua sahabatnya mengerti betul bahwa Lena tidak seperti mereka yang bisa meminta kapan saja uang kepada keluarganya. Kedua orang tua Lena telah tiada saat ia duduk di bangku sekolah menengah atas.
Ia bekerja sepulang sekolah hingga jam 10 malam. Ia berusaha menyimpan uangnya untuk bisa masuk dan kuliah di universitas yang ia targetkan.
Dengan tekad yang kuat dan kecerdasan yang ia punya, akhirnya Lena bisa masuk ke universitas yang ia inginkan selama ini bebas tes dan mendapatkan beasiswa full dari universitas.
Uang yang selama ini dia kumpulkan bahkan tidak pernah digunakan. Di sinilah awal pertemuan nya dengan kedua sahabatnya saat mendaftar ulang di universitas. Lena dan kedua sahabatnya mengambil jurusan bisnis dan manajemen disalah satu universitas ternama di kota tersebut.
Hingga akhirnya Rani mengusulkan bahwa mereka bisa tinggal bersama-sama. Lena sangat berterima kasih pada kedua sahabatnya, karena selalu ada dan membantu nya ketika ia sedang susah.
Oleh karena itu, terkadang ia menyempatkan membeli keperluan dapur untuk mereka bertiga dengan uangnya sendiri. Meskipun setelah itu, ia akan mendapat ceramah dari kedua sahabatnya.
“Assalamualaikum, princess Rani come back.”
“Wa ’alaikumsalam.” Ucap kedua orang tersebut.
“Biasa jomblo, nggak ada kerjaan cium sofa tadi.” Lena menimpali sambil cekikikan.
“Tadi siang aku habis angkat gajah, makanya kayak gini.” Sungut Lisa.
“Udah deh, yuk kita makan nanti sop nya dingin.” Lena mulai menuangkan sop ke dalam mangkok.
Rani yang melihat makanan kesukaannya tersebut pun duduk dan menyantapnya dengan lahap. Kedua sahabatnya hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah laku Rani yang seperti anak kecil. Setelah makan Lena merapikan meja dan mencuci piring kotor tersebut.
“Jadi? Apa yang akan kamu lakukan dengan janin ini?” Salah satu sahabatnya bertanya.
Malam ini mereka sedang berkumpul di ruang tamu membicarakan hal yang selama ini dirahasiakan kepada orang lain kecuali mereka bertiga.
“Aku akan menjaga janin ini, aku tidak akan tega untuk menggugurkannya.” Membuat kedua sahabatnya bernapas lega.
__ADS_1
“Syukurlah, aku pikir kamu akan menggugurkan janin tidak berdosa ini." Ujar sahabat nya yang lain sambil tersenyum senang.
“Tidak mungkin. Aku tahu ini akan berat untukku. Tapi aku akan tetap berusaha membesarkannya sendiri tanpa seorang ayah.”
“Semangat, kamu pasti bisa. Kami berdua akan selalu bersamamu. Dan jangan khawatirkan tentang biaya nya, karena kami akan memberikan yang terbaik buat keponakan kami. Iya kan, Lis?”
“Ya, itu sudah pasti. Kamu harus jadi anak yang baik ya? Jangan membuat mommy kamu dan aunty-aunty ini khawatir.” Lisa mengelus perut sahabatnya tersebut.
“Terima kasih banyak, kalian memang sahabat terbaik aku” ucap Lena sambil mengusap air mata yang keluar dan memeluk sahabat-sahabatnya itu.
Lena bersyukur dipertemukan dengan Lisa dan Rani. Sahabat-sahabatnya selalu ada menemaninya. Keduanya tidak malu berteman dengan Lena sedang mengandung. Sebaliknya kedua sahabatnya memberikan semangat hidup, untuk Lena.
Usia kandungan Lena sekarang dua bulan, meskipun tidak mual-mual seperti kebanyakan ibu hamil tetap saja permintaan mengidamnya aneh-aneh.
Pernah sekali dia meminta Rani dan Lisa memakai baju badut lalu menari-nari di taman yang pada saat itu berlangsung sebuah acara. Betapa malunya mereka ketika orang-orang berkumpul melihat mereka berdua menari.
Lena yang melihat pun hanya tertawa bahagia tanpa memikirkan perasaan sahabatnya. Namun mereka tetap senang, karena membuat Lena bisa tersenyum.
Kalian pasti sudah bisa menebak siapa ayah dari anak yang Ia kandung bukan? Lena hanya tidur dengan satu pria saja yaitu kekasihnya.
Dia adalah Farel Atmaja, mempunyai perusahaan besar dan hotel serta beberapa restoran di kotanya sekaligus kakak dari sahabatnya Rani.
Mereka telah menjalin hubungan selama tiga tahun, ketika lena berada di awal semester dan Farel berada disemester 8. Ranilah yang merupakan mak comblang bagi mereka berdua, kala itu ia selalu menggoda mereka berdua.
Farel yang merupakan senior Lena karena berada di jurusan yang sama, membuat mereka berdua selalu bertemu dan menjadi dekat satu sama lain. Hingga muncul perasaan suka dan sayang di antara keduanya.
Farel mencoba menyatakan perasaannya pada Lena, kala itu Farel melakukannya di dalam kelas Lena. Lena yang mempunyai perasaan sama pun menerima Farel dengan bahagia, meskipun ia juga malu karena ia ditembak di depan teman-teman satu jurusannya.
Hubungan mereka berjalan dengan baik, hingga memasuki empat tahun hubungan mereka, datang seorang wanita yang merupakan sahabat kecil Farel menghancurkannya. Segala upaya dia lakukan untuk membuat Lena berpisah dari Farel. Ia membuat Farel mulai mengubah sikapnya pada Lena.
Ia tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya, ia hanya melihat Sarah berada di tempat tidur dengan seorang pria yang ia cintai tanpa memakai sehelai benang pun. Di saat bersamaan pula, Farel bangun dan kaget melihat kekasinya berada di sana.
Lena yang awalnya ingin mengantarkan sarapan dan meminta maaf karena pertengkaran mereka sebelumnya pun langsung pergi meninggalkan mereka.
__ADS_1
Seminggu setelah itu hubungan mereka kembali baik, Farel meyakinkan Lena bahwa yang ia lihat bukan kejadian sebenarnya. Ia meyakinkan bahwa ia dan Sarah tidak melakukan hal seperti itu. Ia hanya mencintai Lena.