
Kini kandungan Dinda sudah menginjak 7 bulan . baru kemaren sukuran 7 bulanan adat jawa di laksanakan.
Keluarga Papa wijaya , keluarga Papa Bima juga Ayah dan Bunda semua datang di kediaman Raka. Mereka terlihat gembira melaksanakan adat istiadat jawa dalam syukuran 7 bulanan.
Seperti biasa setiap pagi setelah selesai solat berjamaah Dinda dan Raka akan berjalan - jalan keliling komplek perumahan elit itu . Raka selalu menggenggam erat tangan sang istri.
"Yang uda yuk kita pulang..." ajak Raka sambil mengelap peluh di kening sang istri.
"Baiklah ayuk...." jawab Dinda yang kini perutnya sudah membuncit.
"Yang ingat nanti siang kita pergi ke Rumah sakit untuk kontrol.." kata Raka mengingatkan jadwal kontrol Dinda.
"Iya mas Dinda ingat.... Oh ya kalau nanti mas sibuk biar Dinda sama Bik Sumi mas..." jawab Dinda.
"Nggak...nggak... Sesibuk apapun untuk kalian mas akan tetap berusaha..." seru Raka.
"Baiklah suamiku sayang...." jawab dinda sambil tersenyum. Merekapun berjalan kembali pulang. Setelah sampai di rumah Dinda memasuki kamar sang putra. Ketika sampai di dalam kamar terlihat Exsal masih di buai dalam mimpi . dengan perlahan dia mendekati Exsal. Dia duduk di sisi sang putra tidur. Di usapnya pipi tembem Exsal dengan lembut.
"Sayang.... Bangun sudah pagi lo...." ucap Dinda membangunkan sang putra.
Karena merasa terusik Exsal bangun dari mimpinya.
__ADS_1
"Mama...." gumamnya setelah membuka mata melihat sang Mama di depannya.
"Bangun sayang uda pagi ...." kata Dinda sambil mengusap lembut kepala Exsal.
"Iya Ma... " lalu duduk di pembaringan.
"Ayo mandi..." ajak Dinda.
"Exsal bisa mandi sendiri kok ma..."kata Exsal sambil beranjak dari tempat tidur dan berjalan ke kamar mandi.
'Benarkah..." tanya Dinda tak percaya, karena semenjak Dinda hamil dan mual bik Sumilah yang mengurusi Exsal .
"Iya ma..." seru Exsal dari dalam kamar mandi. Tiba- tiba bik sumi masuk.
"Iya Bik... Bik memangnya Exsal bisa mandi sendiri Bik...?" tanya Dinda penasaran.
"Iya Non... Sejak Non Dinda mual- mual Exsal tahu Non tidak bisa memandikannya jadi dia belajar mandi sendiri, bibik sebenarnya uda meminta untuk memandikannya Non, tapi den Exsal nggak mau ya akhirnya Bibik hanya bisa mengawasinya. Tapi mandinya bersih kom Non.." jawab Bik Sumi.
"Ya ampun.... Kasihan putraku.. Kalau begitu Dinda keluar dulu ya bik bibi bantu Exsal berpakaian...." ucap Dinda.
"Iya Non..." Dinda pun keluar dari kamar Exsal. Dinda berjalan masuk kekamarnya . sesampainya di sana dia melihat sang suami baru keluar dari kamar mandi.
__ADS_1
"Yang dari mana...?" tanya Raka yang hanya memakai handuk yng dililitkan di pinggang nya.
"Dari kamar Exsal mas..." jawab Dinda sambil mengambilkan baju ganti buat sang suami. Dinda mengambil kemeja putih dan celana hitam berbahan kain dari almari laku menaruhnya di atas tempat tidur. Dinda mengambil kemeja lalu memakaikannya pada sang suami.
"Yang kapan kau ambil cuti dari kantor Papa Bima...?" tanya Raka .
"Bulan depan mas, Tia bulan depan sudah bisa kerja sekalian aku minta berhenti..." ucap Dinda sambil mengancikan baju Raka.
"Benarkah....?" tanya Raka senang.
"Iya...." jawab Dinda sambil memasangkan dasi pada leher Raka.
"Kau memang istriku yang paling baik.." kata Raka sambil memeluk pinggang Dinda dan mencium bibir sang istri. Membuat Dinda terkejut dengan perbuatan Raka namun akhirnya membalas ciuman Raka. Tak berapa lama mereka mengakhiri ciuman mereka.
"udah dulu nanti nggak jadi kerja.." seru Dinda sambil melanjutkan membetulkan dasi Raka. Raka tertawa mendengar omongan sang Istri.
"Benarkah.... tapi bibirmu membuatku ketagihan sayang....andai sekarang nggak ada meeting aku pastikan kau tak lepas dari pelukanku yang..." ucap Raka sambil mencium kembali sekilas bibir Dinda.
"Idih mulai genit dech suamiku.. Dinda juga ada meeting sekarang , nach uda selesai mas turun dulu gih Dinda mau ganti baju..." kata Dinda lalu mengambil baju ganti untuk kerja.
"Baiklah kutunggu di bawah ya....?" ucap Raka.
__ADS_1
"Iya mas.... " seru Dinda dari dalam kamar mandi. Raka pun berjalan meninggalkan kamar. tak lama Dinda pun telah keluar dari kamar mandi dengan berpakaian agak longgar khusus buat orang hamil. Setelah merias wajah dengan riasan natural dan memoles bibirnya tipis Dinda segera keluar dari kamar.