
Dua bulan kemudian.
"Kenapa sich kalian keburu pindah....
mama masih ingin kalian bersama kami
apa kau nggak suka mendengar mama cerewet sayang....." kata bu Susi sambil
memeluk Dinda.
"Bukan begitu ma.... Ini kemauan Dirga kok...adek sebenarnya udah menolak tapi Dirga ingin hidup mandiri ma....."
Dirga menjawab pertanyaan mamanya karena takut Dinda yang disalahkan.
"Tapi kenapa buru- buru sich Ga...." ucap
Bu Susi kecewa.
"Dirga kan udah punya rumah sendiri ma..." jawab Dirga kekeh.
"Ma....biar aja mereka belajar hidup mandiri ma...itu yang memang harusmereka lakukan...." bela pak Bima pada istrinya.
"Iya jeng,..biar mereka mengerti menata hidup mereka.." sela bu Nuning. Yah..mereka lagi mengantar Dirga dan Dinda pindahan ke rumah Dirga sendiri.
"Iya ma....kami akan sering- sering ke rumah mama kok...." ucap Dinda menghibur mertuanya.
"Benarkah itu nak....?"
"Iya ma....Dinda janji dech..." ucap Dinda meyakinkan mertuanya.
"Baiklah kalau gitu ,Ga jaga istrimu baik- baik ingat itu Ga "
__ADS_1
"Iya ma...iya.." jawab Dirga sambil memeluk mamanya. Mereka akhirnya berpamitan.
"Nak jaga Dinda untuk Bunda ya...." ucap bu Nuning sambil memeluk Dirga .
"Pasti Bun...." jawab Dirga sambil tersenyum . akhirnya merekapun meninggalkan rumah Dirga. Setelah kedua keluarga itu meninggalkan rumah mereka Dirga dan Dinda membenahi rumah mereka.
"Mas nanti sore kita ke mall yuk...." ajak Dinda sambil memasukkan baju kedalam almari.
"Untuk apa yang......?"
"Beli kebutuhan sehari- hari..."
"Baik Ratuku....hamba siap melaksanakan tugas dari sang ratu.." ucap Dirga sambil memeluk istrinya dari belakang.
"Idiii lebay...."
" Eee bener lo sayang..." Dirga membalikkan tubuh Dinda hingga menghadap padanya.
"Ya ampuun sejak kapan suamiku seperti ini..."Dinda menaruh kedua lengannya di leher sang suami.
"Sejak aku mengenal Dinda Ayu Prasetyo..." jawab Dirga memandang wajah sang istri yang menjadi merah.
"Benarkah...."
"Benar sekali sayang......"
Mereka saling berpandangan perlahan Dirga menunduk mencium bibir merah sang istri. Perlahan akhirnya acara yang harusnya mereka berbenah rumah jadi di pending . mereka melaksanakan kewajiban sebagai sepasang suami istri. tak berapa lama merekapun terkulai lemas. Akhirnya mereka tertidur pulas sambil berpelukan. Sore hari mereka baru bangun .
setelah mandi dan solat serta merias wajanya secara natural Dinda membangunkan suaminya yang masih tidur dengan pulas.
"Mas....bangun....jadi nggak ke mall...?" ucap Dinda sambil menggoyang pelan tubuh sang suami.
__ADS_1
"Mas juga belum solat azhar lo....." lanjut Dinda sambil mencium pipi Dirga perlahan.
tiba -tiba Dirga memeluk Dinda dan menarik Dinda kembali tidur di sampingnya.
" aauu mas......" teriak Dinda terkejut.
"Mas...apa yang mas lakukan....adek udah mandi tau...." sungut Dinda . Dirga tertawa melihat wajah istrinya yang terlihat imut ketika mengerucutkan bibirnya.
"Mandi dulu sana gih...jadi nggak ke mallnya "
"Jadi dong......tapi cium dulu .."seru Dirga sambil menunjuk bibirnya.
"idiii suamiku kenapa sekarang manja banget ya..."ucap Dinda sambil menatap gemas sang suami.
"ayo cium dulu...." jawab Dirga manja.
"Baiklah...." akhirnya Dinda mencium bibir sang suami agar cepat- cepat mandi. setelah mendapatkan ciuman dari sang istri Dirga bangun dari tidurnya dan melangkah kekamar mandi. Dindapun menyiapkan baju yang akan di pakai sang suami. tak lama Dirga keluar dari kamar mandi. Dinda memberikan baju untuk solat. setelah solat dan berganti pakaian Dinda dan Dirga keluar dari rumah baru mereka menuju mall. ketika sampai di mall mereka menjadi pusat perhatian. Dirga yang gagah dan tampan berdampingan dengan Dinda yang cantik dan anggun. banyak wanita yang iri pada Dinda karena banyak yang tahu kalau Dirga adalah seorang aparat negara yang terkenal ketampanannya .
Setelah berbelanja kebutuhan sehari-hari Dirga dan Dinda memutuskan makan malam di restoran yang ada di dalam mall itu juga. setelah menyelesaikan makan malam mereka. Dirga dan Dinda memutuskan untuk kembali pulang .
"Mas nanti mampir di supermarket yang ada di depan komplek ya...." ucap Dinda di tengah perjalanan. karena Dinda ingat kalau tadi
belum beli beras.
"Emang ada apa yang....?"
"Maaf... adek lupa beli beras..."
"Ooo ya udah kita beli disana aja..." jawab Dirga sambil memegang tangan Dinda dan mencium punggung tangannya. Dinda tersenyum bahagia mendapat perlakuan seperti itu dari sang suami. sesampainya di rumah Dinda menata bahan makanan di dalam lemari es. sayur ikan buah- buahan serta minuman ringan ditaruh dengan rapi di dalam lemari es. sedang beras dan beberapa bubu dan mi instan serta minyak di tata rapi di dapur. Dindapun merasa lelah setela membeli beberapa kebutuhan sehari - hari mereka.sedang peralatan dapur memang sudah ada, mungkin mama Susi yang membelikannya ketika Dirga masih sendiri.
"bersambung dulu ya....terimakasih karena sudi membaca novelku.
__ADS_1