
Dengan anggun Dinda memasuki kantor PT. CGW dengan anggunnya. Dinda mendekati meja resepsionis.
"Ada yang bisa kami bantu bu....?" tanya seorang gadis yang ada di meja resepsionis.
"Maaf saya mau bertemu dengan pak wijaya mbak...." jawab Dinda sopan.
"Apa sudah ada janji bu....?" tanya gadis itu.
"Hay....ini mbak Dinda kan.....?"tanya seorang gadis ketika Dinda mau menjawab pertanyaan gadis itu yang bernama Rara yang tertera di name tag yang ada di dada kanannya .
"Iya ini aku sil....emang sisil udah lupa ya sama Dinda...?" ucap Dinda ketika melihat gadis yang menegurnya adalah Sisil gadis yang menjadi resepsionis ketika dia kerja dulu.
"Iya mbak...ya ampun mbak kalau mbak Dinda pakai hijab seperti ini cakepnya bukan main.." ucapnya sambil memeluk Dinda.
"Hey...jangan berlebihan deh Sil, ntar aku melayang lo..." ucap Dinda sambil membalas pelukan Sisil.
"Beneran dech mbak...." Sisil memperhatikan Dinda dari atas sampai bawah.
"Udah rayuannya sayang.....sekarang mbak mau ketemu sama pak Wijaya beliau ada nggak...?"tanya Dinda .
"Ada mbak....."
"Lagi nggak menerima tamu kan..." tanya Dinda kembali.
"Kayaknya nggak ada tamu kok mbak..."
"Ya udah mbak kesana dulu ya...." ucap Dinda sambil tersenyum pada Sisil dan Rara. Dinda pun berjalan meninggalkan meja resepsionis.
"Mbak Sisil dia siapa mbak....?" tanya Rara.
"Dia dulu kerja di sini ..tapi kayaknya dia mau kerja di sini lagi Ra...." ucap Sisil sambil memandang kepergian Dinda.
"Moga aja iya mbak...dia cantik banget mbak... kayaknya orangnya baik ya mbak....?" tanya Rara.
"Benar Ra dia baik banget ramah lagi, banyak yang suka padanya moga aja dia kerja lagi..."ucap Sisil berharap. merekapun melanjutkan pekerjaannya.
Sedang Dinda kini sudah sampai di lantai 10 tempat pak Wijaya. Setelah keluar dari lift Dinda melangkah kan kakinya ke ruang CEO. Ketika sampai di depan ruang CEO Dinda bertemu dengan Sinta sekertaris pak Wijaya yang kini sedang hamil besar.
"Selamat pagi mbak Sinta...." sapa Dinda ramah sambil mendekat ke Sinta.
"Hey Dinda...ya ampun dek mbak sampai pangling sama kamu...." ucap Sinta sambil memeluk Dinda dan disambut Dinda dengan senang.
"Masak sich mbak...?"
"Bener dek...kau tambah cantik..apa kabar..oh ya mbak ikut bela sungkawa ya atas kematian suamimu maaf mbak nggak bisa kesana.." ucap Sinta sambil memegang tangan Dinda.
__ADS_1
"Nggak apa- apa mbak Dinda mengerti "
jawab Dinda sambil tersenyum.
"Oh ya mbak pak Wijaya ada ....?" tanya Dinda.
"Ada dek langsung aja masuk...."
"Trimakasih mbak, Dinda masuk dulu ya mbak...."
"Silahkan dek...." jawab Sinta. Dinda pun meninggalkan meja Sinta melangkah ke ruangan pak Wijaya. Dinda pun mengetuk pintu yang tertutup itu.
Tok...tok...tok...
"Masuk..." terdengar jawaban dari dalam.
"Asalamualaikum pak...." sapa Dinda.
"Walaikum salam...." jawab pak Wijaya sambil mendongak menatap orang yang masuk.
"Oo..kau Din ayo masuk..." ucap pak Wijaya sambil mempersilahkan Dinda duduk di depannya. Dinda pun duduk dengan sopan.
"Selamat pagi pak...." sapa Dinda .
"Baik pak...." ucap Dinda memandang pak Wijaya sambil tersenyum.
"Gimana kabar putramu... ?"
"Alhamdulillah...dalam keadaan baik pak.."
"Bapak baru tahu ketika suamimu meninggal kalau kau ini menantunya pak Bima istri si Dirga Din...." ucap pak Wijaya .Dinda pun hanya tersenyum memandang pak Wijaya.
"Saat kalian menikah bapak dapat undangan tapi bapak lagi keluar negri jadi nggak tahu kalau si Dirga adalah suamimu, pak Bima itu sahabat bapak sejak SMA Din..."tutur pak Wijaya.
"Dinda juga dengar dari mama Susi kemaren pak..." ucap Dinda.
"Benarkah...?"
"Iya pak...." pak Wijaya memandang Dinda dengan tersenyum.
'Betapa cantik dan anggunnya wanita ini, begitu terlihat tegar wajah yang di tinggal suaminya andai dia jadi menantuku betapa bangganya aku. Wanita yang cerdas cantik anggun serta memiliki kepribadian yang terpuji batin pak Wijaya.
"Oh ya Din kita balik ke pekerjaan , kau sekarang bapak tempatkan jadi sekertaris bapak menggantikan si Sinta bisa...?" tanya pak Wijaya .
"Insyaallah Dinda bisa pak..." ucap Dinda.
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu kamu langsung kerja aja hari ini Din kamu bisa langsung bertanya pada Sinta jadwal yang harus aku kerjakan " ucap beliau.
"Baik pak...." jawab Dinda.
"Kalau begitu saya langsung menemui mbak Sinta pak...." pamit Dinda. Ketika Dinda berdiri akan meninggalkan ruang pak Wijaya tiba- tiba seseorang masuk kedalam. Ternyata bu Fita istri pak Wijaya yang masuk.
"Asalamualaikum...." ucap beliau.
"Walaikum salam..."jawab pak Wijaya dan Dinda hampir bersamaan . beliau pun mendekati meja sang suami.
"Lo ini Dinda kan....?" tanya beliau sambil memandang Dinda dengan wajah senang.
"Iya bu selamat pagi..."
"Pagi Din...gimana kabar anak dan mertuamu......?" tanya beliau sambil memegang tangan Dinda.
"Alhamdulillah baik semua bu..." jawab Dinda sambil tersenyum ramah.
"Ma Dinda mulai hari ini kerja lagi di sini
ma menggantikan si Sinta sekertaris papa..."ucap pak Wijaya.
"Wah bagus itu mama senang pa kalau Dinda jadi sekertaris papa..."seru bu Fita senang.
"Papa juga senang Dinda mau kerja lagi di sini...."ucap Pak Wijaya kembali. Dinda hanya bisa tersenyum senang melihat dia diterima dengan baik oleh pemilik perusahaan .
"Baiklah Din kau boleh keluar tanyakan semua tugas yang akan kau kerjakan pada Sinta. " ucap pak Wijaya.
"Baik pak ...." Dinda pun keluar dari ruang pak Wijaya. Sesampainya di luar Dinda menghampiri Sinta.
"Mbak Sinta mau resign ya....?" tanya Dinda setelah ada di dekat Sinta.
"Iya dek anak mbak udah dua jadi suami mbak menyuruh aku untuk tidak kerja lagi...kok kamu tahu dek...?" tanya Sinta.
"Iya mbak aku yang akan menggantikan mbak Sinta ...." jawab Dinda.
"Benarkah....?" seru Sinta senang.
"Iya mbak...ini aku langsung disuru kerja dan menanyakan semuanya pada mbak Sinta..." jawab Dinda.
"Syukurlah dek mbak bisa cepat- cepat mengajukan resign.." ucap Sinta senang.
"kalau begitu ayo kita mulai sekarang..akan kuterangkan semua agenda pak Wijaya.." seru Sinta sambil mengajak duduk Dinda ketepatan memang ada satu kursi di sebelahnya.kini terlihat Sinta yang sedang menerangkan semua agenda yang harus di ketahui Dinda. sedang Dinda terlihat serius mendengarkan semua penjelasan Sinta.
BERSAMBUNG.
__ADS_1