Kebahagiaan Yang Tertunda

Kebahagiaan Yang Tertunda
PERGI TUGAS


__ADS_3

Tak terasa hari semakin Siang Dinda dan Dirga menyadari itu ketika adzan berkumandang.


"Maaf mas , nggak solat duhur...."tanya Dinda.


"Iya dek..." jawab Dirga.


"Kalau mas mau solat di sini, sebentar lagi bareng Ayah pergi ke masjid ...."


"Baiklah....oh ya dek mas nggak usah pulang sekalian nunggu adek berangkat nanti.." ucap Dirga sambil berdiri menunggu Ayah Dinda keluar.


"Iya mas..."


Tak lama Ayah Dinda keluar.


"Nak Dirga mau ke mesjid..?"


"Iya om..."


"Ayo bareng om..."Dirgapun mengikuti pak


Damar pergi kemasjid yang nggak terlalu jauh dari rumah.


Setelah pak Damar dan Dirga kemasjit Dinda masuk kedalam menemui Bundanya.


"Bun mas Dirga akan Di sini sampai Dinda berangkat nanti boleh.....?" tanya Dinda.


"Boleh...kalau begitu kita siapkan makan siang sekarang aja, kalau mereka sudah pulang dari masjid kita ajak makan bersama"


kata bu Nuning


"Baiklah bun...." merekapun segera mepersiapkan masakan untuk makan siang.

__ADS_1


yang dibantu oleh Sela dan bik Sumi. tak berapa lama selesai sudah hidangan yang mereka masak.


"Din biar adekmu sama bik Sumi aja yang membersihkan meja makan, kau bersihkan aja kamar tamu kalau-kalau nak Dirga nanti mau beristirahat.." perintah Bunda.


"Baik Bun.." jawab Dinda sambil beranjak meninggalkan ruang makan menuju ruang tamu.tak berapa lama selesai sudah pekerjaan mereka.tak lama kemudian Pak Damar dan Dirga telah datang. merekapun meminta Dirga untuk ikut makan bersama. Dirga duduk Disebelah Dinda.


"Nak ayo jangan malu- malu....Din ambilkan nak Dirga nasi nya.."perintah bunda pada Dinda. Dindapun mengambilkan nasi buat Dirga.


" Mas ikannya ambik sendiri ya...."


"Iya dek,trimakasih ya...."ucap Dirga sambil menatap Dinda sambil tersenyum.


"Ce ilah yang lagi jatuh cinta....cepat- cepat aja kak lamar kak Dinda.."goda Sela.


"Adeeek..!"seru Dinda pada Sela.


"Uda- uda ayo makan dulu..nak Dirga jangan malu anggap rumah sendiri.." ucap pak Damar


Tak terasa hari sudah sore ,jam sudah menunjukkan 14 .48 sebentar lagi jemputan Dinda datang. Dinda sudah bersiap- siap.mereka menunggu Di teras.tak lama datanglah mobil jemputan dari perusahaan.


terlihat sopir pak Wijaya turun dari mobil dan menghampiri Dinda.


"Sore Bu Dinda...." sapanya ramah.


"Sore pak..."


"Sudah siap bu..." tanyanya sambil membawa tas Dinda.


"Iya pak mari ..."jawab Dinda sambil berpamitan pada Ayah dan Bundanya.


"Ayah Bunda Dinda berangkat dulu ya...." ucap Dinda sambil mencium punggung tangan kedua orang tuanya.

__ADS_1


"Hati- hati di jalan ndok....."nasehat Ayah.


"Jangan telat makan ndok agar tidak kambuh penyakit magh kamu..." timpal bunda.


"Iya Ayah Bunda..." Dindapun menghampiri adeknya.


"Dek kakak pergi dulu ya..,"


"Iya kak hati- hatii jalan..."


'Iya Asalamualaikum......'pamit Dinda.


"Walaikum Salam...." jawab mereka berbarengan.


Dindapun berjalan ke mobil diikuti Dirga. sedang tas yang berisi pakaian Dinda sudah dimasukkan kedalam mobil oleh pak sopir.


"Dek ..jaga diri baik- baik ya...kabari mas kalau udah nyampai sana ingat kalau mas nelfon cepat angkat.." ucap Dirga sambil menatap dan menggenggam jemari Dinda.


"iya mas...Dinda pasti lakukan itu..." jawab Dinda sambil tersenyum menatap Dirga.


tanpa di duga tiba- tiba Dirga mencium pucuk kepala Dinda. Dindapun terkejut dan merasa malu sebab mereka didepan keluarganya. sedang pak Damar dan bu Nuning melihat kelakuan Dirga dan Dinda yang kaget dan wajahnya merah tersenyum sedang Sela yang usilpun berteriak.


"Cie...cie..cie...yang lagi mau ditinggal.."


Dindapun tambah malu cepat-cepat dia masuk kedalam mobil , Dirga yang melihat kelakuan Dinda tersenyum dengan hati yang berbunga- bunga. Dinda membuka kaca cendela.


"Mas Dinda berangkat dullu ya.."


"Iya dek hati-hati.." Dindapun melambaikan tangan pada keluarganya dan Dirga ketika mobil mulai meninggalkan rumahnya.


Setelah Dinda berangkat Dirga pun berpamitan pada keluarga Dinda.

__ADS_1


BS


__ADS_2