Kebahagiaan Yang Tertunda

Kebahagiaan Yang Tertunda
KE RUMAH MERTUA.


__ADS_3

Ketika sampai di rumah hari sudah siang. Dinda memasukkan mobilnya kedalam garasi. Setelah mematikan mesinmobil Dinda mengangkat sang putra keluar dari mobil.


"Bik tolong kau kasih tahu kamar pak Giman bik ...!kamar yang ada disebelah kamar bibik.. Dinda mau naruh Exsal dulu kekamarnya..."


"Iya non...."


"Pak Giman ikut bik Sumi ya...."ucap Dinda


"Iya non ....." jawab pak Giman sambil mengikuti bik Sumi kedalam . Dindapun lalu membawa sang putra kedalam rumah. Setelah menaruh Exsal di pembaringannya Dinda melangkah keluar menuju kamarnya sendiri. Setelah selesai mandi dan solat Dinda menemui bik Sumi yang sudah sibuk di dapur.


"Bik mau masak apa...." tanya Dinda sambil mengambil air minum di kulkas.


"Mau buat opor ayam kesukaan nak Exsal non..." jawab bik sumi sambil memandang Dinda.


"Bagus bik...uda lama Exsal nggak makan opor..."


"Iya non..." bik sumi mulai memotong daging ayam lalu memasaknya. Setelah itu dia mulai meracik bumbu opor. Dinda hanya memperhatikan bik sumi yang lagi kerja. .


"Bik nanti sore Dinda dan Exsal mau kerumah papa Bima bibik ikut....?" tanya Dinda .


"Nggak usa dech non...biar bibik dan pak Giman di rumah aja.."


"Ya udah... Dinda nggak lama juga kok bik..."


"Iya non..."


"Baik lah bik Dinda kekamarnya Exsal dulu ya, mau rebahan sebentar...nanti kalau masakannya udah masak panggil Dinda ya bik..." ucap Dinda sambil berdiri.


"Iya non..nanti kalau uda masak bibik panggil..." jawab bik Sumi sambil tersenyum. Dinda pun membalas senyuman bik Sumi lalu melangkah meninggalkan dapur menuju kamar Exsal. Dia merasa badannya agak lelah. mungkin dengan rebahan sebentar dapat menghilangkan sedikit kelelahannya.


****


Sore hari terlihat mobil Dinda meninggalkan rumahnya. Dia akan ke rumah sang mertua. Dinda hanya pergi berdua saja dengan sang buah hati. Tak lama sampailah mereka di sebuah rumah yang mega milik orang tua Dirga. semenjak sang suami meninggal Dinda belum pernah datang kembali kerumah ini. rumah yang penuh kenangan dengan sang suami. tiba- tiba dada Dinda terasa sesak ketika teringat Dirga. tak terasa menetes air mata di pipinya, cepat - cepat di hapusnya agar tak terlihat oleh putranya .


Setelah memarkirkan mobil di halaman samping Dinda mengajak sang putra turun dari mobil dengan menggendong nya. Dinda pun berjalan masuki rumah dengan sang putra dalam gendongan.


"Asalamualaikum...." Dinda mengucap salam.

__ADS_1


"Walaikum salam..." jawab seseorang dari dalam rumah.


"Halo keponakan tante...apa kabar sayang...?" teryata Tia yang menyambut mereka.


"Baik aja tante..." jawab Dinda sambil memeluk Tia dengan satu tangan.


"Sini gendong tante...tante kangen sayang..." ucap Tia sambil mengambil Exsal dari tangan Dinda.


"Kalau kangen kenapa nggak kerumah si Ti....." tanya Dinda.


"Aku sibuk Din.....kamu tahu sendiri papa sudah memintaku pindah ke perusahaan sendiri..." terang Tia.


"Ulu...ulu...kasihan tantenya Exsal..." goda Dinda. Tiapun hanya tersenyum masam. Merekapun berjalan masuk ke dalam rumah. Ketika sampai di ruang tamu mereka bertemu dengan pak Bima dan bu Susi yang sedang duduk menonton TV .


"Sore ma..pa.." ucap Dinda sambil menyalami mama dan papa mertuanya.


Pak Bima dan bu Susi kaget melihat kedatangan Dinda dan Exsal .


"Ya ampun...cucu Oma datang.." seru bu Susi yang langsung buru- buru berdiri dan menghampiri Tia yang sedang menggendong Exsal. Beliau langsung meminta Exsal dari gendongan Tia.


"Ih mama....Tia baru aja gendong ma.."


"Biar aja mama sudah kangen kok sama cucu mama....iya kan sayang..." kata bu Susi sambil mencium Exsal.


"Oma...udah ya...jangan cium Exsal terus....Exsal nggak suka cium oma...." ucap Exsal sambil menahan muka sang Oma yang masih mau menciumnya lagi.


"Kenapa sayang...Exsal nggak mau ya di cium Oma...?" tanya sang oma kecewa.


"Mau Oma...tapi jangan banyak- banyak"


Jawab Exsal memandang sang Oma sambil cemberut. Merekapun tertawa melihat tingkah lucu Exsal.


"Trus ciuman buat Opa mana...?"tanya pak Bima sambil mendekat dan memyodorkan mukanya ke wajah Exsal. Exsal pun mencium wajah sang Opa walau masih dalam gendongan Omanya.


"Sayang....kamu nanti tidur disini kan..?" tanya bu Susi pada Dinda setelah mereka duduk bersama.


"Maaf ma...Dinda nggak nginap.." jawab Dinda agak sungkan.

__ADS_1


"Tapi makan malam di sini kan.....?" tanya bu Susi kembali.


"Iya ma..."


"Kenapa nggak nginap nak...?" tanya pak Bima sambil memandang Dinda.


"Maaf Pa...sebenarnya Dinda ada keperluan sedikit pa...." ucap Dinda.


"Ada apa nak....." tanya pak Bima.


"Dinda mau kerja lagi Pa...." ucap Dinda .


"Bagus itu buar kamu ada kesibukan dan nggak murung terus....kerja di mana...? Di tempat papa aja ya....?" ucap pak Bima.


"Maaf pa....Dinda mau kerja ditempat Dinda yang lama pa...." jawab Dinda sambil menunduk.


"Lo kenapa nggak di tempatnya papa aja si sayang...?" sela Bu Susi .


"Iya nak...di tempat papa aja kenapa....kan bisa bareng si Tia...... Lagian besoknya juga milik si Exsal Din....." lanjut pak Bima. memang Exsal adalah salah satu ahli waris keluarga Atmaja. Selain putra dari Tia kelak.


"Biarkan Dinda kerja di luar dulu pa... Dinda mau cari pengalaman dulu...." terang Dinda.


mendengar alasan Dinda pak Bima berfikir sebentar. dengan berat hati dia berucap.


"Baiklah kalau gitu tapi jangan terlalu lama....oh ya kamu mau kerja di perusahaan pak Wijaya...?" tanya pak Bama kembali.


"Iya pa....."


"Bagus kalau gitu Din...sebab perusahaan pak Wijaya bagus dan besar Din....pak Wijaya itu sahabat papa..." Dinda kaget mendengar pak Wijaya sahabat dekat mertuanya.


"Benar kah pa.....?" tanya Dinda.


"Iya Din....malah sahabat paling akrap papamu, ketika Dirga meninggal beliau datang lo..." terang bu Susi.


"Ooo....Dinda nggak tahu sih ma....waktu itu mama tahu sendiri keadaan Dinda.." terang Dinda .


"Iya sayang mama tahu itu..." ucap Bu Susi sambil menatap Dinda ibah.merekapun berbincang - bincang hingga makan malam tiba. setelah selesai makan malam dan hari sudah larut malam Dinda berpamitan. tak lama terlihat mobil Dinda keluar dari halaman rumah keluarga Atmaja.

__ADS_1


.


.BERSAMBUNG


__ADS_2