Kebahagiaan Yang Tertunda

Kebahagiaan Yang Tertunda
RESEPSI PERNIKAHAN


__ADS_3

Dinda telah Kembali di rias , kini bukan lagi di kamaenya tapi di dalam kamar hotelbtempat mereka melangsungkan resepsi pernikahan nanti malam. Jam 15.30 tadi dinda berangkat dari rumahnya menuju hotel xxx yang masih kepunyaan keluarga Wijaya sendiri, hotel terbesar kota J. Setelah mandi dan solat ashar Dinda istirahat sebentar. Dinda melihat di atas meja dekat sofa ada kotak besar yang berisi gaun pengantinnya yang telah dipesan seminggu sebelum pernikahan.Tak lama terdengar ketukan di pintu kamar. Dindapun membukakan pintu. Terlihat dua orang anggota MUA yang datang. Mereka segera masuk dan akan segera merias Dinda. , hampir 3 jam mereka merias Dinda. Walau Dinda menolak memakai riasan yang berlebihan. Kini terlihat Dinda yang makai gaun pengantin berwarna pink dengan penak- pernik serta permata yang menghiasi gaun cantik itu serta hijab senada dan sebuah mahkota kecil yang bertengger dibatas kepala Dinda membuat penampilannya menjadi cantik bagaikan seorang ratu yang penuh dengan ke anggunan dan wibawah. Tak berapa lama seseorang masuk kedalam kamar yang ternyata Raka. Kedua MUA itu pun keluar karena tugas mereka sudah selesai. Raka kaget melihat penampilan Dinda , Dia tertegun di ambang pintu.


"Hey mas.... Kenapa berdiri di situ..?" tanya Dinda heran. Raka masih terdiam mematung.


"Mas....!" teriak Dinda keras. Raka yang mendengar teriakan Dinda akhirnya sadar diapus berjalan kedalam .


"Sayang.... Kau benar- benar istriku Dinda...?" tanya Raka tak yakin.


"Yee... Emang mas mengharapkan orang lain...?" jawab Dinda sambil cemberut.


"Bukan...bukan begitu sayang.... Kau benar- benar berubah, aku hampir tak bisa mengenalmu..." ucap Raka sambil memeluk Dinda posesif.


"Emang kenapa mas... Jelek ya..?" tanya Dinda khawatir.


"Bukannya jelek sayang... Tapi kamu cantik banget..." kata Raka dengan gemas memandang Dinda.


"Idih...gombal..." jawab Dinda manja.


"Bener....! Yang.. Aku jadi takut membawamu keluar...." seru Raka .


"Emang kenapa mas....?" tanya Dinda heran.


"Aku takut dengan tatapan mereka yang akan membuatku cemburu berat.." jawab Raka sambil menatap Dinda dengan sedih.

__ADS_1


"Ya ampun suamiku sayang.... Sekarang ini Dinda udah milik mas, kenapa masih cemburu sich... Biarkan mereka melihat Dinda yang penting sekarang Dinda hanya milik mas Raka seorang..." jawab Dinda mencoba merayu Raka agar tak terlalu cemburu. Raka yang mendengar kalimat yang diucapkan Dinda merasa bahagia.


"Benarkah sayang....?" jawab Raka bahagia. Dindapun hanya menjawab dengan anggukan. Ketika Raka akan mencium bibir Dinda. Dinda menahannya.


"Stop mas...kita masih ditunggu orang banyak di luar..." ucap Dinda sambil menutup mulut Raka yang akan menciumnya .


"Ok aku akan menahannya , tapi awas kau harus mbayarnya nanti..." ucap Raka mengancap.


"Its...maunya... "Jawab Dinda memerah wajahnya. Rakapun tertawa senang melihat sang istri merasa malu.


"Din Raka ayo keluar tamu- tamu sudah pada menunggu...." teriak Bunda sambil mengetuk pintu.


"Iya Bun....!" teriak Dinda sambil melepas pelukan Raka. Raka hanya tersenyum melihat tingkah sang istri. Merekapun segera keluar menemui Bunda yang sudah berdiri didepan pintu bersama Sela dan Tia.


Raka dan Dinda berjalan memasuki ruangan resepsi diiringi Bunda Tia dan Sela. Mereka menjadi pusat perhatian Ketika mereka berdua berjalan keluar . para tamu terpukau dengan kecantikan dan ketampanan Dinda dan Raka.


"Ya ampun cantik banget Bu Dinda.." seru Liris yang sengaja datang dari kota M demi menghadiri perkawinan Dinda.


"Iya Ris, aku sampai tak mengenali wajahnya..." ucap Retno sahabat Liris yang ikut menghadiri pernikahan atasan mereka.


"Mereka memang sangat serasi, yang stu cantik yang lain tampan membuat kita- kita yang jomblo iri..." seru liris kembali dan di sbut teman- temannya yang ikut hadir dalam pernikahan Dinda.


Bukan mereka sja yang memuji, banyak para tamu yang tak segan mengabadikan mereka dengan Hp yang mereka bawa. Decak kagum terdengar diantara para tamu. Raka yang mendengar pembicaraan mereka merasa sangat bangga. Namun ketika melihat kekaguman di mata para kaum adam ingin rasanya menyembunyikan Dinda dalam pelukannya. Bunda membawa Dinda dan Raka duduk di atas pelaminan. Acarapun segera di mulai , acara demi acara berjalan dengn lancar . hingga acara foto brersama dan ucapan selamat pada kedua mempelai dan keluarga . Akhirnya berakhir juga acara pernikahan Raka dan Dinda. Raka membawa Dinda masuk kedalam kamar hotel yang sudah di rombak menjadi kamar pengantin.ketika sampai di dalam kamar Dinda merasa resah karena dia bingung bagaimana menghadapi Raka. walau dia pernah menikah tapi kegugupan itu melanda dirinya lagi. untuk Menghilangkan Dinda memilih pergi ke kamar mandi aja . tapi baru saja Dinda mau melangkah tiba- tiba Raka sudah memeluk pinggangnya.

__ADS_1


"Sayang mau kemana....?" tanya Raka yang mengetahui niat Dinda.


"Mas,Dinda mau kekar mandi dulu...." ucap Dinda yang mulai deg degan.


"Tapi mas maunya istri mas ada di pelukan mas...." ucap Raka masih memeluk Dinda dari belakang dan mencium harum tubuh Dinda.


"Baiklah, tapi lebih baik mas mandi dulu Dinda mau melepas hijab Dinda...." saran Dinda yang tak mungkin lagi lepas dari tanggung jawab seorang Istri.


"cium mas Dulu baru mas mau mandi.." ucap Raka manja sambil membalik tubuh Dinda agar menghadap padanya.


"Idih manja banget..." ucap Dinda sambil tersenyum dan mencium pipi Raka, namun Raka cemberut.


"Bukan disitu sayang....hmm" ucap Raka sambil menunjuk bibirnya. Pipi Dinda memerah dengan malu dia mencium bibir Raka . Namun dasar Raka ketika dinda mencium dengan cepat dia memegang tengkuk Dinda dan ****bibir ranum Dinda. Dindapun terkejut dan tak membalas ciuman Raka. namun dengan ahlinya Raka menggigit pelan bibir Dinda hingga dia bisa leluasa **** bibir Dinda yang membuat dia mbuk kepayang. dan akhirnya dindapun membalas ciuman Raka. Raka melepas bibir Dinda ketika melihat sang istri kesulitan bernafas. ketika dia akan mencium ustrinya kembali Dinda cepat- cepat menahan dengan tangan di bibirnya.


"ups....kita belum mandi dan solat mas.." seru Dinda sambil memgerucutkan bibirnya. Raka pun tertawa .


"Baiklah sayang.... kita mandi dan solat berjamaah ya...." jawab Raka dan di angguki oleh Dinda. Raka pun melepas pelukannya dan berjalan kekamar mandi. sedang Dinda duduk di depan cermin rias untuk melepas hijab dan menghapus riasan dari wajahnya. tak lama Raka keluar dari kamar mandi dan di gantikan Dinda. setelah mereka solat berjamaah. setelah solat Dinda mencium tangan Raka yang kini sudah menjadi imamnya. ketika melihat Dinda yang sedang melipat Sajadah Raka memeluknya dari belakang.


"Yang aku sangat bahagia sekali kini kau sudah menjadi milikku.." ucap Raka.


"Akupun juga mas.." jawab Dinda. Raka memutar sang istri , mereka saling bertatapan. Raka mengambil sajadah yang ada di tangan Dinda lalu menaruhnya di atas meja kamar.


"Yang boleh mas melakukan sekarang...?" tanya Raka perlahan. Karena malu Dinda menjawab dengan anggukan kepala dan terlihat wajahnya yang memerah. Raka kembali me **** bibir Dinda. Dengan perlahan Raka mengangkat tubuh Dinda dan baringkannya di pembaringan tanpa melepas bibir sang istri. diapun dengan cekatan membuka baju Dinda . kini Raka telah berada di atas tubuh Dinda. Di jelajahinya seluruh wajah dan tubuh Dinda dengan ciumannya. Erangan demi erangan keluar dari mulut Dinda. Dan merekapu akhirnya menikmati malam pertama mereka.( maaf bisa bayangin sendiri kan apa yang mereka lakukan he he๐Ÿ˜‚)

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2