Kebahagiaan Yang Tertunda

Kebahagiaan Yang Tertunda
KABAR DARI PAK BIMA.


__ADS_3

Sudah 7bulan Dinda berada di kota M memegang perusahaan pak Bima . karena kepintaran Dinda perusahaan itu maju pesan. Dinda yang mendapat kedudukan tertinggi di perusahaan itu tidak membuat dirinya sombong. Dia terkenal karena kebaikannya. Dia disenangi bawahannya. Pak Denny yang di tugaskan membimbing Dinda selalu melaporkan keberhasilan Dinda dalam mengelolah perusahaan pada pak Bima. Semua itu membuat Pak Bima bangga pada Dinda .siang itu setelah mengadakan meeting ketika Dinda sedang duduk di di dalam ruangannya tiba- tiba ponselnya berbunyi. Dinda mengambil ponsel yang ada di atas meja. Terlihat di layar ponselnya nama pak Bima tertera di sana . cepat - cepat Dinda mengangkat panggilan tersebut.


"Assalamualaikum Pa....." jawab Dinda.


"Walaikum salam... apa kabar Din..." tanya pak Bima.


"Baik Pa... " jawab Dinda senang.


"Kau tak pulang nak.....?" tanya pak Bima tiba - tiba. terlihat ada nada kegembiraan di ucapan pak Bima.


"Memang ada sesuatu Pa kok kayaknya nada bicara Papa ada kegembiraan Pa...?" tanya Dinda.


"Iya Din Tia melahirkan .... Anaknya perempuan.... " seru pak Bima bahagia.


"Alhamdulilah Pa.....gimana keadaan mereka pa...?" tanya Dinda kembali.


"Alhamdulilah nak mereka sehat semua.... " jawab pak Bima.


"Dinda bersyukur Pa.... tapi maaf Pa Dinda tidak bisa pulang saat ini, soalnya banyak pekerjaan yang harus Dinda selesaikan bulan ini, tapi Insyaallah akhir bulan depan Dinda baru bisa pulang , nggak apa- apa kan Pa.... ?" Dinda meminta maaf pada pak Bima karena 2 bulan kedepan memang Dinda sibuk sekali. Banyaknya pertemuan dengan para relasi bisnisnya serta loncing produk yang baru Dinda buat pada akhir bulan ini. semua itu tidak bisa di wakilkan oleh pak Denny.

__ADS_1


"Nggak apa- apa Din papa mengerti.... Selesaikan dulu tugasmu, soal di sini biar nanti Papa yang akan bilang pada Tia dan Mama.. " jawab pak Bima memaklumi kesibukan Dinda.


"Trimakasih Pa... Karena 2 bulan lagi Dinda ada pertemuan dengan klien Dinda di kota J Pa, jadi sekalian aja Dinda pulangnya bulan itu Pa .." ucap Dinda .


"Itu bagus Din...papa setuju dengan mu jadi tidak membuang - buang waktu " jawab pak Bima.


"Papa nggak marah kan...?" ucap Dinda.


"Nggak sayang......Ya udah nak papa akhiri dulu pembicaraan kita Asalamualaikum....." ucap pak Bima.


"Iya Pa walaikum salam...." Dinda pun mengakhiri panggilan. Setelah itu Dinda menaruh Hp di dalam Tas kerjanya kembali. Tak lama Dinda berjalan keluar ruangan untuk solat di musolah kantor. Ketika sampai di depan pintu ruangan Dinda bertemu dengan Lilis sekertarisnya.


"Iya apakah kau mau kesana juga...?" tanya Dinda sambil memandang Lilis dengan tersenyum.


"Iya Bu...." jawab Lilis sambil membalas senyuman sang bos.


"Kalau begitu ayo kita sama- sama kesana.... " ucap Dinda. Dan merekapun berjalan menaiki lift menuju lantai dasar karena keberadaan musola ada di lantai dasar dekat dengan kantin. Setelah menunaikan solat dhuhur Dinda dan Lilis berjalan menuju kantin, ketika sampai di kantin terlihat para karyawan sudah pada makan. Dinda dan Lilis berjalan menuju meja yang ada di sudut ruangan karena hanya meja itulah yang masih kosong. Merekapun memesan makanan kesukaan mereka sendiri. Dinda sadar sejak kedatangannya masuk ke dalam kantin, banyak mata para karyawannya yang menatap padanya dengan perasaan kagum. Dinda sering merasa risih menjadi pusat perhatian, Karena itulah Dinda sering memilih makan di dalam kantornya dari pada makan di kantin. Setelah pesanan mereka datang Dinda cepat- cepat menyantap hidangan yang telah datang. Setelah selesai makan dan membayar makanan yang mereka santap Dinda mengajak Lilis untuk segera kembali keruangan mereka.


*****

__ADS_1


Tak terasa 2 bulan pun telah berlalu, besok pagi Dinda sekeluarga akan pulang ke kota J. Setelah menyelesaikan memeriksa dan menandatangani beberapa dokumen penting Dinda bernafas lega. Sebab dia akan berada di kota J selama 2 minggu.


"Ris kesini...." panggil Dinda pada sang sekertaris melalui telfon yang khusus Untuk memanggil sang sekertaris. Tak lama pintu di ketuk.


"Masu aja Ris...." jawab Dinda sambil masih mengetik Di leptopnya .


"Saya Bu...." liris mendekat ke arah Dinda.


"Ini besok kamu serahkan ke pak Denny jika nanti ada apa- apa kamu langsung hubungi pak Denny, selama saya tidak ada pak Denny yang menghendel semua pekerjaan saya. jika masalahnya sangat orgen sekali kamu bisa menghubungi saya. Kau paham kan Ris....." ucap Dinda tegas sambil memandang wajah Liris.


"Saya paham Bu...." jawab Liris sopan.


"Kau sudah tahu nomor Hp ibu kan..?"


"Sudah Bu...."


"Kalau begitu besok saya tinggal jaga kantor untuk saya, kau mau....?" ucap Dinda sambil tersenyum pada Liris.


"Siap bos.... " jawab Liris sambil tertawa karena dia tahu sang bos sedang bercanda. Dinda memang tidak terlalu formal menghadapi anak buahnya. Dia orang yang penuh canda . dia akan terlihat serius dan disiplin jika menyangkut soal pekerjaan. Tapi setelah selesai dia akan penuh canda.

__ADS_1


"Baiklah karena sekarang sudah waktunya pulang mari kita pulang..." ajak Dinda sambil menutup leptopnya. Merekapun bersama- sama keluar dari ruangan Direktur. sesamoainya di bawah para karyawan sudah pada pulang juga . Dinda menuju tempat parkir mobilnya.


__ADS_2