Kebahagiaan Yang Tertunda

Kebahagiaan Yang Tertunda
RENCANA


__ADS_3

Ketika Dinda membuka pintu terlihat Tia sudah ada di sana.


"Hay beb..."teriak Tia sambil memeluk erat Dinda. Dindapun membalas pelukan Tia dengan semangat.maklum mereka memang sangat dekat.


"Ayo masuk...."ajak Dinda sambil menarik tangan Tia masuk kedalam kamarnya.Tia memang sudah biasa di rumah Dinda. Rumah Dinda bagai rumah kedua baginya. Merekapun duduk di tempat tidur Dinda.


"Din gimana kabarmu disana..?"


"Baik- baik aja sayang...ni buktinya aku makin cantik kan...."ucap Dinda sambil tertawa.


"Lebay kau..."mereka berduapun tertawa bersama. Tiba -tiba Bunda masuk dengan membawa nampan berisi minuman dan cemilan.


"Bun jangan repot- repot.."ucap tia sambil menerima nampan dari bunda


lalu menaruhnya di meja sebelah tempat tidur Dinda.


"Nggak repot kok nak...ya udah bunda tinggal dulu ya.....?" ucap bunda sambil melangkah keluar.


"Terimakasih bun...."seru Tia bunda pun tersenyum menatap Tia dan berlalu meninggalkan mereka berdua.


"Oh ya Ti, kenapa aku nggak boleh ngomong sama mas Dirga kalau aku udah pulang.." tanya Dinda penasaran.


"Aku ingin buat kejutan buat Dia..."


Jawab Tia santai.


"Kejutan.....maksudmu..?"


"Sebentar dulu aku mau tanya kalian uda jadian ya.....?" tanyaTia sambil menatap sahabatnya dengan wajah menggoda. Mendengar pertanyaan Tia Dinda hanya bisa tersenyum malu dan menganggukkan kepala.Tiapun tertawa senang.


"Sudah kuduga......"


"Emang kenapa Ti...." tanya Dinda penasaran


"Aku curiga melihat kak Dirga resah ketika kau tinggal pergi, Dia seperti orang kebakaran jenggot.."ucap Tia sambil tertawa.Dindapun ikut tertawa mendengar omongan Tia tentang kakaknya.


"Kau terlalu lebay beb......"


"Eee beneran....."Tiapun kembali tertawa membayangkan wajah Dirga yang uring-uringan tiap hari.


"Terus rencanamu selanjutnya gimana ?" tanya Dinda setelah berhenti tertawa.

__ADS_1


"Beb besok kamu yumbang lagu ya.....?"


Bujuk Tia pada Dinda.


"Gila kau.....! Kau suruh aku bernyanyi.?"


Tanya Dind tak percaya.


"Iya....kau nyanyikan sebuah lagu untuk kak Dirga.."


"Mana bisa aku Bernyanyi Ti....."


"Hay nona kalau kau mau bohongi orang


Jangan aku...aku ini sahabatmu sejak dulu..aku tahu siapa dirimu " ucap Tia sambil mengacak rambut Dinda.


"Ist berantakan rambutku beb..." ucap Dinda pura - pura marah.


"Iya tapi itu kan bukan dihadapan orang banyak ..kalau ini mah didepannya orang - orang ternama beb....." lanjut Dinda.


"Demi kak Dirga beb.....suara dan permainan gitarmu bagus pakek banget


lo..." bujuk Tia sambil memeluk lengan Dinda manja.


"Nggak ada penolakan pokoknya harus..!"


Paksa Tia sambil masih memeluk lengan Dinda.


"Baiklah....trus aku harus gimana.."ucap Dinda pasrah karena dia tahu kalau kemauan Tia nggak akan bisa ditolak.


"Tenang say.....besok dirumah akan ada sekelompok band yang akan meramaikan pesta kami.jadi jangan kuatir dech kau tidak akan tampil sendiri kok...." jelas Tia. mereka berdua mulai merencanakan kejutan buat Dirga. Hingga pukul 21.25 Tia baru berpamitan


"Din uda malem aku pulang dulu ya.."


"Nggak tidur sini beb..?"


"Jangan nanti kakak curiga ...."


"Ok dech sampai ketemu besok..." jam berapa undangannya. ..?"


"Jam 19.00 malam...."Dindapun mengantarkan Tia berpamitan pada kedua orang tuanya.tak sampai di situ Dindapun mengantarkan Tia sampai ke mobilnya.

__ADS_1


"Beb jangan lupa besok berdandan yang cantik...oh ya ini undangan buat Ayah sama Bunda " ucap Tia sambil menyerahkan kartu undangan ke Dinda.


"Si Sela ajak sekalian ya...." lanjut Tia sambil masuk kedalam mobilnya.


"Terimakasih beb..."


"Bilang juga pada mereka rencana kita ,


Yuk aku pulang dulu beb dach...." seru Tia sambil menjalankan mobilnya.Dindapun melambaikan tangannya.setelah mobil Tia tidak terlihat lagi Dinda masuk kedalam rumah . ketika sampai Di ruang keluarga Dinda melihat Ayah dan Bundanya sedang menonton TV. Dindapun menghampiri mereka.


"Ayah Bunda ada undangan dari Tia.."


"Undangan apa Din..?"tanya Ayah smbil menerima undangan dari Dinda.


"Syukuran Yah...."


Dindapun lalu menceritakan ide Tia untuk memberikan kejutan buat Dirga. Ayah dan Bunda pun tersenyum menyetujui ide mereka.


*****


Ke esokan harinya Dinda di temani Sela yang sedang libur habis UTS pergi ke mall, mereka akan mencarikan hadiah buat Dirga.setelah mengelilingi mall sebentar ,akhirnya mereka masuk ketoko yang menjual jam tangan bermerek


"Kak beli jam tangan ini aja dech kak..."seru Sela. Dindapun menghampiri Sela yang menunjukkan sebuah jam tangan pria.


"Mbak coba lihat jam tangan ini mbak.." pinta Dinda pada pelayan toko


"Jam ini sangat baik untuk sebuah hadiah.." ucap pelayan itu sambil tersenyum ramah.


"Berapa harganya mbak..?"


pelayan toko mengucapkan harga yang sangat membuat dompet Dinda menangis.


Dindapun iklas demi orang yang dia cintai.


"Baiklah mbak saya ambil ini .."


Setelah mbayar harga jam tangan itu Dinda pun cepat-cepat pulang karena takut bertemu Dirga , Selapun yang sudah tahu maksud kakaknya cepat pulang mengikuti kakaknya .


BS


Maaf kalau banyak yang salh.ยก๐Ÿ˜Š ๐Ÿ˜Š

__ADS_1


"


__ADS_2