
Malam ini Dinda sedang bermain dengan Exsal di kamar. Hari ini akhir pekan sebenarnya Dinda akan mengajak Exsal keluar namun karena tadi sore turun hujan maka dinda membatalkan acara keluarnya. Kini Dinda sedang menggoda sang buah hati yang sedang bermain gem di Hp. Tiba - tiba terdengar ketika di pintu, terdengar suara bik Sumi memanggil.
"Non ada tamu....." Dinda pun turun dari pembaringan berjalan menuju pintu.
Ketika membuka pintu terlihat bik Sumi berdiri di depan pintu
"Tamu..? Siapa bik....?" tanya Dinda
"Nggak tahu non...." jawab sang bibik.
"Laki- laki atau perempuan...?"
"Laki- laki non...."
"Laki- laki....baiklah bik suru masuk dulu sebentar lagi Dinda keluar bik..." ucap Dinda pada sang bibik.
"Baik non...." bik Sumipun meninggalkan kamar Dinda. Dinda mengambil kerudung dan memakainya. setelah merapikan penampilannya Dinda lalu menghampiri Exsal yang masih bermain Hp.
"Sayang....kita keluar yuk ada tamu..." ajak Dinda sambil menggendong Exsal keluar dari kamar. Sesampainya di ruan tamu betapa terkejutnya Dinda melihat Raka yang sedang duduk di sofa.
"Pak Raka.....?" seru Dinda kaget.
"Iya Din aku..... nggak mengganggu kalian kan..." ucap Raka sambil berdiri.
"Ah nggak kok silahkan dudu pak..." jawab Dinda mempersilahkan Raka untuk duduk kembali dan dia sendiri duduk sambil memangku Exsal.
"Hay.....ini Exsal kan...?" sapa Raka ketik melihat Exsal yang sejak tadi memperhatikan dia dengan curiga.
"Iya om (ucap Dinda mewakili Exsal yang tetap diam) ayo sayang salim dulu sama om...."ucap Dinda. Tapi Exsal diam memeluk Dinda danmenatap Raka dengan malu.
"Sayang anak baik nggak boleh begitu ayo salim sama om...." Exsal pun dengan perlahan turun dari pangkuan Dinda dan menghampiri Raka.dia mengambil tangan Raka dan Menciumnya. Setelah mencium tangan Raka Exsal kembali kepangkuan sang bunda. Raka tiba- tiba menghampiri Dinda dia berjongkok di depan Dinda . kontan saja Dinda kaget.
"Exsal sayang om mita maaf sama Exsal ya....om telah jahat sama Exsal... Exsal mau nggak maafin om...." ucap Raka sambil memandang dan memegang tangan Exsal dengan lembut. Melihat perbuatan Raka Dinda kaget. Sedang Exsal merasa takut dia menarik tangannya dan memeluk Dinda.
"Pak jangan seperti itu kami sudah melupakannya kok....bapak duduk aja kembali...." ucap Dinda .
"Nggak Din aku harus minta maaf sama Exsal... Sayang Exsal mau kan memaafkan om..... ?" ucap Raka kembali sambil menatap Exsal.
__ADS_1
"Exsal...om mita maaf sama Exsal, Exsal mau kan memaafkan om...." tanya Dinda sambil menatap sang putra.
"Sayang.... Exsal masih ingat om nggak.......?" tanya Dinda.Exsal mengangguk pelan.
"Nach sekarang mama tanya Exsal marah apa takut sama om..?" tanya Dinda pada sang putra.
"Exsal marah sama om....." jawab Exsal perlahan membuat Dinda dan Raka kaget.
"Exsal marah...kenapa sayang ..." tanya Dinda sambil menatap mata Exsal.
"Om jahat memarahi mama... " jawab Exsal sambil cemberut.
"Ya Allah sayang....." Dindapun memeluk sang putra terharu tak terkecuali Raka.
"Sayang...untuk itulah Om datang kesini meminta maaf, Om jamji mggak akan marah- marah lagi..." ucap Raka sambil kembali memegang tangan Exsal yang masih dalam pelukan sang mama.
"Om janji nggak akan marah- marah lagi pada mama....?" tanya Exsal lugu.
"Iya Om janji...." jawab Raka sambil menunjukkan jari kelingkingnya . Exsal memandang sang mama lalu menatap Raka kemudian dia menautkan jari kelingkingnya di jari kelingking Raka. Dinda dan Rakapun tersenyum melihatnya.
"Nah karena sekarang Exsal sudah memaafkan bapak sekarang bapak duduk kembali di kursi bapak.." ucap Dinda sambil tersenyum . Rakapun kembali duduk di tempatnya semula walaupun hatinya sempat bergetar melihat senyum Dinda. Tak lama bik Sumi keluar membawa minuman dan camilan.setelah menaruh minuman dan camilan di atas meja bik Sumi kembali masuk kedalam.
"Trimakasih Din.....oh ya Exsal om punya sesuatu buat Exsal tunggu ya sayang "
seru Raka sambil beranjak pergi keluar. Tak lama dia masuk kembali dengan membawa sebuah kardus.
"Apa itu pak...?" tanya Dinda.
"Ini sedikit mainan buat Exsal..." jawabnya. Ternyata Raka membelikan Exsal PS keluaran baru.
"Pak kenapa repot- repot....." ucap Dinda tak enak hati.
"Nggak ini sebagai permintaan maafku buat Exsal, ..."jawab Raka sambil tersenyum pada Exsal ,tiba- tiba hanfon Raka berbunyi . Rakapun permisi pada Dinda untuk mengangkat telfon dulu. Diapun berjalan keluar. Tak lama diapun kembali masuk.
"Din maaf aku harus pulang dulu ...." ujar Raka .
"Oo iya pak nggak apa- apa..."jawab Dinda kembali tersenyum dan berdiri sambil menggendong Exsal.
__ADS_1
"Maaf ya sayang....kapan- kapan kita main PS bersama ya....sekarang om pulang dulu..." ucap Raka pada Exsal.
"Din boleh aku menggendong Exsal sebentar...." pinta Raka pada Dinda. Dindapun menatap sang putra.
"Sayang mau gendong om sebentar..?"
tanya Dinda pada Exsal. Tanpa di duga tiba- tiba Exsal mengulurkan tangannya. Rakapun dengan gembira mengambil Exsal dari gendongan Dinda.
"Trimakasih sayang .... boleh om mencium pipimu....?"pinta Raka. Exsalmenganggukkan kepala. Rakapun mencium pipi kana kiri Exsal dengan gembira.
"Kapan- kapan om kesini kembali boleh" tanya Raka. Exsal kembali mengangguk.
"Om janji ya....." ucap Exsal tiba- tiba.
Dinda kaget mendengar omongan Exsal.
"Exsal...." seru Dinda merasa malu.
"Iya sayang om janji om pasti cepat kesini lagi, sekarang om pulang dulu ya "
Ucap Raka bahagia.
"Din aku pulang dulu ya ...kapan - kapan aku boleh kemari lagi kan...?"taya Raka penuh harap. Dinda terdiam sesaat dia bingung menjawabnya. Bilang boleh nggak enak dibilang nggak boleh Exsal berharap. Ya Allah apa yang harus aku jawab dia juga atasanku gimana aku menolaknya....baiklah demi kebahagiaan Exsal ucap Dinda dalam hati.
"Boleh pak....tapi jangan terbebani omongan Exsal pak..." jawab Dinda nggak enak.
"Nggak masalah...baiklah saya pulang dulu Asalamualaikum..."
"Walaikum salam .." Rakapun berjalan keluar rumah untuk pulang walau dalam hati berat meninggalkan rumah Dinda.
Ini semua gara- gara Sindy ngapain sich dia kerumah lagi runtuk Raka dalam hati. Rakapun meninggalkan rumah Dinda dengan memendam kemarahan. Dia mengambil Hp nya lalu menekan panggilan. Tak lama seseorang mengangkat panggilannya.
"Har di mana kau sekarang...." ternyata Raka menelfon Hari .
"...........
"Kerumah sekarang....!" serunya lalu mengakhiri panggilan. Terlihat kemarahan di wajahnya.
__ADS_1
BERSAMBUNG.
"