
Malam itu Dinda bersiap- siap pergi ke hotel xxx dimana tempat perjanjiannya dengan Sindy. Tapi sebelum Dinda pergi Dia ingin menelfon Raka dulu. Dinda mengambil Hpnya dan menekan nomor Raka. Tak lama Raka mengangkat panggilannya.
"Asalamualaikum...."jawab Raka.
"Walaikum salam....pa kau Di mana...?"
"Aku lagi ada di jalan ada apa sayang..?"
"Bisa nggak Papa datang kesini..?" tanya Dinda .
"Maaf sayang aku lagi ada kepentingan"
Jawab Raka di sebrang.
"Oo...ya sudah...kalau begitu aku tutup telfonnya Asalamualaikum.." ucap Dinda
Kecewa terbesit dalam hati Dinda kalau sekarang Raka sedang bersama Sindy.
"Walaikum salam...." jawab Raka menutup pembicaraan mereka. Dinda resah akhirnya dia mengambil tas kecilnya dan keluar kamar. Sesampainya di ruang keluarga Dinda bertemu dengan bik Sumi dan Exsal yang sedang bermain.
"Bik Dinda keluar dulu ya...tolong jaga Exsal bik beri makan dia ya bik..." pinta Dinda pada bik Sumi.
"Baik Non...." jawab bik Sumi sambil beranjak ke dapur untuk mengambil makanan buat Exsal.
"Sayang....mama keluar dulu ya...Exsal makan sama bik Sumi.." pamit Dinda pada Exsal.
"Iya ma... "jawab Exsal. Dinda mencium pipi Exsal dan kemudian keluar. Dinda mengendarai mobil sendiri menuju hotel XXX. Dia menjalankan mobilnya dengan kecepatan rata - rata. Tak lama sampailah Dinda di hotel XXX . Dinda memarkirkan mobilnya di parkiran hotel kemudian melangkah memasuki hotel yang Sindy janjikan. Ketika sampai di dalam Dinda melihat Raka sedang bersama Sindy. Tak lama terlihat Sindy berdiri tiba- tiba Raka memeluk Sindy. Mereka terlihat mesra berpelukan. kemudian terlihat Raka dan Sindy berjalan masuk ke dalam hotel. Tanpa sadar Dinda mengikuti Mereka. Terlihat mereka berdua berpelukan menuju sebuah kamar. Mereka masih saling berpelukan ketika keduanya masuk kedalam kamar. Dinda terperangah hatinya sakit bagai ditusuk- tusuk belati. Tanpa terasa air mata mengalir deras di pipi lembut Dinda. Dinda berlari keluar hotel setelah melihat mereka berdua menutup pintu kamar . Bagai tersayat- sayat sembilu hati Dinda .
__ADS_1
Dinda berlari keluar hotel menuju parkiran dan masuk kedalam mobilnya. Dinda menangis sepuas- puasnya dalam mobil.
"Kenapa kau lakukan ini pak....apa salahku padamu... Aku tak minta kau mengasihi kami kenapa kau harus hadir dalam hidup kami jika kau kini menyakiti kami" gumam Dinda perlahan. Hingga 30 menit Dinda menangis di dalam mobil akhirnya dia memutuskan untuk pulang. Dinda mengendarai mobilnya dengan cepat. Tak lama sampailah Dinda di halaman rumahnya. Setelah memasukkan mobilnya dalam garasi , Dinda melihat wajahnya di spion dalam mobilnya. Dinda membersihkan sisa - sisa air mata yang ada di wajahnya. Setelah itu dia melangkah ke dalam rumah. Ketika sampai di ruang keluarga terlihat Exsal tidur di pangkuan bik Sumi.
"Bik Exsal tidur...?sudah makan....?" tanya Dinda sambil mendekat.
"Sudah Non...." jawab bik Sumi.
"Mana Exsal bik mau Dinda taruh di kamar...sudah lama dia tidur bik..?" tanya Dinda lagi sambil mengangkat Exsal dari pangkuan bik Sumi.
"Baru saja Non...." jawab bik Sumi .
"Oh ya Bik tolong panggilkan pak Giman Dinda mau ngomong sama Bibik dan pak Giman....tunggu Dinda sebentar, Dinda mau menaruh Exsal di kamar.." ucap Dinda lalu melangkah menuju kamarnya. Sedang bik Sumi berjalan menuju kamar sang adik. Setelah sampai di kamar Dinda membaringkan tubuh Exsal dengan perlahan lalu menyelimutinya. Setelah itu Dinda mengambil Hpnya. Dia menekan nomor pak Bayu. Tak berapa lama pak Bayu mengangkat panggilannya.
"Asalamualaikum nak..." ucap pak Bayu.
"Walaikum salam Pa.... "jawab Dinda .
"Pa mereka masuk kekamar hotel pa..." jawab Dinda.
"Apa.... ?" teriak pak Bayu.
"Dinda hanya melihat mereka masuk kedalam kamar berdua Pa..." jawab Dinda sambil menangis. Pak Bima merasa sakit hatinya mendengar Dinda menangis. Pak Bima merasa marah. Tapi Dinda sudah memintanya untuk tak melakukan apapun.
"Nak apakah kamu tidak ingin mendengarkan penjelasan Raka dulu ?"
tanya pak Bima.
__ADS_1
"Penjelasan apa lagi Pa....?" jawab Dinda.
"Baiklah kalau begitu kalian bisa berangkat besok siang , kau papa tugaskan ke kota M jadilah wakil Papa disana Din.... besok pagi Papa kerumah kalian..." ucap pak Bima .
"Trimakasih Pa....kalau begitu Dinda akhiri dulu ya Pa Dinda mau berbenah " ucap Dinda.
"Baiklah nak....Asalamualaikum.."
"Walaikum salam Pa..." Dindapun mengakhiri panggilannya. Dinda melihat Exsal masih tidur terlelap, Dinda pun melangkah keluar kamar. Ketika sampai di ruang keluarga Dinda melihat bik Sumi dan pak Giman sudah duduk di sofa menanti kedatangannya. Dindapun menghampiri mereka dan duduk di sebelah bik Sumi.
"Pak Giman dan Bik Sumi sebelumnya Dinda minta maaf pada kalian berdua. Dinda mengumpulkan kalian berdua ada yang akan Dinda bicarakan pada kalian...( Dinda terdiam sejenak ). Bik , pak Giman Dinda mau keluar kota... Bibi dan pak Giman boleh ikut atau tidak itu terserah kalian....kalau bibik dan pak Giman mau ikut Dinda boleh...kalau pun nanti kalian tidak ikut kalian bisa kembali ke rumah Ayah dan Bunda. Itu semua terserah apa keinginan kalian , kalau kalian mu memilih ikut Dinda bersiaplah besok kita akan berangkat kekota M kita akan pindah kesana. Kalau kalian bertanya berapa hari atau betapa bulan kita di sana Dinda belum tahu bik....mungkin satu atau dua bulan mungkin juga satu atau dua tahun Dinda belum tahu . untuk itulah Dinda menyerahkan pilihan pada kalian berdua.kita akan berangkat besok setelah Papa Bima datang menyerahkan surat tugas pada Dunda. Tapi sebelum kita berangkat kita akan berpamitan pada Ayah dan Bunda. Dinda minta jangan bilang pada siapapun kemana kita pergi. walaupun itu Ayah dan Bunda. Mungkin nanti setelah beberapa hari baru Dinda akan memberitahukan pada Ayah dan Bunda. Gimana pak Giman Bik Sumi apa pilihan kalian. "
Jelas Dinda pada Bik Sumi dan Pak Giman.
"Non kok pindahan kita mendadak Non ...?" tanya pak Giman.
"Iya Non memangnya ada apa Non...?" timpal bik Sumi.
"Kapan- kapan Dinda ceritakan bik...tapi sekarang apa pilihan kalian. " tanya Dinda kembali.
"Kami ikut Non Dinda aja non..." jawab Pak Giman.
"Iya Non ...kami ikut Non Dinda aja.. Kami tidak ingin berpisah dengan kalian" jawab bik Sumi .
"Baiklah...kalau begitu kita mulai berbenah apa yang akan kita bawah " ucap Dinda .
"Bawalah barang- barang kalian sebab kita belum tahu sampai kapan kita di sana bik pak Giman" ujar Dinda kembali.
__ADS_1
"Baik Non..."jawab mereka serempak. Merekapun pergi masuk kekamar masing- masing untuk berbenah.
"