Kebahagiaan Yang Tertunda

Kebahagiaan Yang Tertunda
KEMBALI KE RUMAH


__ADS_3

Dinda tersenyum lega ketika keluar dari bandara. Terlihat keluarga Dirga telah menunggu kedatangan mereka berdua .


Merekapun saling berpelukan melepas rindu. Terlihat merekapun meninggalkan bandara.


"Hey gimana apa sudah ada kabar calon keponakanku.....?" ucap Tia yang memang semobil dengan mereka berdua. Sontak membuat wajah Dinda memerah.


"Dek mana bisa tahu sekarang....baru juga enam hari....." seru Dirga sambil tertawa.


"Kali aja bisa langsung tahu..." goda Tia sambil melirik Dinda .


"Mana ada beb....." jawab Dinda.


Merekapun akhirnya tertawa bersama.


" Mas besok kerumah Bunda ya.....?" ucap Dinda sambil memandang suaminya.


" Iya yang....." jawab Dirga sambil menatap Dinda sekilas karena dia sedang menyetir.


"Ampuuun ....jawang kalian perlihatkan kemesraan di depan orang yang masih jomblo dong....!"seru Tia yang ada di bangku belakang.


"Makanya cari cowok dong...." ucap Dirga mengejek.


"Yeee....yang sudah punya istri....." jawab Tia sambil memanyunkan bibirnya.


"Idiii......siapa yang bilang belum punya cowok.....!" timpal Dinda sambil melihat Tia dari kaca spion mobil. Seketika wajah Tia semburat merah.


"Lo..emang dia udah punyak cowok yang....?" tanya Dirga penasaran.


"Hmmm..bo..." sebelum Dinda melanjutkan omongannya sebuah tangan halus mendekap mulutnya.

__ADS_1


"Nggak belum kok kak....." jawab Tia yang masih mendekap mulut sahabatnya.


"Trus kenapa kau dekap mulut istriku.?"


Tanya Dirga sambil menahan tawa.


"Nggak....nich lihat nggak kak...." jawab Tia sambil melepas tangannya dari mulut Dinda.


" Awas kau beb kalau membuka rahasia." bisik Tia pada Dinda.


"Nach itu...kenapa kau ancam istriku.." tanya Dirga yang mendengar bisikan Tia.


"Hey...mana aku nggak ngomong apa- apa kok iya kan beb....?" jawab Tia.


" Ha ha ha....." Dindapun tak bisa menahan tawanya.


"Iya iya....." ucap Dinda disela- sela tertawanya.


"Hey...ada rahasia apa ini yang....?" tanya Dirga pada istrinya.


" Uda jangan tanya dulu mas....ini rahasia Tia, suatu saat mas akan tahu sendiri....." jawab Dinda sambil menatap Tia yang ada di bangku belakang. Dirgapun akhirnya menahan rasa penasarannya. Tak lama mereka telah sampai di rumah Durg.


Dirga memasukkan langsung mobilnya di garasi. Merekapun lalu masuk kedalam rumah setelah mengeluarkan barang- barang bawahan dan di angkut oleh para pembantu untuk di taruh langsung kekamar mereka berdua. Tak lama kedua orang tua Dirga pun tiba pula.karena sudah kerasa lelah Dirga dan Dinda masuk ke dalam kamar mereka.


"Mas Dinda mandi dulu ya....badanku sudah lengket semua...?" ucap Dinda sambil berjalan ke kamar mandi.


"Nggak bareng yang...." goda Dirga.


"Nggak..."ucap Dinda sambil tertawa karena dia tahu maksud sang suami. Dirga yang mendengar penolakan sang istri tertawa.

__ADS_1


Setelah mandi dan berganti pakaian mereka turun kebawah sambil membawah oleh- oleh bulan madu mereka. Terlihat mama dan adeknya sedang menata makanan di meja makan.


" Kalian sudah turun...baru aja mama mau menyuruh Tia memanggil kalian."


ucap mama sambil memandang mereka berdua.


"Iya ma...ma ini oleh - oleh kami buat mama sama papa dan untukmu dek.."


Ucap Dirga sambil memberikan bungkusan kepada mama dan Tua.


"Trimakasih nak..." ucap mama Susi sambil tersenyum.


"Yee...trimakasih kak, trimakasih beb.." ucap Tia sambil memeluk Dinda yang ada di hadapannya.


"Sama - sama..." ucap Dinda sambil memeluk kembali sahabatnya sekaligus adik iparnya.tak lama papa Dirga datang juga ke meja makan.


"Ada apa ini sepertinya ada kegembiraan....?" tanya beliau.


"Ini pa dapat oleh- oleh dari bulan madu mereka.." jelas bu Susi.


"Ooo ...trimakasih nak...sebenarnya kalian sudah datang dengan selamat itu sudah menjadi hadiah yang bapak harapkan apa lagi kabar bahagia dari kalian..." ucap Pak Bima sambil duduk.


"Jangan kuatir pa....pasti kami akan memberi kabar bahagia pada kalian.."


Jawab Dirga sambil memandang wajah istrinya yang sudah memerah.


"Ya udah ayo sekarang duduk kita makan dulu " ucap pak Bima lagi.


Merekapun duduk bersama menghadapi meja makan yang sudah penuh dengan bermacam- macam hidangan. merekapun menikmati makanan yang sudah tersedia.

__ADS_1


__ADS_2