
Ketika sampai di rumah Raka cepat - cepat masuk kedalam .,ketika sampai di dalam rumah dia melihat mama dan papanya sedang duduk bersama sindy. Terlihat raut muka kedua orang tuanya yang tidak sabar . ada kerut kemarahan di sana.ketika melihat Raka Sindy berdiri.
"Sayang.....!" serunya sambil berjalan mendekati Raka.
"Stop cukup Sindy...!" teriak Raka marah.
"Kenapa sich Ka.....aku kan sayang sama kamu....." ucap Sindy yang tetap ingin memeluk Raka.
"Cukup Sindy....aku mohon berhentilah kau mendekatiku......harus berapa kali aku bilang padamu aku tidak mencintaimu menjauhla dariku Sind !" seru Raka penuh kemarahan.
"Tidak....! aku sudah bilang kau adalah kekasihku titik.....aku mencintaimu Ka!" teriak Sindy marah.
"Sind kau bukan mencintaiku tapi kau terobsesi padaku...." ucap Raka Datar.
"Terserah apa katamu pokoknya kau adalah milikku kekasihku....!" teriaknya.
"Har....tolong bawa Sindy keluar Har..." ucap Raka yang melihat Hari masuk kedalam rumah.
"Baik....ayo Sind.." jawab Hari segera mendekati Sindy.
"Tidak..! Aku tetap mau disini ..!" teriak Sindy kembali sambil menghindar dari Hari. Rakapun memanggil kedua satpamnya untuk membantu Hari. Merekapun memaksa Sindy keluar. Dengan merontah Sindy tetap di bawah keluar. Setelah sindy di bawah pergi Raka duduk di sofa bersama kedua orang tuanya .
"Ka....andai kau hidup dengan gadis itu bagaimana kehidupan mu nak..." ucap sang mama.
"Bukannya Papa sudah memperingatkan padamu sejak dulu Ka..." ucap sang papa.
"Iya pa...semua memang salah Raka...
Raka tidak tahu sifat Sindy seperti ini"
Jawab Raka lesuh.
"Biar Raka akan minta tolong pada Rendy untuk menasehati Sendy pa.." ucap Raka kembali.
__ADS_1
****
Saat itu Sindy yang di usir keluar dari rumah raka terlihat dia menghentikan mobilnya do pinggir jalan dan sedang menelfon seseorang.
"Halo....kau dimana....?" tanya Sindy
".Saya lagi di clab malam bos.." jawab seseorang di sebrang.
"Ada tugas buatmu..." ucapnya dengan nada marah.
"Siap bos....."
"Kau tahu Raka Wira Wijaya pewaris tunggal keluarga wijaya...?"
"Putra dari keluarga Wijaya Bos......?"
"Benar...aku memberikan tugas padamu untuk memang- matainya dekat dengan gadis mana dia sekarang. Semua laporkan padaku jelas....?" perintah Sindy datar.
"Baiklah soal uang aku transfer separuhnya sekarang...."
"Ok kami akan laksanakan...."
Sindypun menutup panggilan telfon.
"Raka tidak seorangpun boleh merebutmu dari tanganku....tak seorangpun. ...." ucap Sindy dengan senyuman liciknya. Setelah menelfon diapun kembali menjalankan mobilnya .
****
Pagi itu Dinda sudah berdiri di depan lift bersama beberapa rekannya. tiba- tiba terlihat Raka yang berada didepan lift khusus sang Presdir.
"Pagi pak...." sapa mereka bersamaan.
"Pagi....." balas Raka datar. dan diapun melihat Dinda yang berdiri menunggu lift terbuka bersama mereka.
__ADS_1
"Har tunggu....." ucapnya pada Hari yang akan menekan tombol lift. Hari pun menahan tangannya yang akan menekan tombol.
"Din.....!" seru Raka pada Dinda yang memang sejak tadi bersembunyi di belakang salah satu rekan pria yang lebih tunggu dan besar dari nya. Ya ampun kenapa dia lihat sich lagian jam segini kenapa dia sudah datang gumam Dinda .
"Iya pak....." jawab Dinda sambil menunduk.
"Ayo sini bareng saya...." serunya sambil menatap Dinda.
"Tapi pak...."
"Ayo cepat....." serunya sambil menatap Dinda tajam.
"Iya pak...." jawab Dinda sambil buru- buru masuk kedalam lift . Dindapun berdiri di sebelah Raka. Hari pun menekan lift menuju lantai 10 tempat kantor Raka. tak lama sampailah mereka di lantai 10. merekapun keluar dari lift. mereka menuju ruang masing- masing. Hari menuju ruangannya yang berada di sebelah ruang Prresdir, Raka langsung masuk keruang Presdir sedang Dinda menuju meja yang berada di depan ruang Presdir. Dinda menaruh tas kerjanya di meja sebab dia harus membuatku kopi untuk bos nya.
Tok...tok..tok...
"Masuk...."
ceklek....
Dinda masuk dengan membawa nampan berisi secangkir kopi.
"pak kopinya....." ucap Dinda sambil menaruh cangkir yang berisi kopi di meja dekat sofa.
"Iya...." jawabnya sambil masih menatap leptopnya.
"Din apajadwalku hari ini...?" tanya Raka sambil menatap Dinda dan menghentikan Tanganmu yang sedang mengetik.
"jam 8 kita ada janji bertemu dengan klien dari singapur di hotel Barata pak di lanjutkan nanti pertemuan dengan anggota DPRD jam 10 pak setelah itu jan 14.00 kita meninjau pembuatan mall yang baru pak..." jawab Dinda.
"kalau begitu cepat kau siapkan karena waktu sudah hampir jam 8 ..." ucap Raka.
"Baik pak...kalau begitu saya permisi..." Raka hanya menjawab dengan anggukan kepala. Dindapun keluar ruangan. tak lama terlihat mobil Raka meninggalkan kantor .
__ADS_1