Kebahagiaan Yang Tertunda

Kebahagiaan Yang Tertunda
KENCAN.


__ADS_3

Tak terasa hari pernikahan sudah tinggal satu setengah bulan lagi. Dirga rasanya tak sabar menunggu, pagi itu dia sudah bersiap- siap akan menjemput Dinda karena kemaren dia sudah berjanji pada Dinda akan mengajaknya makan siang. Dinda pun sudah mempersiapkan diri takutnya Dirga keburu datang. Ketika Dinda sedang memandang wajahnya di kaca takut penampilannya akan membuat Dirga malu tiba- tiba pintu kamarnya diketuk dari luar.


" kak ...ada kak Dirga...!" ucap Sela dari luar pintu .


"Iya sebentar dek.....kak Dirga suru duduk dulu..."


"Iya kak...." Selapun berlalu meninggalkan kamar Dinda .


Tak lama Dinda pun keluar dari kamarnya. Sesampainya diluar terlihat Dirga sudah menunggunya di ruang tamu.


"Dek uda siap...?"


"Iya mas...."


"Baiklah kita pamit dulu sama Ayah dan Bunda....." ucap Dirga sambil berdiri dari duduknya . Dirga memang sudah mengubah panggilannya pada kedua orang tua Dinda dengan sebutan Ayah dan Bunda. Mereka berduapun masuk kedalam untuk berpamitan, kebetulan Pak Damar sedang membaca koran diruang keluarga , sedang bu Nuning ada di dapur.


"Yah Bunda mana..?" tanya Dinda ketika melihat bunda tidak bersama Ayahnya.


"Ada di dapur...." jawab Ayah sambil melipat korannya.


"Mas tunggu sebentar aku panggilkan Bunda..." seru Dinda yang di angguin Dirga. Tak lama Dinda keluar bersama


Bu Nuning .


"Ayah Bunda... kami berdua akan pergi keluar dulu..." pamit Dirga.


"Silahkan nak.....jangan sampai sore....."


ucap pak Damar.

__ADS_1


"Iya Ayah....kami pamit Dulu..."


"Hati- hati di jalan....."


"Asalamualaikum..." pamit mereka sambil mencium tangan kedua orang tua Dinda.


"Walaikum salam..." mereka berduapun berjalan meninggalkan rumah mereka .


Tak lama sampailah Dirga dan Dinda di restoran yang Dirga tuju , mereka berduapun masuk sambil bergandengan tangan.ketika mereka masuk banyak pasang mata yang memperhatikan mereka berdua, wajah mereka berdua membuat orang yang melihatnya merasa iri, bagaimana tidak yang satu gagah dan tampan yang lainnya cantik dan anggun. Terlihat pancaran cinta yang di berikan Dirga pada Dinda begitu nyata hingga membuat setiap wanita yang memandangnya merasa iri pada Dinda. Dirga membawa Dinda ke sebuah meja yang ada disudut ruangan restoran.jadi tidak mengganggu kencan mereka.


Tak lama datang pelayan restoran menanyakan pesanan mereka.


"Yang..pesan apa...." tanya Dirga mesra.


"Tersera mas aja...."


pinta Dirga pada sang pelayan.


"Baik mas tunggu sebentar ya...."


"Iya mbak......" pelayan itupun meninggalkan mereka.


"Dek setelah ini ikut mas ya kerumah mas..."ucap Dirga sambil memandang Dinda.


"Kerumah mas...? Maksudnya kerumah mama...?" tanya Dinda bingung.


"Nggak kerumah mas sendiri ..calon rumah kita..."jelas Dirga sambil memegang tangan Dinda yang ada di atas meja.


"Mas sudah punya rumah sendiri...?"

__ADS_1


"Iya..."


" Sejak kapan mas......"


""Sebenarnya sich uda lama....."


"Kok Dinda sering ketemu mas Di rumah mama...?"tanya Dinda penasaran.


"Iya itu gara- gara adek..."


"Lo kok gara- gara adek....?" tanya Dinda bingung.


"Iya setelah ketemu adek dirumah mama waktu itu , mas tidur disana biar kalau adek ketemu Tia mas bisa ketemu adek..." jelas Dirga sambil tersenyum.


"Hii lebay....." sungut Dinda sambil mengerucutkan bibirnya. Dirga pun jadi gemas melihat Dinda.


"Dek jangan memancing mas...."


"Maksud mas......"


"Tu kan....kalau adek seperti itu mas bisa nyium adek di sini lo...." jelas Dirga.


"Hadeh mas....itu maunya mas..."


"Makanya dek jangan cemberut kayak gitu mas jadi gemes kan....." goda Dirga.


"Ye.....mas aja yang mesum..." ucap Dinda sambil cemberut . Dirga pun tertawa.


pembicaraan mereka terputus karena kehadiran pelayan restoran membawa makanan mereka. Merekapun menikmati hidangan yang mereka pesan .

__ADS_1


__ADS_2