
“Permisi Pak, ini berkas yang bapak minta.” Ucap karyawan Farel meletakkan berkas tersebut di meja kerja Farel.
Farel mengambil dan mulai membaca berkas-berkas tersebut. Matanya membaca satu-persatu setiap baris dengan serius. Kemudian ia menatap karyawan tersebut.
“Apa-apaan ini. Ulangi semuanya.” Farel melempar berkas-berkas yang diberikan oleh karyawannya.
“Baik Pak.” Ucap karyawan tersebut.
Karyawan itu segera mengambil berkas yang terjatuh di lantai karena ulah bosnya. Ia segera keluar dari ruangan yang menakutkan tersebut.
Semenjak kejadian dimana Lena kabur, Farel berubah menjadi orang yang dingin dan arogan. Tidak ada lagi Farel yang baik, ramah selalu tersenyum pada karyawannya. Semua karyawannya sudah pernah ia marahi. Ia hanya akan tersenyum dan baik pada keluarganya.
Seluruh karyawannya bingung mengapa sifat bos mereka berubah menjadi dingin, padahal dulu setiap bertemu karyawan bos mereka selalu tersenyum pada karyawannya. Namun sekarang apa pun yang dikerjakan karyawannya salah. Sampai-sampai karyawannya selalu lembur sampai jam 9 malam untuk mengerjakan tugas mereka. Mereka tidak tahu jika Lenalah yang menjadi alasan kenapa Farel menjadi seperti itu.
Selama satu bulan ini Danu yang diperintahkan mencari Lena, tidak bisa mendapatkan informasi apa pun tentang keberadaan Lena. Farel tidak tahu siapa yang membantu Lena dalam pelariannya. Ia hanya berharap bisa menemukan Lena secepatnya.
Ia menatap foto dirinya dan Lena di handphone nya. Farel tidak pernah menghapus foto-foto tersebut. Dahulu sewaktu masih bersama Sarah, ia sering melihat foto-foto Lena ketika merindukannya.
Farel tersenyum mengingat kenangannya bersama Lena, ketika Lena marah padanya, senyuman yang selalu menghiasi wajah Lena ketika melihat taman yang indah.
Tiba-tiba suara ketukan pintu membuyarkan lamunannya.
“Masuk.” Ucap Farel dingin.
Setelah mengatakan masuk, pintu terbuka dan menampilkan sekretaris Farel yang mempunyai tubuh yang indah menggoda. Sepertinya ia sengaja memakai pakaian ketat untuk menggoda bosnya.
“Maaf pak, hari ini ada pertemuan dengan klien. 10 menit lagi akan dimulai.” Ucap sekretaris Farel yang bernama Indah dan membuat Farel risih karena pakaian yang dikenakan oleh sekretarisnya.
“Baik, kita berangkat sekarang.” Farel berdiri dan melangkah keluar ruangan menuju lift tanpa melihat Indah.
Indah yang mempunyai perasaan pada Farel berdecak kesal, karena usahanya untuk menggoda bosnya selalu gagal. Di dalam lift, dengan sengaja Indah menggoda Farel. Ia berpura-pura terjatuh dan menimpa tubuh Farel untuk memeluknya.
“Indah.” Panggil Farel yang tidak bergerak sama sekali.
“Iya pak.”
“Lepaskan tanganmu dari tubuhku.” Ucap Farel dingin tanpa menatap Indah.
__ADS_1
Indah tidak peduli dengan ucapan Farel, ia semakin mengeratkan pelukannya. Tanpa di duga Farel, indah mencium bibir Farel. Farel yang tidak siap dengan perlakuan seperti itu pun terkejut dan segera menarik tangan Indah dan mendorong indah ke pojok lift.
“Apa Bapak tidak menginginkan tubuh saya? Saya bisa memuaskan Bapak.” Ucap Indah percaya diri dan menggoda.
Indah yang diperlakukan seperti itu tersenyum menggoda. Ia mengira jika Farel akan membalas ciumannya. Namun harapannya sia-sia, ketika tangan Farel menangkap rahang Indah dengan kasar.
“Jangan pernah menggodaku seperti itu. Kau terlihat seperti wanita ******.” Farel menekankan kata ****** dan melepas genggamannya pada rahang Indah.
Terlihat bekas cengkeraman tangan Farel mulai memerah. Indah pun meringis ketakutan. Ia tidak menyangka jika bos nya bisa melakukan hal itu pada dirinya.
“Satu hal lagi, sebaiknya besok kamu tidak memakai pakaian kekurangan kain seperti itu lagi. Atau kamu akan di pecat dari perusahaan.” Ucap Farel sebelum keluar dari lift.
“Ba... Baik Pak, maafkan saya.” Kata Indah ketakutan. Ia tidak ingin kehilangan pekerjaannya sekarang. Ia pun mengikuti Farel menuju ruang pertemuan sambil mengusap rahangnya yang sakit.
Farel dan Indah tiba di ruangan pertemuan yang akan segera di mulai. Pertemuan itu berjalan cukup lancar dan berakhir satu jam kemudian. Klien Farel senang bekerja sama dengan perusahaan.
Farel segera kembali ke ruangannya ketika mendapat chat dari adiknya jika ia dan mama menunggu di ruangan Farel. Farel merasa bersalah, karena telah merepotkan mamanya. Mama nya selalu membawa bekal makan siang untuk Farel.
“Ma, kalian sudah lama menunggu?” Tanya Farel setelah masuk ke ruangan. Ia pun segera mencium pipi kanak dan kiri Mama nya.
“Kak bagaimana tadi pertemuannya, lancar?” Tanya Rani.
“Hmmm.. Lancar.”
“Ini Mama bawakan bekal buat kamu.” Mama Farel memberikan kotak makan siang kepada Farel.
“Ma, Mama tidak perlu melakukan ini setiap hari.” Farel menerima kotak makan tersebut.
“Mama lakukan ini karena khawatir sama kamu, Rel. Mama tahu kamu jarang makan siang.” Ucap Mama Farel lembut.
“Tapi Ma....”
“Tidak ada yang bis a menolak perintah Mama, Farel. Kamu harus menghabiskannya. Hari ini Mama memasak makanan kesukaanmu.”
“Kakak harus makan, sudah kurus begitu, nanti tidak ada perempuan yang suka sama kakak lagi.” Rani mencela pembicaraan mereka.
“Kamu pikir pesona kakak kamu ini hilang?” Farel menyombongkan diri membuat Rani melakukan pergerakan mual.
__ADS_1
“Sudah-sudah kalian selalu seperti ini.”
“Bagaimana tentang Elena, apakah kamu sudah mendapatkan informasi?” Tanya Mama Farel.
“Belum Ma, aku tidak tahu dia bersembunyi dimana sekarang.” Ucap Farel dengan lesu.
“Farel, Mama harap kamu kembali seperti dulu, selalu ceria. Masalah Elena serahkan saja pada yang maha kuasa. Jika kamu berjodoh dengannya, maka kalian akan dipertemukan lagi.” Ucap Mama Farel menasihati anak sulungnya.
“Hmmm..”
“Apa kakak ingin ikut denganku? Aku akan pergi liburan selama satu minggu.”
“Itu ide yang bagus. Kamu bisa melupakan sejenak tentang pekerjaan.” Mama Farel menyetujui ide putrinya.
“Lalu bagaimana pekerjaanmu?”
“Sekretarisku bisa melakukannya.”
Farel menggelengkan kepalanya mendengar jawaban Rani. Ia berpikir sejenak, sepertinya ide dari adiknya cukup bagus. Ia memutuskan untuk ikut berlibur bersama Rani. Mungkin ia bisa melupakan pekerjaannya sejenak dan yang utama melupakan Lena untuk sementara.
“Baiklah, aku akan ikut denganmu.”
“Yeaahhh... Minggu depan kita berangkat. Kakak pasti tidak akan menyesal.” Ucap Rani semangat.
Mama Farel yang melihat kedekatan kedua anaknya tersenyum bahagia. Ia berharap dengan liburan tersebut dapat mengembalikan keceriaan Farel lagi.
“Ya sudah, kalau begitu Mama sama Rani pamit pulang dulu. Dan mama tidak ingin ada makanan yang tersisa di kotak bekalmu nanti.” Ucap Mama bersiap-siap pulang.
“Oke Ma, Hati-hati dijalan.” Ucap Farel mencium pipi Mama dan adiknya.
Setelah Mama dan adiknya pergi, Farel segera membuka dan memakan makanannya dengan lahap. Ia meletakkan tempat bekal kosong ke bawah meja agar tidak mengganggu pekerjaannya.
Malam harinya ia selalu pergi ke club milik sahabatnya Danu. Farel akan berada di club tersebut sampai tengah malam terkadang sampai jam 3 subuh. Ketika berada di club Farel bisa melupakan semua tentang kejadian hari ini dan terutama Lena dan permasalahannya.
Danu merasa kesal ketika sahabatnya tersebut datang, Farel selalu menyusahkannya. Bagaimana tidak menyusahkan, Danu lah yang bersusah payah mengantarkan Farel menuju rumah kedua orang tuanya atau pun ke hotel tempat ia tidur.
Sementara orang yang dipikirkan Farel mencoba memulai kehidupan yang baru untuknya dan ketiga anaknya. Walaupun ia masih mencintai Farel, tapi Lena berharap Farel tidak bisa menemukan mereka.
__ADS_1