Kebahagiaan Yang Tertunda

Kebahagiaan Yang Tertunda
TERBONGKAR


__ADS_3

Satu minggu sudah Dinda hilang. Raka sudah mencarinya hingga menambah orang untuk mencari keberadaan Dinda. Sindy yang Memantau Raka tahu kalau Raka kehilangan Dinda. Dia sangat bahagia. Dia kembali teringat kejadian ketika ada di hotel xxx . saat itu dia menelfon Raka untuk membuat perjanjian bertemu di hotel xxx. saat itu Raka tidak mau, tapi Sindy mengatakan kalau pertemuan itu akan menjadi pertemuan terakhir buatnya. Setelah itu dia akan berjanji tidak akan mengganggu Raka lagi. Akhirnya raka menyetujuinya. Sindy memberi waktu bertemu jam 18.30. karena dia berjanji pada Dinda jam 19.00 . ketika jam 19.00. Dinda terlihat memasuki hotel. Sindy berpura - pura berdiri dan berkata kepalanya pusing dan berpura- pura akan pingsan. Raka yang taktahu akting Sindy segera memeluk Sindy yang akan roboh. Sindy melihat kekagetan Dinda. Sindy meminta raka untuk membawanya kedalam kamar hotel yang sudah dia pesan. Karena sindy lemas Raka terpaksa menuruti permintaan sindy memapahnya ke dalam kamar. Sindy dapat melihat Dinda mengikuti mereka. Dan diapun memeluk mesra Raka.


" Ha..ha..ha...rasakan pembalasanku p*****r. Kau tak akan bisa merebut Raka dari tanganku. Dan sebentar lagi Raka akan menjadi milikku satu- satunya. Ha..ha..ha " Sindy pun tertawa gembira.


*****


Pagi itu Raka sudah berada di dalam ruang kantornya. dia bertekat akan mencari Dinda sendiri. Ketika dia akan bersiap- siap keluar tiba- tiba ada yang masuki ruangannya tanpa mengetuk pintu.


"Sayang.....apa kabar...?" seru Sindy sambil berjalan mendekati Raka.


"Stop..! Jangan mendekat.... untuk apa kau datang kesini...? lagian kamu itu ya kok nggak ada sopan santunnya ... " seru Raka marah.


"Sayang apa salahnya aku menemui kekasihku sendiri..." ucapannya genit.


"Cukup Sind....aku sudah muak dengan tingkahmu...." seru Raka semakin marah.


"Raka....aku tahu kau sedang sedih di tinggal p*****r murahan itu kan...? lupakanlah Dia, salahmu sendiri kenapa kau memilih dia. aku yang begitu mati- matian mencintaimu kau campakkan. Sekarang kembalilah padaku. Aku akan selalu menunggu mu...." ucapnya sambil mendekat pada Raka.


"Stop cukup Sind Jangan mendekatiku lagi dan dari mana kamu tahu Dinda pergi"tanya Raka curiga. Sindy pun kaget dengan kecerobohannya.


"Raka semua orang sudah tahu berita itu..." jawab Sindy menutupi kebohongannya.


"Bohong..... Tidak seorangpun yang tahu hubungan kami apalagi Dinda meninggalkanku...!"seru Raka curiga , tepat pada saat itu pintu di ketuk dari luar.


"Masuk..." jawab Raka.


Dengan membuka pintu perlahan Hari masuk kedalam. Hari melihat Sindy yang berdiri dekat Raka. Hari terkejut melihat Sindy dan itu mengingatkan dia pada Vidio yang ada di dalam Hp nya. Sedang Sindy ketika melihat Hari masuk merasa lega karena bisa menyelamatkan dia dari pertanyaan Raka.


"Sepertinya kau lagi sibuk Kalau begitu aku pulang dulu. kalau kau kangen aku kutunggu di rumah ya sayang...." ucapnya sambil ingin mencium Raka. Rakapun mendorong tubuh Sindy menjauh dari dirinya. Sindy pun berjalan keluar dari ruangan Raka dengan tertawa. Setelah Sindy keluar Hari mendekati Raka.


"Bos ada sesuatu yang akan aku perlihatkan padamu....." ucap Hari pada Raka.


"Apa lagi Har... "jawab Raka cuek.


"Hey jangan cuek nanti kau akan menyesal kalau tak mau melihatnya lo." ucap Hari.

__ADS_1


"Bodoh....." ucap Raka sambil duduk.


"Bos lihatlah dulu...kau akan senang..." rayu Hari.


"Har tak akan ada berita yang bisa membuatku senang selain berita tentang Dinda..." ucap Raka kembali.


"Lihat aja dulu Bos.... Setelah itu baru kau katakan beritaku menyenangkan atau tidak...." goda Hari. Rakapun jadi penasaran.


"Baiklah coba kau perlihatkan padaku tapi awas kalau tidak bisa membuatku senang mati kau...."ancam Raka .


"Ya ila Bos galak amat.... lihat dulu vidio ini , Kau akan merasa puas setelah melihatnya. " Haripun memberikan Hpnya pada Raka. Raka menerima Hp yang diberikan oleh Hari dan melihat vidio yang ada di dalamnya. Ketika dia melihat isi vidio itu tiba- tiba wajahnya memerah penuh kemarahan.


"Har kenapa baru sekarang kau tunjuk kan vidio ini padaku..." ucapnya dengan marah.


"Bukankah Bos menugaskan aku ke kota S mana sempat aku menunjukkan padamu bos.." jawab Hari.


"Tapi kemaren waktu kau kembali kenapa kau tetap diam. ..?" ucap Raka kembali.


"Maaf bos saya lupa. Baru tadi ketika melihat wajahnya saya baru ingat dengan vidio ini..." jawab Hari .


"Dasar kau.....andai bukan sahabatku sudah habis kau...." sungut Raka. Hari hanya tersenyum cengengesan .


"Untuk apa Bos....?" jawab Hari bingung.


"Ya lihat rekaman CCTV pada saat pertemuanku dengan Sindy *****...." jawab Raka kesal.


"Ooo..... Maaf saya nggak tahu bos..." jawab Hari sambil tersenyum. Merekapun pergi ke hotel tempat Raka bertemu dengan Sindy yang ternyata masih kepunyaan keluarga Wijaya. Ketika sampai di Hotel Raka meminta pada bagian keamanan untuk menunjukan hasil rekaman CCTV pada hari ketika dia bertemu dengan Sindy. Ketika Raka di perlihatkan hasil rekaman saat dia bertemu sindy, Raka dapat melihat ketika Dinda terlihat berada di depan pintu masuk tiba- tiba terlihat Sindy berdiri , Raka ingat saat itu Sindy bilang kalau dia pusing mau pingsan Dan Raka menolongnya. Raka juga ingat saat itu Sindy memintanya untuk membawa dia masuk kedalam kamar hotel sebenarnya saat itu dia enggan mengantar sindi tapi karena kemanusiaan terpaksa Raka mengantarnya Raka melihat di layar CCTV ketika Dinda mengikuti dia dan Sindy , ketika dia berjalan kekamar mengantarkan Sindy . terlihat dengan jelas saat itu Dinda menangis. Dan ya Allah....terlihat ada senyuman licik di bibir Sindy ketika Raka memapah tubuhnya. setelah dia masuk kekamar bersama Sindy, Raka melihat Dinda berlari sambil menangis.


"Ya Allah....apa yang aku lakukan...!" teriak Raka frustasi.


"Bos kenapa jadi begini..... ?" tanya Hari sedih ketika dia juga melihat rekaman itu. Tak bisa di bayangkan apa yang ada di fikiran Dinda saat itu.


"Aku tak menyangka bisa terjebak dalam permainan Sindy Har....." ucap Raka sambil menjambak rambut hitamnya.


"Ka tak bisa kubayangkan betapa sakit dan kecewanya Dinda saat itu..Dan kenapa juga kau mencabut laporan itu tidak bilang pada Dinda.... ?" tanya Hari sedih.

__ADS_1


"Itulah kesalahanku Har..aku lupa


mengatakan pada Dinda.." ucapnya lirih


"Tapi Maaf Ka kamu memang benar - benar salah.. Dalam kejadian itu Dindalah yang menjadi korban langsung ... , seharusnya mereka memohon pada Dinda bukan padamu tapi mengapa Dinda tidak di libatkan sama sekali dalam pembebasan orang yang telah menganiaya dia Ka.... " ucap Hari sedih


"Iya Har aku salah...."jawab Raka kembali.


"Pasti sekarang dia menyangka apa yang di katakan Sindy benar adanya.." ucap Hari kembali.


"Trus apa yang harus aku lakukan Har...agar aku bisa menemukan kembali Dia...." tanya Raka penuh sesal dan putus asa.


"Ya sudalah sobat nasi sudah menjadi bubur. Disesalipun tak ada guna, sekarang lebih baik kita fokus pada pencarian Dinda..... Coba kita tanyakan pada kedua orang tuanya..." jawab Hari iba melihat sang sahabat yang frustasi.


Tapi tiba- tiba Raka berdiri dari duduknya dan terlihat wajah yang penuh amarah.


"Tunggu Har sebelum kita mencari Dinda kita harus menyelesaikan persoalan ini sampai tuntas...' ucap Raka sambil tersenyum licik. Hari tahu apa yang dimaksud Raka.Raka meminta rekaman CCTV saat pertemuannya dengan Sindy. Tak lama Raka menelfon seseorang.


"Hallo Raka...ada apa..?" ternyata Raka menelfon Rendy.


"Kau di mana....." ucap Raka pada Rendy


".Aku ada di rumah ada apa.....?" jawab Rendy .


"Apakah papa mu juga ada....?" tanya Raka kembali.


"Ada mama juga ada Sindy juga ada ... ada apa sich Ka" Tanya Rendy penasaran.


"Baiklah aku akan ke sana nanti malam


Tolong adikmu jangan sampai keluar aku ingin bertemu dengan kalian " ucap Raka lalu menutup telfonnya. lalu berjalan ke arah Hari.


"Har aku akan menebus kesalahanku pada Dinda. dan Sindy harus menerima akibat yang dia lakukan. kau mengerti maksudku.....? dan kau tahu apa yang harus kau kerjakan.." ucap Raka dengan senyum liciknya.


"Baik Bos aku tahu apa yang harus aku lakukan karena itu juga keinginanku " jawab Hari tersenyum senang.

__ADS_1


"kita kerumah Sindy jam 7 malam siapkan semuanya Har....." seru Raka.


"Siap Bos....." jawab Hari.merekapun akhirnya meninggalkan hotel xxx.


__ADS_2