
Sesampainya di Rumah sakit Hari berteriak- teriak memanggil pertolongan para suster dan Dokter pun berdatangan sambil membawa brangka . Hari menaruh Dinda di atasnya. Merekapun membawa Dinda keruang UGD . dokter segera menanganinya . karena proyektil peluru bersarang di dada Dinda maka para dokter mengambil tindakan operasi. Hari pun menyelesaikan prosedur operasi. Sedang di Rumah pak Wijaya Raka sedang duduk bersama kedua orang tuanya membahas pekerjaan tiba - tiba terdengar suara HP nya yang berada di saku baju kokonya berbunyi. Raka mengambil hanfonnya terlihat nama Hari tertera di sana Rakapun mengangkat panggilan itu
"Assalamualaikum...." jawab Raka.
"Walaikum salam Ka cepat ke Rumah sakit...." seru Hari cemas.
"Hey ada apa kau Har.....?" tanya Raka.
"Cepatlah kau kerumah sakit Dinda ada di Rumah sakit...." seru Hari kembali.
"Apa...! Dinda di rumah sakit...?" teriak Raka kaget.
" Iya segeralah kemari...."
"Kenapa Dinda sampai ada du rumah sakit....?" teriak Raka cemas.
"Cepatlah kemari Dinda tertembak... ku tunggu didepan Ruang operasi.." jawab Hari.
"Ya Allah...baik aku akan kesana..." Rakapun menutup telfonnya
"Ada apa nak...siapa yang menelfon..?" tanya pak Wijaya.
"Hari pa..dia mengabarkan Dinda berada di Rumah sakit katanya tertembak...." seru Raka sambil berdiri.
"Ya Allah....tertembak..?" seru pak wijaya dan bu Fita hmpir bersamaan.
__ADS_1
"Iya pa Raka akan kesana .." seru raka sambil berlari menuju kamarnya untuk berganti baju.setelah berganti baju dengan buru- buru Raka mengambil konci mobil dan berlari keluar .
"Pa ma Raka kerumah sakit..."tiriaknya berlari menuju mobil ,dia segera menjalankan mobilnya dengan cepat diatas rata- rata menuju rumah sakit kota. Tak lama sampailah Raka di rumah sakit terbesar di kota J. Setelah menanyakan tempat ruang operasi pada seorang suster Raka berlari dengan tak sabar. Sesampailah di depan ruang operasi Raka melihat Hari yang sedang duduk di kursi tunggu.
"Har gimana Dinda...?" tanya Raka dengan nafas memburu dan cemas. Hatinya kalut bukan kepalang.
"Dinda di operasi karena proyektil peluru bersarang di dadanya..." jawab Hari. Raka tercengang. Hatinya semakin cemas.
"Ya Allah selamat kan Dindaku..." gumam Raka semakin kalut. Dia memandang ruang operasi dengan cemas.
Ya Allah selamatkan Dinda....hamba mohon ya Allah.... Bagaimana hamba bisa hidup tanpa dia Tuha.. Hamba mohon selamatkan dia...do'a Raka dalam hati.
"Apa sebenarnya yang terjadi Har..." tanya Raka mandang Hari. Hari pun menceritakan kejadiannya.
"Siapa mereka Har....?" tanya Raka geram.
"Dikalahkan Dinda...?" tanya Raka tak percaya.
"Iya dari 4 orang itu 2 dikalahkan oleh Dinda, kami belum sempat membantu Dinda karena mereka kabur ketika kami datang ,sekarang mereka ada di kantor polisi..." terang Hari . Raka terdiam dia tak menyangka Dinda yang begitu lembut memiliki kemampuan melawan penjahat. Ada rasa bangga di dalam hatinya. Kini cintanya semakin besar terhadap Dinda. Raka sadar dia belum memberitahukan pada keluarga Dinda. Di ambilnya Hp yang ada di sakunya.lalu dia mengabari keluarga pak Bima. Betapa terkejutnya keluarga sahabatnya itu. Merekapun berkata akan segera ke rumah sakit. Raka menunggu dengan cemas didepan kamar operasi. Mama dan papa Raka juga sudah datang. Mereka menghibur Raka .satu jam kemudian kedua mertua Dinda bersama Tia datang hampir bersamaan dengan orang tua Dinda dan sang adik Sela. Mereka di kabari pak Bima. Ketika melihat Raka pak Bima tak sabar menanyakan keadaan Dinda. Rakapun memberitahukan ke adaan Dinda dan menceritakan kejadian yang menimpa Dinda . Mama dan Bunda tak henti menangis mendengar penjelasan Raka mereka tak menyangka ada yang ingin membunuh Dinda.pak Damar tertunduk sedih . dia sangat menyayangi Dinda. Operasi itu berjalan hampir 4 jam
Tak henti- hentinya Raka menyebutkan nama Dinda , tak lama lampu didepan kamar operasi mati. Mereka segera berdiri menunggu dokter keluar. Tak berapa lama keluarlah seorang dokter dari ruang operasi. Dokter berjalan menghampiri mereka.
"Gimana Dokter Operasinya ....?" tanya Raka dengan cemas.
"Alhamdulillah pak operasinya berjalan dengan lancar untung proyektil peluru tidak mengenai alat vital pasien..." terang dokter.
__ADS_1
"Alhamdulillah....." ucap mereka bersamaan.
"Boleh Dok kami menengok pasien..?" tanya Raka kembali.
"Sebentar lagi pak... kami harus memantau keadaan pasien paskah operasi nanti setelah keadaannya setabil kami akan membawa pasien ke ruang rawat.." jelas sang Dokter. Merekapun dengan sabar menunggu di depan ruamg operasi.Setelah kondisi Dinda stabil Dinda di pindakan ke ruang rawat VVIP atas anjuran Raka. Setelah Dinda di pindakan ke ruang rawat Dinda masih belum sadarkan diri. Kedua orang tua Dinda dan mertuanya sangat sedih melihat Dinda yang tergolek tak sadarkan diri. Sang bunda tak henti- hentinya menangis. Pak Damar dengan lembut menghibur istrinya. Karena Dinda belum sadarkan diri sedang hari sudah terlalu malam Raka menyarankan mereka untuk pulang lebih dahulu . Raka berkata dia yang akan menjaga Dinda.akhirnya merekapun menyetujui saran Raka, mereka akan datang kembali besok pagi. Setelah kepergian mereka Raka duduk di kursi dekat pembaringan Dinda. Raka menatap wajah Dinda yang terlihat pucat.
"Din cepatlah sadar jangan biarkan aku resah seperti ini , aku mohon Din...." ucap Raka sambil menggenggam tangan Dinda.
"Aku janji setelah kau sadar aku akan mengutarakan isi hatiku padamu tak perduli kau suka ataupun tidak .." ucap Raka kembali. Dia menciumi tangan Dinda. Karena lelah Rakapun tertidur di sebelah Dinda . Ketika jam 4 dini hari Dinda tersadar. Dia mengerjakan kedua matanya yang agak kabur. Setelah jelas penglihatannya Dinda melihat di sebelah lengannya ada kepala seseorang.
"Dimana aku ini.....dan kepala siapa ini " gumam Dinda. Dinda memperhatikan kepala yang tertelungkup di sebelahnya. Dan Dinda pun baru sadar kalau jemarinya dalam genggaman orang tersebut. Karena mendapat gerakan tangan Dinda Raka tersadar , dia bangun dan menatap wajah Dinda yang kaget melihatnya.
"Pak Raka .." ucap Dinda dengan suara lemah.
"Din kau sudah sadar...." tanya Raka sambil tersenyum senang.
"Sebentar ya Din aku panggilkan Dokter dulu.." seru Raka dan mendapatkan anggukan dari Dinda. Rakapun keluar ruangan. Tak lama dia kembali dengan seorang dokter dan perawat. Dokter pun memeriksa kondisi Dinda.
"Kondisi pasien sudah membaik pak dengan beberapa hari perawatan di sini insyaallah ibu akan baik kembali..." kata sang Dokter pada Raka.
"Trimakasih Dokter...." ucap Raka .
"Kalau begitu saya permisi dulu pak.." pamit Dokter . Rakapun menjawab dengan senyuman dan anggukan kepala. Setelah Dokter itu keluar Raka menghampiri Dinda.
"Din tidurlah kembali agar kesehatanmu cepat pulih..." ucap Raka dengan lembut. Dinda pun hanya tersenyum dan memejamkan mata kembali. Raka membetulkan letak selimut Dinda dengan sayang. Tak lama terdengar suara adzan berkumandang. Raka segera mandi dan mengambil wudu. Raka menunaikan solat dengan peralatan seadanya.
__ADS_1
BERSAMBUNG.