
ada Yuli bersama karyawan yang lain sedang berbincang- bincang.
"Tu lihat si janda genit mulai pasang aksi...." ucapnya sambil tersenyum sinis
"Yul jangan ngomong kayak gitu, mbak Dinda tu orangnya baik kok..," jawab temannya.
"Ih kata siapa...orang genit kayak gitu di bilang baik...dia itu baik cuma pura- pura..." serunya karena teman yang di ajak bicara membela Dinda.
"Yul kenapa sich kamu kok sirik amat pada bu Dinda...? Kayaknya dia nggak pernah dech ngeganggu kamu...?" ucap temannya yang lain .
"Cih....siapa juga yang sirik sama dia... Ih dia bukan levelku..." ucapnya sambil berlalu meninggalkan kawannya yang menatap kepergiannya dengan raut wajah tidak senang. Sedang Dinda kini sudah berada di depan keluarga pak Wijaya.
"Maaf pak... bapak memanggil saya..?"
tanya Dinda mendekat.
"Iya Din saya ingin memperkenalkan anak saya , Ka ini Dinda sekertarismu sekarang dan dia adalah Istri mendiang Dirga.." ucap pak Wijaya memperkenalkan Dinda pada Raka. Raka kaget ketika dia mendengar Dinda adalah Istri dari sahabatnya yang sudah meninggal.
"Apa pa.... Dia istri Dirga...!" serunya kaget.
"Iya nak Dia istri Dirga sahabatmu..." ucap pak Wijaya kembali.
'Ya Tuhan Ga ini istrimu... apakah anak laki- laki itu anakmu Ga.....seru Raka dalam hati sambil menatap Dinda lekat.
Sedang Dinda menunduk risih melihat tatapan Raka.
"Ada apa kau nak...."tanya sang mama sambil memukul pelan bahu sang putra.
Rakapun kaget dan tersadar.
"Maaf... Kalau begitu anak laki- laki itu putranya Dirga.... "Tanya Raka pada Dinda . Dinda bingung dengan pertanyaan Raka.
"Maksud pak Raka....?" tanya Dinda.
__ADS_1
"Kita pernah bertemu dan berselisih di supermarket.." jawab Raka menjelaskan pertemuan pertamanya dengan Dinda dan Exsal. Dinda pun mulai mengingat pertemuannya dengan Raka.
"Oo...iya pak saya baru ingat, iya benar dia memang anak kami namanya Exsal" jawab Dinda. Ya Allah...ternyata dia anaknya Dirga. Maafkan aku Ga....aku menyakiti putramu.batin Raka menyesali diri.
"Kapan- kapan boleh aku bertemu dengannya Din.....?" ucap Raka mengakrapkan Diri.
"Hmm..boleh pak..." jawab Dinda agak berat. Ih ngapain juga pingin ketemu dulu aja nyolot kayak gitu sekarang pingin lihat anakku. Ucap Dinda menggerutu dalam hati.merekapun bercakap- cakap bersama walau bu Fita yang dominan mengajak Dinda berbicara. Sebab bu Fita sangat suka pada Dinda walaupun Dinda janda tapi dia bisa nenepatkan diri dimana dia harus berdiri. Ke anggunan kecantikan serta kesopanan Dinda memikat hati kedua orang tua Raka. ketika terdengar sayub- sayub suara adzan duhur berkumandang Dinda mohon diri pada pak Wijaya mau ke musolah dulu untuk menunaikan solat duhur. setelah meminta izin Dinda berjalan menuju musolah perusahaan. setelah menunaikan solat duhur Dinda kembali ke aula. ketika sedang berjalan Dinda bertemu Raka yang baru keluar dari musolah juga.
"Hay Din habis solat...?" tanya Raka berbasa- basi.
"Iya pak....bapak juga baru solat...?"
"Iya....." merekapun berjalan bersama kearah aula kantor.
"Din aku minta maaf ya atas kejadian tempodulu itu....." ucap Raka sambil memandang Dinda sejenak.
"Iya pak....sudah Dinda maafkan dari dulu.." ucap Dinda sambil melangkah.
.padamu tapi kau sudah keburu pergi ..."
ucap Raka kembali.
"Ya...kalau saat itu Dinda masih marah pak... habis kekasih bapak kolokan banget..." uff Dinda menutup mulutnya dengan tangan dia keceplosan mengucapkan isi hatinya.
"Maaf pak....." ucap Dinda malu.
"Nggak apa- apa Din....dia bukan kekasihku kok....dia adik sahabatku juga sahabat Dirga "
jawab Raka.
"Oo....." ucap Dinda.
'Ih bukan pacar orang ngebelainnya sampai segitunya.ck ...bilang bukan pacar. omel Dinda dalam hati.
__ADS_1
"Benar Din dia bukan kekasih aku...saat itu aku kira kau memang lagi ngebuly dia..." ucap Raka kembali ketika melihat mimik muka Dinda yang cuek.
'ye...kok dia bisa tahu ya kalau aku nggak percaya... apa dia paranormal ...keluh Dinda dalam hati.
"Yee...emang Dinda punya tampang suka ngebuly orang ya...." jawab Dinda.
"Ya enggak sich.....makanya itu aku minta maaf sekarang...bener ya Din maafkan aku " ucap Raka berhenti berjalan dan memandang Dinda.
'Ya Allah...kenapa wajah ini semakin membuatku gila..wajah yang begitu lembut menawan ya Allah berikan hatinya padaku aku mohon Tuhan ... batin Raka sambil menatap Dinda lekat.
karuan saja wajah Dinda menjadi merah mendapat tatapan Raka yang mendamba.
"Sudah saya maafkan kok pak, maaf saya mau ke dalam dulu ..." jawab Dinda sambil berjalan cepat meninggalkan Raka. Raka yang melihat wajah Dinda yang memerah bertambah gemas.diapun tersenyum dan berjalan masuk juga ke dalam aula . sesampainya di dalam aula terlihat sang mama sedang memperhatikan Dinda yang lagi berbincang dengan teman- temannya.
"Ada apa ma...." tanya Raka sambil mendekati sang mama.
"Nggak ada Ka...cuma coba lihat itu... dia memang wanita yang cantik.." ucap sang mama sambil menunjuk Dinda dengan dagunya.
"Benar ma...." jawab Raka tanpa sadar. sontak sang mama menatap wajahnya.
"Hey....kau memujinya juga....?" ucap sang mama tak percaya.
"Ah mama...siapa juga yang memuji ma....?" ucap Raka menyangkal sambil membuang muka malu.
"Kamu tadi tu...." goda sang mama sambil tertawa melihat Raka yang memalingkan wajah.
"Semua orang juga akan mengatakan seperti itu kali ma...." elak Raka.
"Makanya mama tanya sama kamu..soalnya kamu tu nggak pernah muji orang secantik apa pun orang itu.." ucap mamanya kembali.
"Iya dech iya.....Raka nyerah...." jawab Raka sambil cemberut. membuat sang mama semakin tertawa melihat anak satu- satunya salah tingkah.
BERSAMBUNG.
__ADS_1