Kebahagiaan Yang Tertunda

Kebahagiaan Yang Tertunda
TUGAS


__ADS_3

Dirga menggandeng tangan Dinda menuju meja yang dekat dengan cendela.mereka berdua duduk berhadapan .kemudian Dirga memesan makanan untuk mereka.


"Dek trimakasih ya telah mau menjadi kekasih


mas.."ucap dirga sambil memegang tangan Dinda yang ada di atas meja.


"Iya mas , Dinda juga ucapkan trimakasih karena mas Dirga mau menjadikan Dinda sebagai kekasih mas.."jawab Dinda sambil tersenyum.tak lama makanan yang mereka pesan datang . merekapun menyantap makanan dengan perasaan gembira. setelah selesai mereka keluar Restoran dengan tangan Dirga tak lepas dari tangan Dinda. merekapun meninggalkan Restoran.


"Dek kita ketaman dulu yuk.."ajak Dirga sambil


menatap Dinda . Dindapun hanya menganggukkan kepala sambil tersenyum menatap Dirga. sesampainya di taman kota Dirgapun memarkirkan mobilnya. merekapun Duduk di bangku taman yang memang sudah ada.


"Mas besok Dinda pergi keluar kota ya..."ucap Dinda.


"Keluar kota..?" Dirga kaget.


"Iya mas, atasan menyuruhku ikut ke kota K


untuk melihat lokasi karena kepala bagian keuangan lagi berhalangan.


"Berapa lama dek..."


"Mungkin empat sampai enam hari mas......"


"Kok lama sich dek.."


"Sebenarnya bukan aku yang harus berangkat tapi karena kepala bagian keuangan berhalangan jadinya adek yang dikirim " jelas Dinda pada Dirga .


"Dengan siapa aja adek berangkat..?"tanya Dirga sambil menggenggam jemari Dinda.


"Yang pasti dengan beliau dan sekertarisnya mas." jelas Dinda.


"Jam berapa adek berangkat..?"


"Jam 3sore mas..."


"Kalau gitu besok sebelum adek berangkat mas kesana ya....?"


"Emang mas nggak Dinas....?"


"Hari minggu Dek...." jawab Dirga sambil memandang lekat Dinda.


"Baiklah terserah mas..." ucap Dinda sambil tersenyum manis.

__ADS_1


"Mas uda malam kita pulang yok.." ajak Dinda sambil berdiri.Dirgapun ikut berdiri .


"Baiklah...sebenarnya mas masih kangen sama adek.."ucapnya enggan pulang.


"Besok kan masih bertemu mas..."


"Ok ratuku....hamba akan melaksanakan perintah ratu..."


"Yee...lebay amat mas.."seru Dinda tertawa. merekapun melangkah keparkiran sambil bergandengan tangan. tak lama mobil Dirgapun melaju Di jalanan.


***


pagi itu setelah mandi dan solat subuh Dinda langsung mempersiapkan barang barang pribadinya yang akan di bawah ke kota K selama dia dinas di sana.tak lama selesai juga kegiatan Dinda. diapun keluar menuju dapur , ketika sampai didepan kamar Sela Dinda berpapasan dengan Sela yang baru kembali dari olah raga.


"Habis lari dek...?"


"Iya kak..kakak jadi berangkat..?"


"Iya...."


"Jam berapa kakak berangkat..?"


"Jam 3 sore nanti..kenapa dek.."


"Nggak kenapa-napa kak cuma nanya doang


"Bun dinda bantu ya...?"


"Boleh..."jawab bunda sambil memandang Dinda sekilas dan tersenyum.


"Apa yang harus Dinda kerjakan bun...?"


ucap Dinda sambil mengambil tahu yang bunda goreng untuk dimakan.


"Kau buat sambal aja lalu tata makanan di meja nak.."


"Baik bun...."Dindapun mengambil bahan untuk membuat sambal .setelah selesai membuat sambal Dinda merapikan meja makan dan menata makanan di atas meja.


tak lama kemudian terlihat keluarga itu sedang menikmati sarapan paginya.Setelah selesai ritual sarapan paginya Dinda melangkah ketaman bunganya untuk merawat bunga kesayangannya, karena semenjak dia bekerja kalau bukan hari minggu dia tidak bisa merawatnya.dilihatnya bunga- bunga kesayangannya mulai berbunga Dinda senang menyaksikan bunga- bunga kesayangannya mulai bermekaran. ketika Dinda sedang asik merawat bunganya tiba- tiba masuk sebuah mobil ke halaman rumahnya.Dindapun melihat Dirga turun dari mobil itu dan mendekatinya.


"Asalamualaikum..." sapa Dirga.


"Walaikum salam..." jawab Dinda.

__ADS_1


"Sibuk dek...."


"Nggak juga mas...sebentar ya mas Dinda membenahi alat ini mas langsung aja ke dalam.." ucap Dinda sambil membenahi peralatan berkebunnya.Dirgapun berjalan ke teras sedang Dinda membawa peralatannya masuk kedalam rumah. setelah selesai membersihkan badan Dinda sekalian membuatkan minuman buat Dirga setelah selesai Dindapun membawa minuman dan makanan ringan kedepan. ketika sampai di ruang tamu Dinda berpapasan dengan bunda dan Sela .


"Ada siapa Din..."tanya beliau.


"Ada mas Dirga bun.."


"Cie..cie...yang lagi diapelin...."goda Sela sambil memeluk bunda.


"Adek.....!"seru Dinda sambil memandang sela gemas.


"Kak bilang sama kak Dirga cepat-cepat ngelamar dech....."


"Selaaaa.."teriak Dinda sambil memandang Sela horor. Selapun tertawa melit kegusaran kakaknya.bunda melihat tingkah laku kedua pitrinya hanya bisa tersenyum.


"uda Sela jangan kau ganggu kakakmu.."


Dindapun melanjutkan langkahnya menemui Dirga. sesampainya Di teras Dinda melihat Dirga sedang menatap taman bunganya.


"Kenapa mas..mas suka bunga juga ya.." tanya Dinda sambil meletakkan makanan dan minuman di meja.


"Iya dek mas merasa damai kalau melihat taman yang penuh bunga.." jawab Dirga sambil melangkah mendekati Dinda .


"Dek jangan lama- lama disana ya..."


"kalau masalahnya cepat kelar kami pasti cepat pulang mas...'


Dirga mengambil tangan Dinda .


"Pingin rasanya mas ikut dek...."


"Ya ampun mas...kan cuma paling lama saminggu.."


"Baiklah asal setiap mas telfon adik harus jawab ya.....sibuk ataupun nggak sibuk "


"Iya iya....adek akan selalu mengangkat telfon mas Dirga dimanapun adek berada.."jawab Dinda sambil tertawa melihat Dirga manja.


"Mas tahu nggak rasanya nggak cocok dech lihat mas yang dingin ini jadi manja.." olok Dinda sambil menatap Dirga.


"Biarin mas manjanya sama pacar mas sendiri.." jawab Dirga sambil mencium pucuk kepala Dinda. Dinda terkejut melihat kelakuan Dirga.sinyal membuat wajah Dinda memerah.


Dirga merasa senang melihat Dinda tersipu.

__ADS_1


Merekapun duduk di teras bercakap- cakap sambil menunggu keberangkatan Dinda.


Bersambung dulu ya teman......


__ADS_2