Kebahagiaan Yang Tertunda

Kebahagiaan Yang Tertunda
TUGAS DARI RAKA.


__ADS_3

Dengan tenang Dinda duduk di depan Raka. Sesekali Raka mencuri pandang wajah Dinda. Ketika Dinda merasa sudah lama dia duduk di hadapan sang bos dia merasa bosan juga.


"Pak boleh saya pindah kemeja saya aja pak...?" ucap Dinda perlahan.


"Kenapa....?" tanya Raka.


"Bukankah sebentar lagi kita bertemu dengan klien dari Austin pak....saya akan menyiapkan berkas- berkas yang akan di butuhkan.." jawab Dinda.


"Baiklah kalau begitu kau boleh keluar " jawabnya sedikit enggan. Dindapun melangkah keluar.


Ya Tuhan kenapa si bos ini...masak orang di suru jadi patung hingga 30 menit nungguin dia baca proposal. gerutuh Dinda sambil duduk di depan meja kerjanya. Dindapun larut dalam mempersiapkan berkas yang akan mereka bawa dalam pertemuan.


Jam09.30 Dinda mengetuk ruang predir.


Tok...tok..


"Masuk..."Dindapun perlahan membuka pintu. Dia berjalan mendekati meja Presdirnya.


"Pak ini berkasnya pertemuan ini di hotel kita pak di hotel xxx .." jelas Dinda.


"Baik lah ayo kita berangkat....." ucap Raka sambil mengambil jas yang iya taruh di gantungan.


"Din......" seru Raka ketika Dinda mau melangkah keluar.


"Iya pak...?" tanya Dinda bingung.


"Tolong kau rapikan dasi dan jas saya. "


ucapnya sambil memberikan jas nya pada Dinda.

__ADS_1


"Saya pak....?" tanya Dinda sambil menunjuk dirinya.


"Iya....ayo nanti kita terlambat.." serunya


Dinda dengan kaku menghampiri bosnya. Dengan perlahan menerima jas yang di sodorkan padanya. Dengan perasaan deg degan dan muka merah Dinda memakaikan baju pada si bos. Bagaimanan tidak wajah mereka begitu dekat Raka yang melihat waja Dinda merah merasa gemas ada senyum di sudut bibirnya. Hati Raka semakin bergetar melihat wajah Dinda yang begitu dekat. Setelah merapikan baju dan dasi si Bos Dinda menjauh dari Raka.


"Sudah pak...." ucap Dinda.


"Din ingat ini ..mulai sekarang semua kebutuhanku di kantor ,semua harus kamu yang ngurus dari mulai urusan kecil maupun besar semua tanggung jawab mu mengerti...?" ucapnya tegas.


"Tapi pak....kan ada pak Hari asisten bapak...?" sangkal Dinda.


"Dia mempunyai urusan lain Din... pokoknya aku nggak mau ada protes di mana ada aku disitu kau harus ada juga


titik.." jawabnya kembali.


Sudah ada pak Hari la kok masih aku sich yang harus ngurusin dia.....gerutu Dinda dalam hati.


"Baiklah ayo kita berangkat....." ajaknya sambil berjalan keluar ruangan yang di ikuti Dinda sambil cemberut mendengar tugas baru dari si bos. Ada senyum kemenangan tersungging di bibir Raka. Merekapun naik lift turun ke lantai dasar. Ketika mereka keluar dari lift pak Hari sudah menunggu di sana. Mereka segera masuk ke dalam mobil yang sudah menunggu didepan pintu perusahaan. Mobil keluar perusahaan dengan pak Hari sebagai sopirnya.


"Har kita langsung ke hotel xxx .." seru Raka . Dinda yang ada di sebelah Raka hanya diam. Tak lama sampailah mereka di hotel yang juga kepunyaan keluarga Wijaya. Setelah mobil di parkiran Dinda dan Raka keluar dari mobil bersamaan.mereka bertiga berjalan memasuki hotel.ketika sampai di ruangan VVIP yang telah di pesan terlihat relasi bisnis mereka sudah menunggu.


"Selamat siang pak....." ucap Raka sambil mengulurkan tangan.


"Selamat siang...oo. ini putra pak Wijaya..?" jawab pak Wili klien dari Austin tersebut sambil menerima uluran tangan Raka.


"Waa...putra pak Wijaya sangat tampan ya...." ucap pria setengah baya tersebut. Dindapun dapat melihat wanita yang ada di samping pak Wili sangat terpesona melihat Raka. Rakapun hanya tersenyum tipis.


"Pak Raka maaf...perkenalkan ini anak saya Anabela panggil saja bela putri saya satu- satunya..." ucap pak Wili memperkenalkan putrinya. Dan wanita di sebelah pak Wili yang ternyata putrinya itu berdiri dengan genit mengulurkan tangannya. Rakapun menyambut uluran tangan itu dengan datar.

__ADS_1


"Raka...." ucapnya dingin.


"Anabela...." jawabnya sambil tersenyum dan mengedipkan sebelah matanya. Raka buru- buru melepaskan tangannya dengan wajah terlihat kesal. Rakapun kemudian duduk tak menghiraukan putri pak Wili, sedang anabela merasa tak dihiraukan dia kembali duduk di sebelah papanya.


"Boleh pak kita mulai meeting kita sekarang....?" ucap Raka dingin.Dinda yang melihat kejadian itu hampir tak mampu menahan tertawanya. Andai di depan Tia bukan di depan klien besar pasti Dinda akan tertawa keras.


Hampir jam12.00 meeting itu berakhir. Merekapun memutuskan makan siang di sana juga. Suara adzan sudah terdengar tadi , setelah memesan makanan Dinda memohon diri untuk solat dulu .


"Pak saya izin mau kemusolah dulu.." seru Dinda kepada Raka.


"Tunggu Din kita sama- sama kesana.."


Ucap Raka ketika Dinda minta izin.


"Pak saya tinggal dulu ke musolah kalau ada yang kurang jelas bisa tanya pada asisten saya...saya permisi dulu.." lanjut Raka .


"Silahkan pak Raka..." ucap pak Wili. Terlihat sang putri disebelahnya kecewa


"Ayo Din...." ajak Raka pada Dinda sambil berjalan keluar ruangan di ikuti Dinda.merekapun sampai di musolah di areal hotel. Merekapun menunaikan kewajiban umat muslim. Tak lama terlihat mereka berjalan bersama keluar dari musolah menuju hotel kembali.


"Din setelah ini ketemuan dengan utusan PT Genta di mana...?" tanya Raka.


"Di kantor pak....mereka akan datang ke kantor kita pak...." jawab Dinda. Tak terasa mereka telah sampai di ruang pertemuan kembali. Terlihat beberapa macam makanan telah tersedia di meja, Merekapun makan siang bersama. Setelah selesai makan Raka berpamitan dengan pak Wili untuk lebih dulu meninggalkan hotel. Pik Wili mengiyakan lain dengan si putri terlihat kekecewaan di wajahnya.


"Pak Raka apakah kita tidak bisa berbincang sebentar....?" serunya sambil mendekat pada Raka dengan gemulai dan memegang lengan Raka dengan manja. Raka merasa risih apalagi di depan gadis yang dia cintai. Dengan wajahnya yang datar dia melepas tangan Bela dan memandang Dinda. Dinda yang melihatnya menahan senyum . Raka yang melihat Dinda yang menahan senyum memandang gemas.


"Maaf saya terburu- buru selamat siang....." ucap Raka. Merekapun meninggalkan ruang VVIP di iringi tatapan Bela yang jengkel. Merekapun kembali ke perusahaan.


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2