Kebahagiaan Yang Tertunda

Kebahagiaan Yang Tertunda
BERITA DARI PAK WIJAYA.


__ADS_3

Ketika Dinda dan pak Wijaya masuk ke ruang rapat para bawahan Pak Wijaya sudah kumpul semua. Merekapun berdiri dan menunudukkan kepala tanda menghormati pak Wijaya ketika melihat pak Wijaya masuk.. Pak Wijaya hanya tersenyum memandang mereka sebelum beliau duduk.


"Selamat pagi semua...." ucap pak Wijaya kemudian duduk di tempat khususnya.


"Selamat pagi pak....."serentak mereka menjawab.


"Baiklah mari kita mulai rapatnya .."ucap pak Wijaya kembali. Para kepala bagian mulai memberikan laporan satu- persatu. mereka memberikan laporan pertanggung jawaban tugas mereka pada akhir bulan.


Walaupun ada sedikit perdebatan akhirnya mereka menyelesaikan laporannya . ketika rapat hampir selesai tiba- tiba pak Wijaya mengintrupsi .


"Maaf semuanya saya ingin memberitahukan sesuatu pada kalian.." ucap pak Wijay berhenti sejenak.


"Saya harap kalian mempersiapkan acara pengangkatan anak saya pada hari rabo lusa. Dia akan menggantikan saya menjadi CEO di perusahan . untuk itu mulai hari ini tolong dipersiapkan semua kebutuhan agar bisa lancar jalannya acara nanti .." lanjut pak Wijaya. Mendengar pembicaraan pak Wijaya terdengar sedikit keributan di antara para bawahan.


"Pak apakah bapak tidak akan kerja lagi.." tanya pak soleh salah satu kepala bagian.


"Mungkin saya akan sekali- kali datang"


Jawab pak Wijaya . mendengar ucapan pak Wijaya terlihat kesedihan di wajah mereka.


"Baiklah sepertinya sampai di sini saja rapat kita , saya akhiri Assalammualaikum Wr Wb..." ucap pak Wijaya mengakhiri rapat. Pak Wijaya keluar ruangan di ikuti Dinda. Sesampainya di kantor Direktur pak Wijaya memasuki ruangannya sedang Dinda kembali ke meja kerjanya untuk mengerjakan laporan hasil rapat tadi, serta meneliti fail- fail yang harus di berikan pada pimpinan untuk di teliti atau di tandatangani.


Tak terasa waktu istirahat tiba Dinda menghampiri ruang pimpinannya.


Tok...tok...tok...


"Masuk...." seru pak Wijaya dari dalam .


"Pak waktu istirahat...bapak mau makan di luar atau saya pesankan pak...?" tanya Dinda dengan sopan.


"Pesankan aja Din bapak malas keluar lagian bapak banyak kerjaan.." jawab pak Wijaya sambil memandang Dinda sekilas sebelum kembali lagi menekuni leptopnya .


"Baik pak...." Dindapun melangkah keluar . Dinda berjalan kearah kantin tapi sebelum sampai di kantin Dinda mendatangi ruang OB. ketika memasuki ruangan Dinda bertemu dengan beberapa OB yang sedang berbincang- bincang.

__ADS_1


"Bu Dinda ....apa ada yang di butuhkan bu...?"


tanya santi salah satu OB.


"San tolong kau pesankan Di kantin beberapa makanan ya... bawa ke ruang pak Wijaya..." ucap Dinda .


"Baik Bu...." jawab santi . Dindapun menjelaskan makanan yang harus di bawa santi ke ruangan pak Wijaya. setelah selesai meminta tolong pada Santi Dinda melanjutkan lengkahnya ke kantin ketika sampai di kantin Dinda bertemu beberapa rekannya.


"Din sini ...."teriak Rita yang sudah duduk bersama Widya dan Tias teman satu ruangan dengan Rita. mereka juga sangat akrab dengan Dinda. Dindapun berjalan kearah meja mereka. ketika sampai di meja mereka ketepatan ada pelayan kantin yang lagi memberikan pesanan mereka, Dindapun memesan makanannya.


"Mbak saya minta nasi rawon satu ya... minumnya es teh aja..." ucap Dinda sambil duduk di sebelah Rita.


"Baik tunggu sebentar ya mbak..." jawab pelayan tadi.


"Din bos akan di gantikan putranya ya....?" tanya Widya pada Dinda karena yang mendengar hanya para atasan.


"Iya Wid....beliau akan di gantikan anak semata wayangnya..." jawab Dinda.


"Trus kerja kamu gimana Wid....?" tanya Rita.


"Kok resign Din ...nggak ke bagian lain aja..?"


tanya Tias .ketepatan pelayan kantin datang membawa pesanan Dinda.


"Nggak ah... lebih baik aku undur diri..." ucap Dinda sambil menerima pesanannya . tanpa mereka sadari di sebrang mereka tepatnya di belakang Dinda duduk ada Yuli yang mendengarkan pembicaraan mereka.


'Dasar janda genit awas akan ku gantikan kau ucapnya dalam hati sambil tersenyum licik. Merekapun melanjutkan makan dengan mengobrol dan bercanda. setelah makan siang , bersamaan dengan waktu istirahat hampir selesai Dinda cepat- cepat kembali ke ruangannya. sebelum kembali ke mejanya Dinda melangkah ke ruangan atasannya.


tok...tok...tok


"Ya masuk...."jawab pak Wijaya.


Dinda perlahan membuka pintu .

__ADS_1


"Ada apa Din...." tanya pak Wijaya.


"Bapak sudah makan siang...?" tanya Dinda.


"Sudah nak...itu kau yang pesan kan...?kau sendiri sudah makan....?" tanya pak Wijaya beruntun. Dinda tersenyum mendengar jawaban pak Wijaya.


"Sudah pak...." jawab Dinda.Dindapun berjalan ke meja dekat sofa yang ada di ruangan pak Wijaya untuk membenahi meja dan menelfon OB untuk membersihkan meja di ruang pak Wijaya. tak lama seorang OB datang Dindapun pamit keluar , dia kembali menuju meja kerjanya untuk menyelesaikan tugasnya.


Tak terasa hari semakin sore, waktu kerjapun telah berlalu.namun Dinda dan pak Wijaya belum beranjak dari ruangannya karena banyak tugas yang harus diselesaikan sebelum perpindahan tugas dari pak Wijaya kepada putranya.Tiba- tiba pak Wijaya keluar dari ruangannya.


"Din kau belum pulang.....?" tanya beliau sambil memandang Dinda dengan kaget.


"Belum pak...ini tinggal sedikit lagi..." ucap Dinda.


"Sudah la Din di lanjutkan besok...kasihan anakmu menunggumu ..." ucap pak Wijaya sambil menatap Dinda .


"Tinggal sedikit lagi pak....." jawab Dinda.


"Sudah jangan ngeyel kasihan Exsal menunggumu....." seru pak Wijaya yang memang sudah tahu Exsal putra Dinda.


"Iya pak...." dengan terpaksa Dinda merapikan mejanya karena tidak enak di tunggui pak Wijaya. setelah beres Dinda dan pak Wijaya melangkah bersama menuju lift. pak Wijaya sudah mengenal Exsal . karena beberapa kali Dinda membawa pergi Exsal ke rumahnya ketika Dinda mengambil berkas yang di suruh pak Wijaya. Beliau dan istrinya sanga menyukai Exsal.


"Din kenapa kau tak pernah membawa Exsal ke rumah lagi , istriku sering menanyakan putramu..." ucap pak Wijaya di dalam lift.


"Maaf pak Dinda banyak kerjaan ...." jawab Dinda.


"Iya juga sich....kapan - kapan kau bawa Exsal ke rumah Din...."


"Insyaallah pak....." jawab Dinda sambil tersenyum. tak lama lift pun berhenti di lantai Dasar.merekapun keluar setelah pintu lift terbuka.


"Din kau pulang naik apa...? kok nggak ada jemputan...." tanya pak Wijaya ketika terlihat di pintu gerbang yang biasanya mobil jemputan Dinda ada sekarang tidak terlihat.


"Saya bawah mobil sendiri pak..." jawab Dinda.

__ADS_1


"Oo..ya sudah..." merekapun melangkah ke parkiran mobil dan berpisah menuju mobil mereka masing- masing. tak lama mobil mereka melaju meninggalkan kantor mereka.


BERSAMBUNG.


__ADS_2