Kebahagiaan Yang Tertunda

Kebahagiaan Yang Tertunda
PERGI KE KOTA M.


__ADS_3

Keesokan paginya Dinda sekeluarga sudah bersiap- siap berangkat ke kota M. Dinda dan Bik Sumi juga sudah menyiapkan bekal untuk perjalanan jauh mereka.


"Bik makanan dan minuman udah di masukkan ke dalam mobil ...?" tanya Dinda pada bik sumi.


"Sudah Non..... " jawab Bik Sumi.


"Pak Giman mana Bik....?" tanya Dinda ketika tidak melihat keberadaan Pak Giman .


"Sudah menunggu di mobil Non..." kawan bik Sumi.


"Barang- barang kita sudah dimasukkan semua kan...?" tanya Dinda lagi.


"Sudah Non... barang- barang sudah di masukkan ke dalam mobil semua pintu dan cendelah juga sudah di tutup oleh pak Giman Non..."jawab Bik Sumi lagi.


"Ya udah kalau gitu kita tinggal tunggu pak Raka lalu kita berangkat.." ucap Dinda sambil berjalan keluar rumah di ikuti Exsal dan Bik Sumi.


"Den Raka ikut juga Non...?" tanya bik Sumi .


"Iya Dia mau ngantar kita ke kota M " jawab Dinda . ketika mereka sampai di pintu terlihat Raka datang membawa mobil bersama Hari. setelah mobil berhenti Raka dan Hari turun dari mobil menghampiri Dinda.


"Sudah siap yang.....?" tanya Raka sambil menggendong Exsal yang ada di samping Dinda berdiri.


"Sudah mas, kita langsung berangkat ya...." jawab Dinda.


"Pak Hari juga ikut...?" tanya Dinda pada Raka sambil menatap Hari .

__ADS_1


"Iya Nemanin si Bos pulangnya nanti sendirian.." jawab Hari.


"Iya juga.. baiklah kalau begitu ayo kita segera berangkat..." ajak Dinda lalu segera mengunci rumahnya dan berjalan ke mobi.


"Yang.. kamu naik mobilku biar Hari sama pak Giman bawa mobilmu ..." ucap Raka.


"Tapi mas nanti kau lelah lo kalau mengemudi sendiri..... " jawab Dinda.


"Kalau aku lelah nanti bisa di ganti pak Giman sayang ..." ucap Raka.


"Baiklah, ... pak Hari nggak apa- apa kan naik mobil bersama Pak Giman ?" seru Dinda pada Hari karena merasa tak enak.


"Nggak apa- apa Din, lagian aku nggak mau jadi obat nyamuk kalian berdua " jawab Hari sambil tersenyum menggoda.


"Yee..pak Hari segitunya..." jawab Dinda agak malu. mereka pun segera masuk kedalam mobil masing- masing. tak lama mobil merekapun meninggalkan rumah Dinda . sebelum meninggalkan kota J Dinda dan rombongan mampir ke rumah pak Damar untuk berpamitan. ketika sampai di rumah pak Damar terlihat Ayah dan Bunda Dinda serta Sela telah menunggu kedatangan mereka. terlihat mereka sudah berada di teras rumah. setelah turun dari mobil Dinda dan Exsal serta Raka menghampiri keberadaan pak Damar dan bu Nuning.


"Walaikum salam " jawab mereka. Dinda dan Raka mencium tangan kedua orang tua tersebut juga tak ketinggalan juga si kecik dan diikuti pak Giman dan bik Sumi serta Hari. mereka di persilahkan masuk kedalam rumah. Marekapun duduk di ruang tamu.


"Ayah Bunda Dinda minta maaf nggak bisa lama- lama di sini, soalnya takut kemalaman sapai di kota M. .."ucap Dinda.


"Lo jadi sekarang kalian akan segera berangkat....?" tanya Ayah.


"Iya Ayah...." jawab Dinda.


"Nak Raka ikut juga.... ? tanya pak Damar kembali.

__ADS_1


"Iya Ayah Raka nggak tenang kalau adek dan Exsal jalan sendiri.... " jawab Raka.


"Din ini ada makanan buat kalian nanti di jalan.... " ucap Bu Nuning yang baru keluar dari dalam rumah sambil membawa beberapa paper bag . bik Sumi pun menerimanya.


"Kak boleh nggak Sela ikut kakak ke kota M ?" tanya Selah tiba- tiba.


"kau tidak kuliah...?" tanya Dinda pada sang adik.


"Kan tinggal wisuda kak..." jawab Sela.


"Tanya sama Ayah dan Bunda boleh nggak kamu ikut kakak, kalau kakak sich boleh - boleh aja Sela ikut asal Ayah dan Bunda mengijinkan..." jawab Dinda .


"Ayah Bunda boleh kan Sela ikut kakak, biar nanti pulangnya Sela bisa pulang sendiri.."pinta Sela sambil menatap kedua orang tuanya dengan penuh harap. pak Damar dan Bu Nuning saling berpandangan lalu tersenyum..


"Boleh asal kau bisa jaga diri..." jawab pak Damar.


"Trimakasih Ayah , Bunda..." teriak Sela kegirangan.Dia memeluk kedua orang tuanya bergantian. setelah itu dia lari kedalan untuk ganti baju dan membawa beberapa baju yang akan di bawa ke kota M.setelah berganti baju dam memasukkan beberapa baju kedalam tas punggung Sela keluar menemui Dinda.


"Sudah siap Dek...?" tanya Dinda ketika melihat sang adek keluar dari ruang dalam.


"Sudah kak... " jawab Sela.


"Baiklah Ayah, Bunda kami pamit dulu doakan Dinda selalu ya Ayah " ucap Dinda sambil berdiri dari sofa. dan di ikuti mereka semua.


"Tentu nak Ayah dan Bunda selalu mendo'akan mu selalu.." jawab pak Damar.

__ADS_1


"Ayah Bunda kami mohon diri..." ucap Raka berpamitan pada calon mertuanya. mereka pun bergantian bersalaman pada pak Damar dan Bu Nuning. setelah berpamitan merekapun keluar menuju mobil mereka masing- masing . Sela ikut mobil pak Giman . tak lama terlihat mobil mereka meninggalkan kediaman pak Damar.


__ADS_2