Kebahagiaan Yang Tertunda

Kebahagiaan Yang Tertunda
PERSIAPAN KERJA.


__ADS_3

Keesokan paginya setelah selesai solat subuh dan merapikan kamar Dinda keluar kamar menuju kamar sang putra. Dinda membuka pintu kamar Exsal perlahan terlihat sang buah hati sedang tidur nyenyak.Diapun masuk mendekati tubuh sang putra. Dengan perlahan di ambilnya selimut yang sudah ada di kaki sang putra lalu di tutupnya tubuh Exsal sampai di dadanya.setelah mencium pelan kening sng putra Dinda berlalu dari kamar Exsal menuju dapur . ketika smpai di dapur terlihat bik Sumi yang lagi memasak nasi.


"Eee non Dinda sudah bangun...?"


"Uda tadi bik..... bibik mau masak apa.?"


Tanga Dinda sambil mendekat.


"Tumis kangkung aja ya non...? ikan ayam sama tempe tahu.." jawab bik Sumi.


"Boleh....tapi tolong buatkan Exsal sayur bayam ya bik..."


"Iya non...." jawab bik Sumi sambil memandang Dinda sebentar lalu melanjutkan tugasnya. Sedang Dinda berjalan kembali ke lantai atas untuk menengok sang putra takut sudah bangun. Ketika sampai di kamar Exsal Dinda melihat sang putra sudah bangun sepertinya dia mau melangkah je luar kamar.


"Aduuh sayangnya mama udah bangun ?" ucap Dinda sambil mengangkat sang buah hati. Exsalpun hanya tersenyum sambil melingkarkan lengannya yang kecik di leher sang mama. Dinda pun mencium pipi Exsal dengan lembut.


"Kita mandi yuk sayang...." Exsalpun hanya menjawab dengan anggukan kepala. Dinda membawa putranya masuk ke dalam kamar mandi . setelah memandikan sertamengganti baju Exsal Dinda menyisir rambut Exsal yang halus.setelah rapi Dinda membawa Exsal kekamarnya.


"Sayang...Exsal main di sini dulu ya ... mama mau ganti baju .." ucap Dinda sambil menaruh Exsal di atas tempat tidurnya.


"Iya ma...." jawab Exsal sambil tiduran di atas kasur sang mama. Dinda pun mengambil baju yang cocok di pakai untuk pergi kekantor PT Cipta Guna Wijaya.Dinda berkeinginan mulai hari ini ingin memakai hijab maka itu diambilnya baju lengan panjang warna putih dan rok panjang warna hitam serta hijab warna hitam pula. Dinda berganti baju di dalam kamar mandi . Tak berapa lama terlihat Dinda keluar dari kamar mandi dalam keadaan sudah rapi. Dinda sedikit memoles wajahnya dengan riasan yang naturalserta memoles bibirnya tipis dengan warna merah. Kini Dinda terlihat berpenampilan yang berbeda dengan berhijab terlihat keanggunan dan kecantikannya yang memukau. Setelah melihat penampilannya di cermin terlihat rapi Dinda mendekati sang anak.


"Sayang kita kebawa yuk...."Exsal menatap Dinda sejenak ia menatap penampilan Dinda yang berbeda, tak lama diapun tersenyum senan dan Dinda pun tersenyum pula.


"Ok mama......" jawab Exsal sambil turun dari pembaringan lalu berjalan keluar di iringi Dinda. Sesampainya di dapur terlihat bik Sumi sudah menata makanan di meja. Dinda mendudukkan sang buah hati di kursi lalu mengambilkan makanan .


"Sayang mama suapin ya.....?" Exsalpun hanya tersenyum menatap sang mama .

__ADS_1


"Exsal sayang....nanti Exsal main sama bibik ya...mama mau kerja ya sayang.."


Ucap Dinda sambil menyuapi sang putra.


"Mama kerja.....?" tanya Exsal sambil menatap sang mama.


"Iya sayang....." jawab Dinda sambil membelai rambut Exsal.


"Lama ma....?"


"Sampai sore sayang...nanti Exsal sama bibik dan pak Giman di rumah ya....." Exsal diam seperti enggan berpisah dengan sang mama. Melihat itu hati Dinda sakit. Dinda teringat mendiang sang suami. Sekuat tenaga dia menahan laju air mata yang akan jatuh.


"Sayang...Exsal anak pintar kan....kalau anak pintar pasti nurut sama mama..."


Ucap Dinda merayu sang anak. Exsal diam menatap sang mama.


"Baiklah ma....." ucapnya dengan berat hati.


Setelah menyuapi sang putra barulah Dinda makan sendiri.selesai makan terlihat waktu sudah menunjukkan hampir pukul 7 pagi Dinda pun cepat-cepat mempersiapkan diri berangkat kerja.


"Bik.....?" bik Sumi tergopoh- gopoh mendatangi Dinda yang ada di ruang keluarga.


"Ya non....."


"Pak Giman mana bik.....?"


"Sebentar non saya panggilkan " bik Sumi pun meninggalkan Dinda mencari keberadaan pak Giman. tak lama terlihat keduanya menemui Dinda.

__ADS_1


"Non Dinda mencari saya...." tanya pak Giman.


"Iya pak...pak Giman anterin saya dulu ya....takutnya kalau mobil Dinda bawa kalau ada apa-apa dengan Exsal kalian nggak bisa apa-apa...nanti kalau saya sudah pulang saya telfon bik Sumi." terang Dinda.


"Iya non..." ucap pak Giman.


"Baiklah ayo kita berangkat..." ajak Dinda.


"Ma...Exsal ikut nganterin mama ya.....?" ucap sang putra sambil memegang tangannya.


"sayang.....tapi nanti ikut pak Giman kembali kerumah ya....?" jawab Dinda sambil ber jongkok mensejajarkan tingginya dengan Exsal.


"Iya ma....Exsal janji ...." jawab sang putra.


"Baiklah ayo kita berangkat....bik jaga rumah ya tolong nanti jaga Exsal ya bik..." ucap Dinda sambil menggandeng tangan Exsal keluar.


"Jangan kuatir non...." jawab bik Sumi sambil mengikuti mereka keluar. Tak lama Dinda pun berangkat dengan di antar sang buah hari. Tak berapa lama sampailah Dinda di kantor PT Cipta Guna Wijaya yang besar dan mega itu. ketika mau turun Dinda berpamitan pada sang buah hati.


"Sayang mama kerja dulu nanti sore jemput mama dengan pak Giman ya...." ucap Dinda sambil mencium pipi sang anak.


"Iya ma...nanti Exsal jemput ya...." jawab Exsal sambil memeluk sang mama.


"Sekarang Exsal duduk di depan sama pak Giman ...pak jaga Exsal ya..." ucap Dinda sambil mengangkat sang anak pindah ke depan duduk disebelah pak giman.


"Iya non jangan kawatir....." jawab pak giman sambil membantu Exsal duduk.


"Asalamualaikum..." ucap Dinda sambil keluar pintu.

__ADS_1


"Walaikum salam..." jawab pak Giman lalu membawa mobil meninggalkan Dinda.Dinda pun melangkahkan kakinya memasuki perkantoran PT Cipta Guna Wijaya.


BERSAMBUNG.


__ADS_2