Kebahagiaan Yang Tertunda

Kebahagiaan Yang Tertunda
BERANGKAT HONEYMOON.


__ADS_3

Pagi itu Dinda terbangun ketika terdengar ayat- ayat suci alquran di kumandangkan di sebuah mesjid yang tak jauh dari rumah Dirga. Perlahan Dinda melepas pelukan suaminya. Dengan perlahan pula dia melangkah ke kamar mandi, dia tak ingin mengganggu tidur suaminya yang terlihat begitu pulas. Setelah menyelesaikan ritual mandi Dinda keluar dari kamar mandi hanya memakai handuk yang dililitkan di badannya, setelah memakai baju rumahan dinda mendekati tempat tidur ,terdengar adzan subuh berkumandang. Dindapun menghampiri suaminya yang masih tidur nyenyak.


"Mas bangun......solat subuh yuk...." perlahan dia mencium pipi Dirga.


Dirga yang merasa ada sentuhan dingin di pipinya terdengar melenguh pelan.


" hmmm...." Dirga membuka pelan matanya.


"Mandi gih....kita solat berjamaah .."


Ucap Dinda . Dirgapun bangunsambil tersenyum melihat istrinya yang sudah mandi dan terlihat rambutnya yang panjang basah.


"Yang..... cium dulu.." ucap Dirga manja sambil menunjuk bibirnya.


"Yach....kenapa suamiku jadi manja ya.."


Jawab Dinda tersenyum, tapi biar suaminya cepat mandi dan pemimpin solat Dinda pun mencium sekilas bibir suaminya. setelah mendapat kecupan lembut dari sang istri Dirga segera melangkah kekamar mandi sambil menunggu sang suami Dinda merapikan tempat tidur lalu mengambilkan baju koko dan kaos dalam buat suaminya. Tak lama terlihat suaminya sudah keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai handuk


Yang melilit pinggangnya, Dinda yang Melihatnya mukanya memerah.


Dirgapun yang melihat istrinya malu hanya tertawa sambil memakai bajunya.


Melihat Dirga lagi berganti baju Dinda mengambil air wudu di kamar mandi lalu berjalan mengambil mukenah yang ada di dalam almari. Tak lama sepasang suami istri itu terlihat menunaikan solat subuh berjamaah.


Ketika selesai solat Dinda mencium tangan suaminya , sedang dirga lalu mencium pucuk kepala Dinda.

__ADS_1


"Yang...kita berbenah barang yang akan kita bawah pergi ya....." ucap Dirga sambil mengganti baju kokonya dengan baju santai.


"Iya mas ....." merekapun kemudian berbenah baju yang akan mereka bawah berbulan madu.tak berapa lama selesai sudah pekerjaan mereka. Setelah berbenah Dinda keluar kamar menuju dapur. Sesampainya di dapur Dinda melihat mertuanya sedang memasak dibantu asisten rumah tangga.


"Ma...ada yang bisa Dinda bantu ma..?"


Tanya Dinda sambil mendekati bu Susi yang sedang memasak.


"Hay kau Din.....nggak usah nak, apa kau tak mempersiapkan barang yang akan kalian bawah nanti...?" tanya bu Susi sambil tersenyum memandang menantunya.


"Sudah kok ma...." jawab Dinda sambil


mandekati mertuanya yang sedang menggoreng ikan ayam.


"Ma....boleh Dinda yang menggoreng ikanya ma...?" pinta Dinda sopan.


"Iya ma....." jawab Dinda menggantikan mertuanya menggoreng ikan ayam.


Merekapun sibuk memasak di dapur sambil berbincang - bincang. Tak lama selesai sudah pekerjaan mereka.


"Din panggil suamimu untuk makan dan bik tolong panggilkan nona Tia.." perintah bu Susi.


"Iya ma....."jawab Dinda sambil berjalan meninggalkan ruang makan.


"Iya nyonya...." jawab bibik pembantu rumah tangga di rumah Dirga.

__ADS_1


Tak lama terlihat Dirga ,Dinda dan Tia datang hampir bersamaan, sedang pak Bima sudah ada di meja makan. Merekapun menikmati makan pagi mereka dengan berbincang tentang keberangkatan bulan madu Dinda dan Dirga. Setelah mereka menyelesaikan makan pagi mereka, Dinda dan Dirga bersiap- siap untuk berangkat ke bandara.


***


Jam 10.15 Dirga dan Dinda sudah berangkat ke bandara bersama keluarganya. mereka mengantarkan kepergian Dirga dan Dinda.


"Ga jaga diri dan istrimu , ingat.....kami menunggu kabar bahagia setelah bulan madu kalian..." ucap pak Bima sambil memeluk Dirga.


"Iya pa, kami akan usahakan doa kan selalu kami pa...." jawab Dirga .


"Iya kak aku juga sudah pingin punya keponakan lo....." goda Tia sambil melirik Dinda.


Dirga yang tahu adeknya sedang menggoda istrinya jadi gemas dan mengacak-acak rambut Tia.


"Jangan kau goda sahabatmu terus.."


Ucap Dirga. dan disambut tawa Tia.


Dindapun akhirnya ikut tertawa.


"Nak hati-hati jaga kesehatan di sana...


Ga jaga istrimu....." nasehat bu Susi sambil memeluk anak dan menantunya.


"Iya ma..."

__ADS_1


Setelah menyalami kedua orang tuanya dan memeluk Tia , Dirga dan Dinda masuk kedalam pesawat. Tak lama pesawat yang di tumpangi kedua pengantin baru tersebut mengudara.


BS.


__ADS_2