Kebahagiaan Yang Tertunda

Kebahagiaan Yang Tertunda
FIRASAT.


__ADS_3

2 tahun kemudian.


Ketika Dinda bangun pagi ternyata dia merasa ada di dekapan sang suami. Perlahan Dinda membuka mata. Terlihat Dirga masih memejamkan mata di depannya. Dengan pelan Dinda bermaksud membuka tangan yang melilit di badannya, tapi Dirga malah mempererat pelukannya.


"Jangan bangun dulu yang....." ucapnya sambil masih memejamkan mata.


"Hey...papa sayang...ini udah hampir subuh lo...." ucap Dinda sambil membelai sang suami. Dinda heran mulai tadi malam Dirga manja banget. mulai minta jatah, minta di peluk, minta di ciumi , mintanya yang enggak biasa walaupun semua Dinda turuti.


"Mas nggak ingin adek pergi dulu..." ucap Dirga sambil memandang istrinya.


"Iya deh....tapi kenapa mas kok manja banget mulai tadi malam...?" tanya Dinda sambil mencium bibir Dirga sekilas.


"Emang nggak boleh ya.....?" ucapnya manja.


"Boleh....untuk suami tersayang Dinda apapun boleh kok...."


"Bener...."


"Hmm.."Dinda menganggukkan kepala.


"Kalau sekarang minta boleh..." Dinda memandang sang suami , kenapa mas Dirga seperti ini ya...batin Dinda.


"Baiklah adek turutin..." akhirnya mereka ber olah raga dipagi hari di atas kasur.


***


Setelah solat dan merapikan kamar Dinda berjalan keluar kamar.Dinda pergi


kekamar exsal.


"Mama...."teriak Exsal yang sudah menubruk kaki Dinda.


"Ya ampun ... jagoan mama udah bangun..." seru Dinda sambil menggendong Exsal dan menciuminya.


"Mama no..no..Exsal nggak mau di cium ma...Exsal udah besar..!" protes Exsal sambil mendorong muka Dinda yang masih mencium pipinya.

__ADS_1


"Ha. ha..siapa suruh Exsal menggemaskan..." ucap Dinda sambil tertawa. Exsal memang tidak suka di cium dia menganggap dirinya sudah besar .


"Exsal uda besar mama....Exsal nggak suka di cium...." ucapnya sambil cemberut.


"Kenapa sayang....ini kan mama Exsal...." tanya Dinda sambil memandang wajah putra tangannya.


"Pokoknya Exsal nggak mau....." Dindapun tertawa melihat wajah cemberut sang putra.


"Baiklah kalau begitu Exsal harus mandi Ok....."


"Ok mama..." Dindapun membawa Exsal pergi ke kamar mandi.


Setelah memandikan Exsal dan memakaikan baju serta menyisir rambutnya dengan rapi Dinda membawa sang putra keluar kamar. Ketika sampai di depan pintu kamar Exsal mereka berpapasan dengan Dirga yang baru keluar dari kamar.


"Aduh...jagoan papa udah cakep...." seru Dirga sambil mengambil Exsal yang ada di gendongan Dinda dan menciumnya.


"Ih ...papa sama dech kayak mama sukak cium- cium...." protesnya sambil menahan muka sang papa yang akan menciumnya kembali .


"Kenapa sayang...." tanya Durga.


"Oo...jadi Exsal udah besar makanya nggak mau di cium....sekarang gimana kalau papa yang minta cium....?"


"Baik...." Exsal pun menciumi pipi Dirga yang membuat mama dan papanya tertawa. Akhirnya merekapun pergi ke ruang makan.


"Bik....sarapannya udah selesai...? Tanya Dinda pada bik Sumi yang sedang menata makanan di meja.


"Uda non..."Jawabnya lalu melangkah menuju dapur. Dindapun lalu duduk diikuti Dirga yang mendudukkan sang putra di sebelahnya. Exsal duduk diantara mama dan papanya. Dinda mengambilkan nasi dan lauk pauknya buat Dirga, kemudian mengambilkan pula buat sang buah hati lalu menyuapinya. Setelah selesai menyuapi Exsal baru Dinda makan.


"Yang....mas nanti telat pulang ya...."


Ucapnya di sela- sela makan.


"Kenapa mas....?"


"Ada tugas luar..."

__ADS_1


"Ooo....hati- hati mas...."


"Iya sayang....." merekapun melanjutkan makan. Setelah selesai Dinda mengantarkan sang suami keluar. Ketika Dinda menyalami Dirga tiba - tiba Dirga memeluk kembali Dinda dengan erat.


"Yang jaga diri baik - baik ya ... hati- hati menjaga Exsal.. Mas sayang mama.."


Ucapnya sambil mencium dahi Dinda lama kemudian memeluk erat sang istri.


"Ada apa mas....".tanya Dinda heran melihat keanehan pada Dirga. Tak biasanya Dia berbuat seperti ini.


"Nggak sayang hanya mas nggak tahu kok berat rasanya ninggalin adek.." ucapnya sambil melepas pelukannya dan berganti memeluk sang buah hati lalu menciuminya. Exsalpun hanya diam ketika sang papa menciumi seluruh mukanya.


"Exsal jangan nakal ya sayang.... Jaga mama dengan baik .." ucapnya lalu melepas pelukannya. Dipandanginya sang istri.


"Ma...papa berangkat dulu ya... Asalamualaikum...." ucapnya sambil Meninggalkan Dinda menuju mobilnya.


"Walaikum salam hati- hati mas....."


"Iya sayang....!" teriaknya sambil masuk ke dalam mobil. Lalu melajukan mobilnya meninggalkan rumah sambil melambaikan tangan yang di balas oleh Dinda.


Kenapa sekarang hatiku merasa berat ya di tinggal mas Dirga batin Dinda sambil melangkah masuk ke dalam rumah. Setelah mengunci pintu rumah Dinda berjalan menuju dapur . dia berencana akan memasak untuk menghilangkan keresahannya. Sejak sang suami pergi Dinda hatinya merasa resah memikirkan tingkah aneh sang suami. Rasanya Dinda tak ingin mengerjakan pekarjaan apapun. Tapi hatinya semakin resah.


"Bik tolong sayuran dan daging ayam bibik keluarkan dari kulkas ya..." ucap Dinda sambil mendukung Exsal di kursi yang dekat dapur.


"Iya non...." jawab sang bibik sambil berjalan ke kulkas mengerjakan perintah Dinda.


" Exsal duduk sinibdulu ya sayang... Mama mau buat masakan buat nanti siang..." ucapnya sambil mencium lembut Exsal.


"Iya ma.... "


"Oh ya mama punya makanan ringan buat anak mama...." ucap Dinda sambil berjalan mengambil cemilan di dalam almari dapur.


"Ini sayang makan ini sambil nungguin mama masak ya.....nanti kalau Exsal bosan bilang sama mama ya...." Dindapun menaruh beberapa cemilan ringan dan segelas susu buat sang buah hati. Setelah itu dia pergi ke dapur untuk memasak.


BS.

__ADS_1


__ADS_2