
Raka bingung Apa yag harus dia lakukan . setelah berdiam cukup lama Rakapun berucap.
"Baiklah kali ini aku mencabut tuntutanku tapi jika dia berbuat yang macam - macam lagi jangan halangi aku jika aku bertindak di luar batas.." ucap Raka kemudian. Rendy dan papanya yang mendengar kalimat Raka merasa gembira.
"Trimakasih nak....kami akan mengingat pertolonganmu hari ini. Kami berjanji akan membawa Sindy menjauh dari kalian..." seru pak Betran bahagia.
"Trimakasih Ka kau selalu menjadi sahabat terbaik buatku.." ucap Rendy sambil berjalan mendekati Raka. Merek berpelukan kembali.
"Ka bolehkah kami menjenguk calon istrimu....?" tanya Rendy setelah melepaskan pelukannya pada Raka.
"Boleh....ikutlah denganku karena aku akan kesana...." jawab Raka.
"Ok kalau begitu kami akan ikut kamu ke rumah sakit.."seru Rendy senang. Merekapun keluar dari cafe menuju rumah sakit. Tak betapa lama sampailah mobil mereka di parkiran rumah sakit. Raka keluar dari mobilnya di ikuti Rendy dan papanya keluar dari mobil Rendy. Mereka berjalan masuk kedalam rumah sakit. Ketika sampai di ruang inap Dinda Raka mengajak Rendy masuk kedalam ruang yang pintunya tidak ditutup.
"Asalamualaikum...." ucap Raka.
"Walaikum salam...."jawab mereka yang ada di dalam. Terlihat Bunda dan Ayah Dinda bersama Exsal dan Sela adik Dinda sedang berbincang - bincang dengan Dinda.
"Papa....." teriak Exsal sambil ber lari menghampiri Raka. Raka segera mengangkat dan menggendong Exsal.
"Sayangnya papa kangen ya...." tanya Raka mencium pipi Exsal.
"Iya pa....." jawab Exsal manja. Rendy ternganga melihat anak kecil yang berada dalam pelukan Raka.
"Hey kenapa bengong...?" tanya Raka sambil memukul pelan lengan Rendy.
"Dia anakmu....?" tanyanya.
"Iya....kenapa..?" tanya Raka balik.
"Bukankah kamu belum menikah...?" tanya Rendy heran.
"Dia putra sahabat kita Dirga... dan dia istri Dirga..." jawab Raka tenang.
"Apa....!" seru Rendy pelan. Dia menatap Dinda yang juga sedang memandangnya. Ada senyuman manis di wajah lembut nan cantik itu. Rendy tertegu , bergetar hatinya melihat senyuman itu.
__ADS_1
"Hey kenapa kau bengong lagi Rend.." ucap Raka pada Rendy yang melihat Dinda dengan wajah kagum. Ada terselip rasa cemburu di hati Raka melihat Rendy yang menatap Dinda penuh kekaguman. Rendypun sadar dari pesona Dinda, Dia mendekati Dinda.
"Halo...aku Rendy sahabat Raka juga sahabat mendiang Dirga..." ucap Rendy sambil mengulurkan tangannya. Dinda menyambut tangan Rendy.
"Hey Rend namaku Dinda...." jawab Dinda kembali tersenyum.
Ya Tuhan ... senyum dan wajahnya sungguh manis sekali terang aja Raka mencintainya batin Rendy.
" oh ya kenalkan ini papaku...." ucap Rendy kembali .
" Hey nak....aku Betran papa Rendy.."
Ucap pak Betran mengulurkan tangannya yang di sambut Dinda dengan mengulurkan tangan juga. Rendy dan papanya juga bersalaman dengan kedua orang tua Dinda.
"Pak...bapak tidak ke kantor....?" tanya Dinda pada Raka.
"Sebentar lagi Din...setelah dari sini baru kekantor..." jawab Raka.
"Oh ya pak... kata Dokter nanti sore Dinda sudah boleh pulang.." ucap Dinda kembali.
"Benarkah....?" tanya Raka yang mendapat anggukan dari Dinda dan senyuman manis. Raka merasa senang mendengar Dinda sudah di perbolehkan pulang. Setelah berbincang - bincang sebentar Rendy dan pak Betran mohon diri.
"Trimakasih do'anya Rend....." jawab Dinda sambil tersenyum. pak Betran pun berpamitan pada Dinda dan kedua orang tua Dinda.Raka mendekati Dinda.
"Sayang aku kekantor dulu ya...ada meeting di kantor...nanti siang setelah meeting aku kemari lagi.." ucap Raka.
"Iya...hati - hati di jalan..." jawab Dinda. Raka mencium Exsal lalu memberikan pada Bu Nuning lalu mendekati Dinda .
"Aku pergi dulu...." ucap Raka kemudian mencium dahi Dinda dengan lembut. Pipi Dinda memerah melihat tingkah Raka. Raka Rendy dan pak Betran akhirnya keluar dari ruangan Dinda. Mereka berjalan di koridor rumah sakit bersama- sama.
"Ka aku mau tanya sebenarnya apa sich yang di lakukan Sindy terhadap Dinda ?" tanya Rendi smbil berjalan di antara koridor rumah sakit. Raka menatap Rendy .
"Dia menyuruh orang menangkap Dinda dan menyuruh mereka memperkosah dan membunuhnya." jawab Raka datar .
"Ya Tuhan....!" teriak Rendy dan Pak Betran hampir bersamaan. Mereka berhenti dan menatap wajah Raka tak percaya.
__ADS_1
"Benarkah....?" tanya Rendy.
"Untuk apa aku berbohong Rend " ucap Raka sambil kembali berjalan diikuti Rendy dan papanya.
"Apakah ketika dia ditangkap dia mengakuinya..?" tanya Rendy kembali .
"Mulaya dia tidak mengaku , tapi setelah di pertemukan dengan para pelaku dia baru mau mengakuinya. .." jawab Raka dingin .
"Ya Tuhan.....kenapa anak itu jadi begini..." ucap pak Betran.
"Kami nggak menyangka Sindy senekat itu Ka..." ucap Rendy lesuh.
"Kami hanya mendengar bahwa Sindy kau masukkan ke penjara karena mengganggu calon istrimu." ucap Rendy kembali.
"Sekali lagi om minta maaf padamu Ka " sela pak Betran pada Raka.
"Maaf Om dia seperti itu karena dia cemburu pada Dinda....." Raka berkata perlahan.
"Maksudmu Ka.....?" tanya Rendy tak mengerti.
"Dia mencintaiku Rend... Tapi aku menganggap dia sebatas adik karena dia adikmu.... maka itulah aku menolak cintanya. Ketika dia tahu aku suka pada Dinda dia marah ..." jelas Raka pada Rendy dan pak Betran. Tak terasa mereka sampai di parkiran.
"Setahuku dia menyukai Dirga..." ucap Rendy.
"Itulah mengapa dia sangat dendam pada Dinda karena kedua orang yang dia suka semua memilih Dinda.." ucap Raka kembali. Pak Betran dan Rendy hanya bisa menghela nafas berat mendengar penjelasan Raka.
"Ya udah kita pisah dampai di sini saja aku mau langsung ke kantor Terimakasih atas kunjunganmu.." ucap Raka.
"Iya Ka kamipun juga akan segera pulang.... kami ucapkan terima kasih Ka atas kesediaanmu mencabut laporan itu....sekali lagi maafkan kamin..." ucap Rendy sambil memeluk Raka.
"Sama- sama Rend sampai jumpa.." jawab Raka lalu masuk kedalam mobilnya setelah bersalaman dengan pak Betran. Rakapun pergi meninggalkan parkiran rumah sakit.
Tak lama mobil Rendypun terlihat meninggalkan rumah sakit pula.
"
__ADS_1
Rendy ke ruah sakit.
..