
Pak Denny masuk bersama Liris kedalam ruangan Dinda. Mereka terkejut ketika mereka melihat Raka sedang menggendong Exsal yang sedang tidur. Dinda melihat ada pertanyaan di mata mereka.
"Pak Denny bisakah bapak menghendel pekerjaan saya hari ini... ?" tanya Dinda pada pak Denny.
"Bisa Bu...." jawabnya.lalu dia melihat pada Raka. Dinda yang tahu arti tatapan pak Denny dan Liris tersenyum.
"Maaf pasti kalian berdua bertanya- tanya kenapa pak Raka dekat dengan Exsal...?" ucap Dinda.
"Iya bu..." jawab pak Denny malu. Begitupun dengan Liris yang berada di sebelah pak Denny.
"Maaf pak Raka calon suami saya.." ucap Dinda sambil tersenyum. Kontan pak Denny dan Liris kaget.
"Calon suami ibu...?" tanya pak Denny sedang Liris hanya diam terpaku.
"Iya dia calon suami saya, kami akan segera menikah.." jawab Dinda sambil tersenyum.
"Tinggal satu bulan lagi.." celetuk Raka.
"Tinggal satu bulan lagi..." beo Liris.
Liris menatap Dinda tak percaya. Dinda hanya menjawab dengan senyuman dan anggukan kepala.
"Wah ..selamat ya bu kami tunggu undangannya..." ucap pak Denny. Raka menatap pak Denny. Raka bisa melihat ada kekecewaan di mata pria itu. Raka merasa bangga karena bisa memiliki Dinda yang sangat ia cintai walau banyak saingannya.
__ADS_1
"Baiklah pak saya pulang dulu , Ris titip kantor ya,... Sampai jumpa besok selamat siang....." Dinda mengambil tas kerjanya dan berjalan keluar ruangan di ikuti Raka. Tapi sebelum Dinda melangkah tiba- tiba Raka telah menggenggam tanganya lebih dahulu. Dinda memandang wajah Raka dan tersenyum. Merekapun keluar dengan tangan Raka yang satu menggendong Exsal sedang tangan yang lain memegang tangan Dinda. Dinda hanya bisa tersenyum melihat keposesifan Raka. Pak Denny dan Liris memandang kepergian mereka dengan kagum melihat kemesraan mereka berdua. Ketika di dalam lift Raka tak mau melepas tangan Dinda ,ketika mereka keluar dari lift pun Raka tetap tidak melepas tangan Dinda hingga mereka menjadi pusat perhatian karyawan Dinda. Mereka heran kok bu Dinda terlihat mesra dengan klien yang dari kota J yang jadi pembicaraan mereka tadi. Dindapun hanya bisa tersenyum . ketika di sapa para karyawannya Dan terlihat penuh tanya di mata mereka. Ketika mereka sedang berjalan tiba - tiba Exsal bangun. Exsal terkejut ketika dia berada di gendongan seseorang.
"Papa....?" ucapnya perlahan namun masih bisa di dengar orang sekitar mereka. Mereka terkejut dengan perkataan putra bos mereka. Apakah pria itu suami bu Dinda....? Tapi katanya bu Dinda janda. Mereka memandang Dinda dan Raka penuh tanya.
"Sudah bangun sayang..." terdengar suara bariton Raka .
"Papa kapan datang... ?" tanya Exsal sambil memeluk leher Raka.
"Tadi pagi sayang..." jawab Raka.
"Exsal kangen pa...." seru Exsal manja.
"Papa juga sayang..." jawab Raka sambil mencium pipi Exsal .
"Baiklah...." Raka melepas tangan Dinda dan menurunkan Exsal. Melihat tangannya di lepas Dinda cepat - cepat
ingin menjauh tapi usahanya gagal teryata Raka tahu niat Dinda. Dia lebih cepat memegang kembali tangan Dinda.
"Mas.. Lepaskan di lihat karyawanku.."
bisik Dinda pada Raka.
"Kenapa..? Aku malah pingin mereka tahu kau itu hanya milik Raka.." ucap Raka sambil mencium tangan Dinda yang ada di genggamannya. Dinda kaget melihat kelakuan Raka, Dinda hanya bisa cemberut melihat tingkah Raka. Raka tersenyum melihat wajah Dinda yang terlihat malu. RKa tak perduli dengan tatapan wajah kaget dan penuh tanya di mata karyawan Dinda. Ketika sampai di parkiran mereka melihat pak Giman dan Hari sedang duduk berbincang- bincang. melihat sang majikan datang pak Giman langsung menyambut kedatangannya.
__ADS_1
"Non mau pulang sekarang....?"tanya pak Giman pada Dinda.
"Iya pak Giman... " jawab Dinda .
"Pak Giman langsung pulang aja biar Non Dinda dengan saya pak..." ucap Raka menyuruh pak Giman pulang.
"Baik Den.... " jawab pak Giman. Pak Giman pun segera masuk kedalam mobil Dinda dan segera membawa mobil Dinda pulang.
"Yang kita makan dulu ya...?" ajak Raka.
"Iya Ma...Exsal lapar....." teriak Exsal.
"Ya ampun anak Papa lapar ya....?" tanya Raka pada Exsal sambil mengangkat Exsal dalam gendongannya.
"Iya Exsal lapar Pa...." jawab Exsal yang sudah ada dalam gendongan Raka.
"Baiklah , ayo kita segera pergi mencari makanan..." seru Dinda .
merekapun segera pergi meninggalkan kantor Dinda. mereka mencari restoran untuk makan siang. tak berapa lama mereka menemukan Restoran makanan padang. Hari segera membelokkan mobilnya. merekapun masuk kedalam Restoran tersebut. terlihat Restoran penuh pengunjung, untung masih ada tempat duduk yang masih cukup buat mereka berempat. setelah mereka duduk terlihat seorang pelayan datang menghampiri mereka.
"Maaf pesan apa Bu...?" tanya pelayan tadi. Dinda pun memesan beberapa masakan dan minuman pada sang pelayan .
B
__ADS_1