
Keesokan paginya Dinda dan Exsal pergi ke rumah pak Bima dia akan melaporkan hasil meeting kemaren. Ketika sampai di rumah pak Bima mereka di sambut oleh Tia yang kebetulan sedang bersama si kecil di halaman depan.
"Hey kak Exsal..... " serunya ketika melihat Dinda dan Exsal turun dari mobil
"Hay adik Eka.... "Jawab Dinda menirukan suara anak kecil sambil berjalan mendekati Tia. Mereka cipiki- cipika sebentar.
"Sayang salim sama tante... ?" ucap Dinda pada Exsal setelah mencium pipi Eka juga. Exsalpun mencium tangan Tia dan mendapatkan ciuman dari Tia di pipi.
"Beb Papa ada.... ?" tanya Dinda.
"Ada...."
"Belum berangkat...?"
" Belum berangkat...tu di dalam. " jawab Tia.
"Kalau begitu aku menemui Papa dulu Ti
Kau nggak kedalam...?"
"Iya Din ayo...." merekapun masuk kedalam bersama- sama. Ketika sampai di ruang tengah mereka bertemu dengan Pak Bima dan Bu Susi yang sedang bercakap- cakap .
"Asalamualaikum Pa Ma..." ucap Dinda dan mencium tangan pak Bima dan Bu Susi.
"Walaikum salam...." jawab mereka hampir bersamaan.
__ADS_1
"Sayang salim sama Opa dan Oma.." perintah Dinda pada Exsal, Exsalpun menuruti perintah Dinda.
"Sayangnya Oma apa kabar..." ucap bu Susi sambil mencium pipi Exsal.
"Baik Oma.... " jawab Exsal sambil mengulurkan tangan minta gendong. Bu Susipun mengambil Exsal dari gendongan Dinda.
"Pa... Dinda mau melaporkan hasil meeting kamaren Pa..... " ucap Dinda.
"Baiklah, ayo keruang kerja Papa..." ajak pak Bima.
"Ma Dinda tinggal dulu ya ...maaf Dinda titip Exsal.." kata Dinda pada bu Susi.
"Iya Din, biar aja Exsal di sini main sama mama.." jawab bu Susi.
"Gimana hasilnya Din...?" tanya pak Bima sambil menatap Dinda.
"Maaf sebelumnya Pa, Dinda pingin tahu apa Papa tahu pemilik PT Exsal Putra. " tanya Dinda . pak Bima menatap wajah Dinda lalu menganggukkan kepala.
"Jadi Papa tahu pemiliknya pak Raka ?" tanya Dinda kaget.
"Iya Papa tahu Din.... " jawab pak Bima membuat Dinda semakin kaget.
"Kenapa Papa tidak memberitahukan pada Dinda Pa... "Tanya Dinda heran.
"Agar kesalah pahaman di antara kalian dapat di selesaikan... " jawab pak Bima sabar.
__ADS_1
"Maksud Papa , papa sudah tahu kesalah pahaman yang terjadi pada kami. ."Pak Bima hanya mengangguk mendengar pertanyaan Dinda.
"Darimana Papa tahu...?" tanya Dinda penasaran.
"Pak Wijaya yang menceritakan semua yang terjadi pada kalian, beliau juga yang memberi ide pertemuan kalian ini." ucap pak Bima sambil tersenyum.
"Maksud papa.... "Dinda semakin bingung.
"Setelah pak Wijaya menceritakan kejadian yang sebenarnya, maaf Din akhirnya Papa terpaksa memberitahukan dimana dirimu yang sebenarnya, akhirnya pak wijaya memberikan ide untuk mempertemukan kalian dalam sebuah bisnis yang kebetulan bisnis Raka yang baru dalam bidang yang sama juga dengan apa yang kau tekuni sekarang." jawab pak Bima sambil tersenyum senang. Dindapun akhirnya mengerti kalau pertemuannya dengan Raka ada campur tangan Papa mertuanya dan pak Wijaya, akhirnya Dinda pun hanya bisa tersenyum .
"Pa... Apakah sebelumnya pak Raka tahu kalau perusahaan yang di kota M Dinda yang pegang.." tanya Dinda .
"Tidak , Raka tidak tahu... Andai dia tahu pasti dia sudah mencarimu kekota M sendiri. Din dia sangat mencintaimu nak..., aku hampir mengatakan keberadaanmu ketika melihat keadaannya yang tersiksa ketika kehilangan dirimu Din...tapi papa tahan karena papa ingin juga menguji sampai di mana kesungguhannya terhadapmu. Din.. maafkanlah dia, dia benar- benar mencintaimu nak.... " nasehat pak Bima.
"Iya Pa..." jawab Dinda. Akhirnya Dinda menyerahkan hasil meeting dia dengan perusahaan Raka yang baru Pada pak Bima. Mereka berdua diskusi sebentar setelah itu keluar dari ruangan pak Bima bersama- sama. mereka pergi ketempat di mana Exsal dan Bu Susi sedang berada. ketika sampai di ruang keluarga mereka menemukan Exsal dan Bu Susi yang sedang menonton film kartun bersama Tia dan Doni. Dindapun bergabung dengan mereka.
"Apa kabar Din....?" sapa Doni sambil mengulurkan tangan.
"Baik Don...." jawab Dinda sambil menyambut uluran tangan Doni.
"Nggak Dinas Don.....?" tanya Dinda .
"Cuti Din....." jawab Doni. merekapun larut dalam perbincangan bersama. tak lama pak Bima berpamitan pergi kekantor.
Bersambung.
__ADS_1