
Kini Dinda dan kedua malaikat kecil itu sudah berada di dalam kamar perawatan VIV . Dinda yang kini masih dalam perawatan terlihat sedang istirahat di temani sang suami dan para orang tua yang begitu berwajah sangat gembira. Di sebelahnya terlihat dua box bayi tempat dua bayi kembar mereka. Terlihat Bu Fita sang mertua yang tak bosan - bosan memandangi kedua cucunya yang sudah tertidur lelap di dalam box bayi.
"Ka cantik dan tampan cucu- cucu Mama nak...." ucap Bu Fita.
"Siapa dulu Papa , Mama nya Ma..." seru Raka bangga.
"Iya..iya Mama percaya...." jawab Bu Fita .
"Pa Exsal juga tampan kayak Papa..." seru Exsal tak mau kalah yang sedang tiduran di sebelah Dinda.
"Iya sayang...Exsal anak Papa yang paling tampan..." jawab Raka sambil mencium pipi Exsal dengan sayang.
"Din Papa sangat berterimakasih padamu nak... Kau telah memberikan kebahagiaan pada anak kami dan kami Din...." ucap pak Wijaya pada Dinda yang kini sedamg memandangi cucu mereka.
"Itu sudah kewajiban Dinda untuk membahagiakan keluarga Pa ..." jawab Dinda.
"Din boleh Mama juga menyayangi anak- anak kalian....?" kata Bu Susi menyela yang juga sedang memandang kedua bayi tersebut.
"Tentu saja Ma... Bukankah Papa Bima dan Mama adalah kedua orang tua Dinda juga..." ucap Dinda terharu.
"Trimakasih nak, kau memang putri Mama..." kata Bu Susi terharu karena sejak Dinda jadi menantunya dia sudah menganggap Dinda bagai anak kandungnya. Dia menghampiri Dinda dan memeluknya. Sang Bunda yang melihat putrinya begitu di sayangi oleh Bu Susi ikut terharu dia teringat pada mendiang Dirga.tak terasa Bu Nuning meneteskan air mata.
"Ma Dinda kan memang putri mama mengapa mama masih meminta pada Dinda... Mereka juga cucu Mama.." ucap Dinda sambil mengusap air mata Bu Susi.
"Iya Nak... Maafkan Mama..." jawab Bu Susi terlihat senyum tulus di wajahnya.
__ADS_1
"Oh ya Ka... Siapa nama mereka berdua...?" tanya pak Bima mengalihkan pembicaraan Bu Susi dan Dinda. Raka menatap Dinda dan Dinda membalas dengan senyuman.
"Nama mereka Andika Wijaya sama Andini Wijaya Pa...."jawab Raka pada pak Bima.
"Waah nama yang bagus nak...." jawab pak Bima. Pak Wijaya dan Bu Fita tersenyum senang mendengar nama cucu- cucu mereka. begitupun dengan Ayah dan Bunda mereka bersyukur di beri cucu kembar oleh Allah. tak lama Alfian dan putranya serta sang istri datang mengunjungi.
"Halo dedek kecil ..." seru Rosa menirukan suara anak kecil sambil mendekati box bayi.
"Ka boleh aku gendong .. " kata Rosa pada Raka.
"Boleh kak... " jawab Raka.
"Siapa namanya Dek....?" tanya Rosa kini dia sudah membawa salah satu bayi kembar itu.
"Yang cewek Dini yang cowok Dika kak.." jawab Raka.
"Kak si Bintang minta adek tu..." seru Dinda pada Rosa.
"Belum Di kasih sama Allah Din..." jawab Alfian. sambil menghampiri box bayi yang satunya.
"Yang sabar aja kak.." ucap Raka.
"Dek yang ini aku gendong ya..." ucap Alfian pada Raka.
"Gendong aja kak..." jawab Raka.
__ADS_1
"Ini si Dini apa si Dika dek..." tanya Alfian .
"Kayaknya itu si Dika kak...kalau Dini punya tahi lalat di dekat bibir bawah.."
jawab Raka kembali.
"Iya bener mas ini bayi yang ku gendong mempunyai tahi lalat di dekat bibirnya " seru Rosa.
"waah kalian mulai bisa membedakan Dika sama Dini ya.....?" seru Rosa.
"Kebetulan kak mereka punya tanda..." jawab Raka sambil tertawa.
"Masak sich... kok aku tadi nggak lihat ya...?" seru bu Susi sambil mendekati bayi yang di gendong Rosa.
"Ya ampun.... kau benar Nak..." serunya kembali sambil mencium gemas malaikat kecil itu. merekapun ber bincang bersama . tak lama waktu kunjungpun berakhir, merekapun berpamitan pada Raka dan Dinda. mulanya Exsal nggak mau pulang tapi sang Bunda takut Exsal akan mengganggu Dinda dia membujuk Exsal untuk ikut pulang bersama sang Bunda.setelah kepergian mereka Raka menyuruh Dinda untuk beristirahat.
"Yang kau istirahat dulu.... bukankah tenagamu sudah terkuras tadi..." kata Raka sambil menggenggam tangan Dinda.
"Iya mas Dinda lelah, Dinda istirahat dulu ya... mas sendiri nggak apa- apa?"
tanya Dinda
"Nggak apa- apa sayang... tidurlah mas akan menjaga mu.." jawab Raka sambil mengusap kepala Dinda dengan sayang. Dinda pun segera memejamkan mata. Raka mencium dahi dan mata Dinda. Dia menatap wajah Dinda yang sedang tidur dengan penuh cinta.
"Sayang trimakasih atas semua pengorbanan mu.." ucapnya kembali mencium pipi dan bibir Dinda sekilas.
__ADS_1
..
Bersambung.