Kebahagiaan Yang Tertunda

Kebahagiaan Yang Tertunda
KEDATANGAN ORANG TUA


__ADS_3

Pagi itu setelah solat bersama sang suami Dinda berjalan keluar dari kamarnya. tapi belum sampai di pintu Dinda merasa mual cepat -cepat dia berlari kedalam kamar mandi.


Hoek....hoek...Dindapun mengeluarkan semua isi perutnya. Dirga yang mendengar cepat- cepat menghampiri Dinda yang masih di dalam kamar mandi. Terlihat wajah Dinda yang pucat.


Dipijit- pijitnya tengkuk sang istri.


"Masih mual yang.....?" tanyanya prihatin


"Mendingan mas......" di tuntung sang istri untuk duduk di tempat tidur.


"Aku buatkan susu ya...."


" Nggak usah dech mas....sebentar lagi juga baikan...."


"Tapi lihat wajahmu pucat yang... Sekarang adek tunggu mas di sini mas mau buat susu buat adek.." ucap Dirga .


"Tapi mas...."


" Nggak ada tapi- tapi nggak ada protes adek tiduran dulu mas mau buat susu.."


Ucap Dirga sambil membaringkan Dinda dan menyelimutinya. kemudian dia berjalan meninggalkan Dinda menuju dapur. tak lama dia kembali dengan membawa susu buat orang hamil yang di beli mereka sepulang kerja.


"Nach sekarang minum susu lalu berbaring lagi...." perintahnya.


"Tapi mas adek mau buat sarapan..."


"Adek istirahat soal makan mas mau pesan aja mas nggak mau ada bantahan lagi ok...." Dirga kembali membaringkan Dinda setelah Dinda meminum susunya hingga habis.


"Sekarang mas tinggal sebentar ya.."


Ucap Dirga sambil mencium ujung kepala Dinda lalu pergi keluar kamar.


Dinda hanya bisa tersenyum bahagia atas perhatian Dirga. Untung hari ini hari sabtu jadi Dinda tidak pergi ke kantor. Tak lama Dirga pun datang dengan membawa sepiring buah- buahan yang sudah di kupas.


"Ini yang buah- buahan.. aku udah pesan makanan sebentar lagi datang..." ucapnya sambil duduk .


"Tapi mas adek udah nggak apa- apa kok..."


"Nggak usah ngeyel atau mas akan berbuat sesuatu agar adek nurut..."


" Iya dech iya....." ucap Dinda mendengar ancaman Dirga. terdengar bel pintu berbunyi. Dirga pun beranjak pergi untuk membukakan pintu. Tak lama terlihat Dirga masuk membawa peralatan makan dan kantong makanan.


Lalu ditaruhnya di atas meja . ditaruhnya makanan- makanan itu di dalam piring yang iya bawa.


"Yang sini makan dulu yuk..." ajaknya.


Dindapun berjalan menghampiri Dirga yang masih sibuk menyiapkan makanan


"Mas adek lihat masakan kenapa mual mas....adek makan dikit aja ya..."

__ADS_1


"Ya nggak boleh dong yang...gimana kalau mas suapin ...mungkin dedek bayi mau..?" ucap Dirga sambil mengambilkan makanan buat Dinda.


Dengan telaten Dirga menyuapi Dinda.


"Tu kan dedek bayi minta disuapi papa.."


Ucap Dirga sambil menyuapkan makanan ke mulut Dinda.


Dindapun heran kenapa dia nggak mual ya ,sedang tadi melihat makanan aja rasanya mau muntah.


"Uda ya mas....adek udah kenyang.."


"Sebentar lagi sayang...tinggal dikit nich" raya Dirga sambil tetapmenyuapkan makanan ke mulut Dinda. Dengan terpaksa Dinda menghabiskan makanan yang ada di piring yang di pegang Dirga.


"Nach adek uda makan sekarang mas yang harus makan..."


"Iya sayang..tapi kau berbaring ayo mas angkat..."ucap Dirga yang akan berdiri.


"Nggak adek di sini nungguin mas.." ucap Dinda manja.


"Baiklah istriku tersayang......" ucap Dirga sambil mencium lembut bibir sang istri. Dinda hanya tersenyum manis melihat perbuatan Dirga. Baru beberapa suapan Dirga makan tiba- tiba bel berbunyi. Dindapun berdiri akan membukakan pintu. Tapi Dirga menahannya agar tidak berdiri.


"Biar mas aja yang buka nanti kalau adek pusing gimana..?" ucap Dirga sambil membimbing Dinda duduk kembali. Dirgapun berjalan ke depan , ternyata kedua orang tuanya dan Tia yang datang.


"Assalamualaikum...." sapa mereka.


"Ga...mana menantuku.." ucap sang mama tak sabar.


'Di kamar ma..tadi dia muntah- muntah jadi Dirga larang dia keluar..."terang Dirga sambil memberikan tangannya untuk di cium oleh Tia.


"Tapi sahabatku nggak apa- apa kan mas...." tanya Tia khawatir.


"Nggak apa- apa ...dek dia kakak iparmu dek"


Ucap Dirga sambil mengacak kapala Tia.


"Eh iya Tia lupa kak..." cengir Tia sambil berjalan mengikuti Dirga masuk. Merekapun masuk ke kamar Dirga.


"Sayang......gimana kabarmu ...katanya tadi kamu mual- mual ya....." tanya bu Susi sambil memeluk sang menantu


"Iya ma...tapi sekarang udah mendingan kok..." jawab Dinda sambil berdiri menyambut pelukan sang mertua.


"Sekarang masih lemas sayang......" tanyanya khawatir.


"Nggak kok ma......."


"Hay kakak iparku gimana kabarnya...."


goda Tia sambil memeluk Dinda.

__ADS_1


"Baik beb....."


"Kenapa kemaren kok nggak bilang kalau akan ada calon keponakanku..?"


Ucap tia sambil melepas pelukannya dan mengelus perut Dinda yang masih rata. Kontan aja Dinda kegelian.


"Isc...geli tau...kemaren kita nggak ketemu sampai waktu pulang kan beb"


"Oh iya sich....tapi kenapa nggak lewat WA ....?"tanya Tia.


"Nggak sempat sayang....tau sendiri kakakmu kan...?"


"Iya..iya..." jawab Tia sambil melirik kakaknya lalu tertawa. Sedang Dirga yang merasa ditertawakan menatap Tia dengan horor. Akhirnya Tia menutup mulut dengan tangannya menahan tawa.


"Mas lanjutin makannya dulu....mas belum habis makannya...." ucap Dinda sambil berdiri ingin membuatkan minuman buat kedua mertuanya.


"Yang mau kemana..?"tanya Dirga ketika melihat istrinya berdiri.


"Buatin mama sama papa minum mas"


"Uda nggak usah Din ....mama sama papa biar ambil sendiri kalau haus.."


Sela sang mertua.


"Iya sayang biar mas atau Tia yang nanti buatkan...adek tidur aja lagi.."ucap Dirga sambil melanjutkan memakan makanannya.


"Nggak apa- apa mas adek udah sehat kok..."


"Ya udah tapi hati- hati ya...." ucap Dirga khawatir.


"Iya mas....." Dindapun berjalan kedapur untuk membuat minuman buat kedua orang tuanya dan adek iparnya. Ketika sampai di dapur ketika akan membuat minuman tiba- tiba bel rumah berbunyi kembali. dinda yang sedianya akan membuka pintu sudah di dahului Tia yang akan membantu Dinda di dapur.


ternyata yang datang kedua orang tuanya dan Sela.


"Asalamualaikum....." ucap mereka bertiga memberi salam.


"Walaikum salam...ooo Bunda dan Ayah Damar "jawab Tia sambil menyalami kedua orang tua tersebut.


"Sudah lama datangnya nak..." tanya bu Nuning sambil berjalan masuk.


" Baru datang juga Bun....." jawab Tia yang masih memanggil Bu Nuning dan pak Damar Bunda dan Ayah.


"Mamamu mana.....?"


"Di dalam Bun....." merekapun masuk kedalam bersama- sama.


BS


"

__ADS_1


__ADS_2