
Hari ini hari sabtu hari di mana dia akan seharian bersama sang buah hati. Setelah selesai mandi dan solat subuh Dinda merapikan kamarnya lalu beranjak keluar kamar menuju kamar sang putra. Dengan perlahan di bukanya kamar Exsal terlihat sang putra sudah bangun.
"Hey anak mama sudah bangun ya...."
"Ma jadi kan hari ini kerumah Eyang..."
Tanya sang Exsaldengan suara serak khas anak baru bangun tidur .
"Iya sayang....tapi kita kesupermarket dulu ya..soalnya kebutuhan bulanan mama sudah habis sekalian beli oleh oleh buat eyang ya....." jawab Dinda sambil mencium pipi gembul sang putra.
"Sekarang kita mandi yuk...." ajak Dinda sambil menggendong sang buah hati masuk ke dalam kamar mandi. Setelah memandikan serta menggantikan baju sang putra Dinda menyisir rambut sang buah hati dengan perlahan terlihat wajah Exsal yang mirip dengan Dirga.
Sejenak ada kerinduan buat sang suami yang sudah tenang di sisih Ya .
Mas kenapa kau begitu cepat meninggalkan kami batin Dinda sedih. Tak terasa setetes air mata jatuh ke pipinya.
'Ma...mama nangis ya..?" tanya Exsal sambil menghapus air mata Dinda.
Dinda tersadar cepat - cepat di hapusnya air mata yang telah menetes di pipinya.
"Nggak sayang...tadi ada debu yang masuk ke mata mama nak..."
"Benarkah ma....mama nggak bohong" tanya Exsal sambil menatap sang mama.
"Iya sayang...untuk apa mama bohong sayang...." maafkan mama nak, mama berbohong padamu batin Dinda.
"Baiklah karena sekarang anak mama sudah terlihat ganteng kita turun yuk.."
Ajak Dinda mengalihkan pembicaraan.
"Iya ma....." merekapun keluar kamar melangkah menuju dapur. Sesampainya di dapur terlihat bik Sumi yang sudah menata masakan di atas meja.
"Pagi bik Sumi....." sapa Dinda sambil mendudukkan Exsal di kursi.
"Pagi non..pagi nak Exsal.." jawab bik Sumi sambil menaruh ikan goreng di atas meja.
"Pagi juga bik...." jawab Exsal .
"Nak kamu mau makan sendiri..?" tanya Dinda sambil mengambilkan nasi dan lauk pauk buat Exsal.
"Iya ma...Exsal kan udah besar ma.." jawab sang putra .
__ADS_1
"Iya mama tahu tapi hati- hati makannya ya sayang..." ucap Dinda memandang sang putra dengan sayang. Exsalpun hanya menganggukkan kepala lalu mulai menyuapkan makanan ke dalam mulutnya. Dindapun mengambil makanan buat dia sendiri.
"Bik nanti Dinda dan Exsal mau ke rumah Bunda bibik ikut...." tanya Dinda sambil makan.
"Nggak usa non...biar bibik dirumah saja.." jawab bik Sumi.
"Ya udah kalau gitu bibik sama pak Giman jaga rumah ya..." ucap Dinda.
"Iya non...." jawab bik sumi.
Setelah menyelesaikan makan paginya Dinda membawa sang putra pergi ke rumah Bundanya. Mereka hanya berdua. Tak lama terlihat mobil Dinda keluar dari pekarangan rumahnya. Ketika di tengah perjalanan Exsal mengingatkan sang mama mampir di supermarket.
"Ma...katanya mau kesupermarket..?"
"Iya sayang ini udah mau nyampai..." jawab Dinda. Tak lama Dinda membelokkan kendaraannya ke parkiran sebuah supermarket. Dinda membawa sang putra masuk kedalam. Dinda mengambil kereta dorong. Merekapun mengambil barang - barang yang mereka butuhkan. Banyak orang memperhatikan mereka terutama pada Exsal, Mereka mengagumi wajah tampan Exsal.
"Sayang...jangan lari- lari nanti jat...."
Belum juga habis omongan Dinda
Buukg.....
Grobyak....
tanpa sadar Exsal memeluk wanita itu karena dia mau jatuh tapi wanita itu mendorong Exsal dengan keras hingga terpental dan menatap kereta dorong yang ada di sebelahnya lalu terkapar di lantai.
"Astagaa...Exsal...!" teriak Dinda sambil berlari memeluk sang putra. kejadian itu banyak yang melihat.
"Kau nggak apa- apa sayang....?" tanya Dinda sambil mengangkat sang putra dalam gendongannya.
"Nggak ma....cuma tangan Exsal agak sakit..." jawab Exsal sambil meringis.
"Mbak yang bener aja...masak sama anak kecil seperti itu...!" seru Dinda pada perempuan yang telah mendorong Exsal. Perempuan itu bukannya menyesal malah nyolot.
"Hey itu salah anakmu sendiri..lihat bajuku sampai kotor kalau rusak kau mampu menggantinya.....?"
"Dasar wanita gila bukannya minta maaf malah menyalakan anak kecil..." jawab Dinda jengkel.
"Yeee...siapa yang salah anakmu yang kurang ajar....!"teriaknya.
"ye udah salah kok nyolot...." ucap seorang pengunjung.
__ADS_1
"Iya....cuma kena pegang gaunnya aja dia dorong anak itu , nggak punya perasaan sekali..." ucap pengunjung yang lain.
"Ada apa ini..?" seorang pria datang menghampiri mereka. pria tinggi gagah dan tampan datang tergopoh- gopoh.
"Yang....lihat bajuku kotor semua gara- gara anak dari perempuan itu dan dia juga mempermalukan aku ...." ucap perempuan itu sambil memegang lengan pria itu dengan manja. pria itu memandang Dinda dengan marah.
"Nyonya jaga anak anda dan sikap anda.!" serunya .
"jaga anak saya dan sikap saya...?" ha..kalau belum tahu masalahnya jangan menyalahkan orang lain dulu ..." ucap Dinda sinis.
"Nyonya saya bisa menuntut anda...saya bisa membawa anda ke rana hukum.." serunya.
"Rana hukum...boleh hayo...tapi sebelum anda membawa saya ke rana hukum ayo kita lihat di CCTV siapa yang bersalah sebenarnya. ..." jawab Dinda. tiba- tiba dua orang satpam datang mendekat.
"Ada apa ini Tuan, nyonya...." ucap salah satu satpam tersebut.
"Pak disini ada CCTV nya kan....." tanya Dinda.
"Ada nyonya...."jawab pak satpam .
"Bagus...pak boleh kita lihat sebentar agar masalah kami selesai...?" tanya Dinda.
"Boleh nyonya....."jawab pak satpam .
"Yang Udahlah kita pulang aja yuk...." ajak perempuan itu pada sang pria dengan wajah gelisah. Dinda yang mendengar ajakan perempuan itu pada prianya langsung mencegah.
"Oo..tidak bisa kita harus lihat kebenarannya dulu....kenapa takut....?" ucap Dinda dengan mengejek.
"Yee..siapa takut ayo kita lihat...." jawab perempuan itu kembali tapi terlihat kecemasan di wajahnya. merekapun berjalan keruang kontrol Supermarket. akhirnya orang- orang yang berkerumun tadi pada bubar. sesampainya di ruang kontrol Dinda meminta ulang pada petugas untuk melihat kejadian yang membuat mereka bertengkar.
terlihat ketika Exsal yang menabrak perempuan itu dan bagaimana perempuan itu mendorong Exsal dengan keras hingga Exsal jatuh terjengkang menatap kereta belanja. terlihat wajah pria itu mengeras dan merah.Dinda hanya tersenyum sinis melihatnya.
"Sudah jelas tuan....?" ucap Dinda sinis. pria itu diam.
"Kalau masih ingin menuntut silahkan...." lanjut Dinda sambil melangkah keluar ruangan. Dinda kembali ke tempat belanjanya dan membawa ke kasir untuk membayar. setelah membayar semua barang belanjanya Dinda melangkah keluar.
"Ma...tangan Exsal sakit...."ucap sang putra sambil memegang lengannya. Dinda kaget cepat- cepat dia menaruh belanjaannya dan memeriksa kembali lengan sang putra. Terlihat sikunya terluka dan mengeluarkan darah.
"Ya Allah nak...maaf mama ndak lihat tadi sayang...." ucap Dinda lalu mendudukkan Exsal di bangku yang ada di luar Supermarket
"Sayang tunggu sini sebentar mama beli obat dulu. " Dinda cepat- cepat kembali masuk toko. tak lama dia kembali dengan membawah obat merah kapas dan plaster . Dindapun dengan cekatan membersihkan dan membalut luka sang putra. tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang menatap mereka berdua dengan penuh penyesalan. setelah membalut luka sang anak Dinda membawa belanjaannya ke mobil. tanpa Dinda sadari sepasang mata itu selalu memperhatikannya.tak lama mobil Dinda keluar halaman supermarket.
__ADS_1
.
.