
Sore harinya Raka membawa pulang Dinda bersama Hari dan Sela. Mereka pulang setelah Menunggu Hari menyelesaikan administrasi rumah sakit. Setelah Hari kembali mereka segera berlalu meninggalkan rumah sakit menuju kediaman Dinda . ketika sampai di Rumah Dinda terlihat keluarga pak Bima dan pak Damar menyambut kedatangan mereka bersama si kecil Exsal .
"Selamat pulang kembali ke rumah sayang ..." sambut Bu Susi memeluk Dinda.
"Trimakasih Ma....." jawab Dinda dalam pelukan sang Mama mertua.
"Mama...." seru Exsal yang ada di gendongan bu Nuning ingin memeluk sang mama.
"Sayang mama....." ucap Dinda mau menggendong Exsal.
"Sayang kau belum boleh menggendong Exsal dulu..." ucap Raka mengingatkan Dinda karena kondisinya yang baru sembuh.
"Iya Din kamu masih lemah nak...." timpal bu Nuning. Lalu mencium sang putri. Dindapun mencium tangan sang Bunda.
" Salim dulu pada Papa dan Ayahmu lalu istirahatlah di dalam...Exsal sayang cium mama aja dulu , gendongnya tunggu mama sehat ya.." kata Bu Nuning menghibur Exsal. Exsal yang ada dalam gendongan bu Nuning mencium pipi sang bunda dengan wajah sedih.
"Sayang... Sini gendong papa mau...?" tanya Raka sambil mengulurkan tangannya. Exsalpun senang dan pergi dalam pelukan Raka.
"Hey beb selamat datang kembali di rumah..."seru Tia sambil memeluk sayang Dinda.
"Terimakasih sayang..." jawab Dinda . Setelah memeluk sahabatnya Dinda menghampiri Ayah dan Papa mertuanya Dinda menyalami pak Bima dan pak Damar
"Din istirahatlah di dalam nak.... keadaanmu belum sembuh benar" ucap pak Bima.
"Iya nak benar kata papamu masuklah kekamarmu istirahatlah...."sang Ayah menimpali.
"Baiklah Papa Ayah Dinda masuk ke dalam dulu ya...." jawab Dinda. Papa dan sang Ayah tersenyum dan mengangguk. Dinda di tuntun Raka pergi ke kamarnya. Tangan sebelah kiri menggendong Exsal dan tangan sebelah kanan menuntun Dinda. Mereka yang melihatnya tersenyum senang. Ketika sampai di kamar Dinda Raka mendudukkan Dinda di pembaringan.
"Tidurlah...." ucap Raka lembut. Dindapun membaringkan tubuhnya.
"Pa Exsal tidur dekat mama ya....?" tanya Exsal .
"Boleh ma....?" tanya Raka memandang Dinda.
__ADS_1
"Boleh sayang.....sini tidur sama mama " jawab Dinda menyuruh Exsal tidur di sebelah kirinya. Rakapun menaruh Exsal tidur di sebelah kiri Dinda.
"Sayang jangan banyak bergerak ya..." ucap Raka pada Exsal sambil menyelimuti Dinda sampai dada.
"Trimakasih pak...." ucap Dinda.
"Din kenapa kau tetap memanggilku pak ..." Tanya Raka gemas.
"Bukannya bapak atasan Dinda...." jawab Dinda sambil tersenyum.
"Kauu...." seru Raka gemas.
Andai tidak ada Exsal sudah ku makan kau batin Raka sambil menatap Dinda yang tersenyum. Dia tahu Dinda sedang menggodanya.
"Iya aku atasanmu di kantor tapi kalau di luar aku calon suamimu kan..." ucap Raka menatap wajah Dinda balik menggoda.sambil mengedipkan mata. Dindapun menahan senyum mengalihkan pandangan menatap kelain arah karena malu.
"Lalu Dinda harus panggil bapak apa ?"
"Ma panggil Papa aja ma kayak Exsal " celetuk Exsal yang mendengar perdebatan Mama dan Papa Raka.
"Nach itu dia....betul kata anak papa.... Panggil Papa aja Din dan aku panggil Mama.....itu ide bagus iya kan sayang....." seru Raka lalu mencium kening Exsal yang tidur di sebelah Dinda
Dan otomatis raka berada diatas Dinda seperti memeluk dirinya dan muka Raka dekat sekali dengan wajah Dinda. Pipi dinda memerah menyadari kedekatan mereka. Rakapun menyadari itu setelah mencium Exsal dia menatap wajah Dinda yang memerah Raka tertawa.
"Kenapa ma wajah mama kok memerah, apa mama minta cium seperti Exsal ?" tanya Raka semakin membuat Dinda malu.
"Ih apa an sich pak...." seru Dinda.
"Din kalau kau tak merubah panggilan mu aku akan menghukum mu lo..." ucap Raka mengancam.
"Memang apa yang akan bapak lakukan ..?" ucap Dinda tapi tiba- tiba bibir Raka sudah mendarat Di bibirnya. Dindapun terkejut bukan kepalang. Hingga mata Dinda melotot kaget. Sesaat Raka melepas ciuman di bibir Dinda. Dinda tertegun setelah sadar dia menoleh kearah Exsal. Ternyata tangan Raka menutup muka Exsal dengan tangannya agar tak melihat perbuatannya .
"Itulah hukumanmu jikalau tetap memanggilku dengan sebutan bapak...
__ADS_1
Jangan menantangku dimanapun kau salah memanggilku kau akan mendapat hukumannya maka hati- hati kalau tak ingin dapat hukuman. .." ucap Raka menatap Dinda penuh cinta.
"Dasar mesum...." jawab Dinda sambil cemberut. Rakapun tertawa senang melihat wajah Dinda yang terlihat semakin menggemaskan.
"Pa...kenapa papa tertawa sich....?" tanya Exsal lugu.
"Nggak ada sayang....tadi ada kucing imut lewat..." jawab Raka menggoda Dinda.
"Kucing....? Mana pa kucingnya....?" tanya Exsal sambil duduk.
"Sudah pergi sayang... Sekarang Exsal tidur lagi gich papa mau ambilkan minum buat Mama..." bujul Raka pada Exsal. Exsalpun kembali tiduran di sebelah Dinda. Raka tersenyum dan membetulkan selimut Dinda.
"Aku tinggal dulu ke bawah istirahatlah.."
Ucapnya sambil mencium kening Dinda.
"Sayang tungguin mama ya papa mau keluar dulu..." Ucap Raka pada Exsal.
"Iya Pa...." jawab Exsal. Rakapun melangkah keluar dari kamar Dinda. Sesampainya di bawa Raka bertemu dengan pak Bima dan pak Damar yang sedang bercengkrama di ruang tamu.
"Apakah Dinda sudah tidur nak..?" tanya pak Damar.
"Belum Om....Dinda tiduran bersama Exsal...." jawab Raka sambil berjalan menghampiri mereka.
"Kak Dinda belum tidur kan....?" tanya Tia yang datang bersama Sela.
"Belum dek...." jawab Raka. Mendengar jawaban Raka mereka berdua menaiki tangga menuju kamar Dinda. sesampainya di kamar Dinda mereka melihat Dinda yang sedang berbaring dengan Exsal.
"Din boleh masuk....?" tanya Tia.
"Boleh Ti...."jawab Dinda tersenyum senang. mereka berdua menghampiri Dinda . tak lama mereka hanyut dalam candaan.
BERSAMBUNG.
__ADS_1