Kebahagiaan Yang Tertunda

Kebahagiaan Yang Tertunda
BERITA BAHAGIA


__ADS_3

Dirga dan Dinda belum mengabari berita kehamilan Dinda pada kedua orang tua mereka , karena mereka akan memberi kabar pada mereka setelah memeriksakan ke Dokter kandungan.


Ke esokan harinya mereka pergi ke Dokter kandungan.sebelumnya Dinda menelfon bagian HRD kantornya untuk meminta izin agak siang masuknya karena akan ke rumah sakit.Dirhgapun menelfon Doni anak buahnya kalau dia berangkat ke kantor telat . ketika sampai di rumah sakit mereka menuju lobi untuk mendaftar.setelah mendapat nomor urut dan tahu ruangannya Dinda dan Dirga ikut antrian.tak berapa lama nama mereka di panggil karena pasiennya tidak terlalu banyak. Setelah memberitahukan alasan mereka , dokter menyuruh Dinda berbaring lalu Dokter mengolesi jel disekitar perut Dinda lalu mulai memakai alat yang berhubungan dengan komputer tak lama terdengar detakan.


"Dengarkan Bu pak ini detak jantung calon putra bapak..."ucap sang dokter.


Dirga dan Dinda merasa bahagia ketika mendengar detak jantung calon bayi mereka.


"Detak jantungny kuat sekali bu pak..


calon banyu ini sudah berumur enam minggu pak..."jelas Dokter kembali.


Janin itu masih kecil namun Dinda dan Dirga sangat bahagia. Setelah mendapat nasehat dan penjelasan dari Dokter serta mendapat vitamin Dirga dan Dinda pulang.mereka pulang dengan perasaan bahagi. Dirgapun mengantarkan Dinda ke kantornya walaupun melalui perdebatan dulu.karena Dirga maunya sang istri nggak usa kekantor. Tapi akhirnya Dirga mengijinkan Dinda kerja dengan syarat tidak boleh capek ,tidak boleh pakai sepatu berhak tinggi dan bermacam- macam syarat yang harus Dinda sanggupi.ketika sampai di depan kantor Dinda Dirga memeluk sang istri.


"Yang nggak usah kerja ya....?" rayu Dirga yang masih memeluk sang istri.


"Maaass....."ucap Dinda merajuk.


"Iya dech iya.....tapi ingatkan jangan terlalu lelah,sepatu uda ganti kan...?"


Tanya Dirga yang memang sudah membelikan sepatu yang tidak terlalu ber hak tinggi.


"Sudah sayang......"Dinda tak merasa terganggu dengan sifat pesenin sang sumi. Malah Dia merasa terharu.


"Ya udah nanti telfon mas kalau udah pulang.." ucap Dirga sambil mencium lembut pucuk kepala Dinda.


"Iya mas....Assalamualaikum..." ucap Dinda sambil mencium tangan sang suami, kalu turun dari mobil.


"Walaikum salam....." jawab Dirga masih menatap sang istri yang sudah keluar dari mobil, Rasanya tak ingin dia Meninggalkannya.


"Hati- hati di jalan mas....dag..."ucap Dinda sambil melambaikan tangannya.

__ADS_1


Dirgapun menjalankan mobilnya dengan berat hati.


Setelah sampai di kantornya Dirga mengambil HP nya, ditekannya no sang mama.


"Assalamualaikum....." ucap bu Susi.


"Walaikum salam ma...."


"Ma ada sesuatu yang akan Dirga kabarkan pada mama...."


"Ada apa nak....?"


"Dinda hamil ma....."


"Apa.....Dinda hamil nak....!" teriak bu Susi .


"Iya ma...." jawab Dirga dengan bahagia.


"Alhamdulillah nak.....sudah berapa minggu...?" tanya bu Susi gembira.


"Sukur Alhamdulillah nak....besok mama sama papa kesana Ga....."


"Iya ma...kami tunggu ma ..... Asalamualaikum.."


"Iya nak....Walaikum salam.." Dirgapun mengakhiri panggilan ke mamanya. Tak lupa suapin mengabarkan kehamilan Dinda pada sang ibu mertuanya yang juga disambut kebahagiaan. Merekapun berjanji besok akan datang ketepatan besok adalah hari sabtu.setelah memberi kabar pada orang yang dia sayangi Durga masuk ke kantornya dengan perasaan bahagia hingga senyuman tak lepas dari bibirnya. Hingga setiap orang yang berpapasan dengannya jadi heran.


"Maaf Dan kayaknya ada yang lagi bahagia ya..." tanya Doni penasaran melihat sang komandan terus saja dengan wajah cerah.


"Benar Don aku lagi bahagia sekarang"


"Kalau boleh tahu ada apa ya Dan.." tanya Doni yang memang sangat dekat dengan Dirga. Dirga sudah menganggap Doni sebagai adiknya.

__ADS_1


"Istriku hamil Don.."


"Benarkah....kalau begituselamat ya


Dan...." ucap Doni sambil mengulurkan tangan memberi Selamat.


"Trimakasih Don...." jawab Dirga sambil menerima jabatan tangan Doni. Hari. serasa berjalan dengan lambat . Tak sabar rasanya Dirga menanti hari menjelang sore. Rasanya kerinduan pada Dinda sangat besar walaupun baru saja mereka berpisah.


Tok...tok.....tok..,


"Ya masuk......"


Ternyata para anak buahnya datang bersama- sama.


"Dan selamat ya... Atas akan hadirnya sang junior..." ucap Resa salah satu nak buahnya mengawali memberi selamat pada Dirga yang dilanjutkan oleh teman- temannya.


"Trimakasih....." jawab Dirga sambil menerima jabatan tangan dari para bawahannya.


'Ini pasti ulah su Doni yang memberitahukan pada mereka batin Dirga. Setelah berbincang- bincang sebentar merekapun melanjutkan tugas mereka masing- masing.


Tak terasa sorepun tiba Dirga cepat- cepat membereskan pekerjaannya.tiba- tiba HP nya berbunyi, cepat- cepat diambilnya dari saku celananya.terlihat nama sang istri tertera di sana.


"Asalamualaikum......"


"Walaikum salam mas....mas masih sibuk...?" tanya Dinda dari sebrang.


"Nggak sayang....ini mas siap- siap mau pulang....." jawab Dirga sambil membenahi berkas yang ada di meja.


"Ya udah adek tunggu ya..... Asalamualaikum......"


"Iya sayang sebentar lagi mas kesana..

__ADS_1


Walaikum salam.." Dirga pun mengakhiri panggilannya. Cepat- cepat dia menyambar konci mobilnya dan berjalan keluar untuk segera menjemput sang istri.


.


__ADS_2