
Setelahmeninggalkan Dinda di depankantornya Dirga tak langsung pergi ke polres tempat dia bertugas. Dia berniat untuk mencarikan buah kesemek yang Dinda pesan tadi. Tetapi setelah mencari diseluruh toko penjual buah didalam kota tidak ada sebiji pun buah itu ditemukan. Akhirnya Dirga kembali ke kantornya dengan wajah lesuh. Setelah memarkirkan mobilnya Dirga masuk ke kantornya, ketika sampai di depan ruangannya dia berpapasan dengan Doni.
"Pagi Dan......."
"Pagi juga Don...."
"Dan kok wajahnya kusut amat....?"
"Iya Don aku lagi pusing....oh ya Don kamu tahu nggak tokoh yang menjual buah kesemek...? soalnya aku udah keliling kota nggak bisa menemukan satu buah pun ....." tanya Dirga.
"Buah kesemek Dan......"
"Iya.... Kau tahu buah itu kan....?"
"Buah yang seperti apel tapi ada bubuk putihnya itu kan....?"
"Iya..."
"Wah Alhamdulillah Dan kemaren saudaraku datang dari kampung bawa buah itu...biar nanti aku bawakan atau aku ambil sekarang Dan....?"
"Waa kebetulan sekali Don...kenapa kamu nggak bilang dari tadi sich.."
"Yaa..komandan...darimana aku tahu kaubutuh buah itu, sedang kau baru memberitahu aku sekarang....."
"Iya sich...." jawab Dirga bodoh " lebih baik kamu ambil sekarang Don biar nanti nggak repot lagi...nggak apa- apa kan..?" ucap Dirga gembira karena buah yang di inginkan sang istri telah ada.
Doni pun mengiyakan lalu berpamitan akan pulang, memang rumah Doni tidak terlalu jauh dari kantor polisi. Hanya memakan waktu 30 menit Doni sudah kembali berada di depan Dirga. Dia memberikan satu kantong buah kesemek.
"Trimakasih Don ...." ucap Dirga gembira sambil menerima sekantong buah kesemek.
"Sama- sama Dan.... kalau ada sesuatu yang bisa saya bantu telfon aja saya Dan.." ucap Doni sambil tersenyum.
"Baik aku akan menelfonmu jika aku butuh bantuan.." ucap Dirga sambil menepuk pundak Doni pelan. Akhirnya Doni undur diri keluar dari ruangan Dirga
***
Baru saja Dirga memarkirkan mobilnya ketika memjemput sore harinya terlihat Dinda sudah keluar dari kantornya. Dirga sangat kagum dengan kecantikan sang istri yang kini terlihat seksi dengan perut yang agak membuncit. Rasanya Dirga tak ingin membagi kecantikan sang istri dengan pria lain yang menatap Dinda dengan rasa kagum.
"Asalamualaikum sayang....." ucap Dinda sambil mencium tangan Dirga.
__ADS_1
Dirgapun kaget ketika sang istri memanggilnya sayang. Dirgapun tertegun sejenak.
"Hey... Kok Diam ..?" tanya Dinda yang sudah duduk manis di sebelah Dirga.
"Sebentar sayang....kamu tadi bilang apa...?" tanya Dirga tak yakin dengan pendengarannya.
"Sayang....emang nggak boleh mas.."
Ucap Dinda manja.
"Wow....tentu saja boleh malah mas pinginnya adek panggil mas seperti itu "
Jawab Dirga sambil tertawa bahagia.
"Yang bener....." ucap Dinda sambil tersenyum menggoda.
"Hey.....sejak kapan istriku sudah pandai menggodaku.." seru Durga sambil mencium lembut pipi Dinda. Kontan saja Dinda kaget.
"Ya ampun mas.....malu dilihat orang.."
seru Dinda kaget bercampur malu.
Perlahan mobil Dirga meninggalkan kantor Dinda. Ketika masih di dalam perjalanan Dinda sudah tak sabar menanyakan buah pesanannya.
"Mas udah dapat buahnya......?"
"Dapat nggak ya....." goda Dirga
"Maas....ayo dong...." seru Dinda manja.
"Nanti kalau dapat mas di kasih imbalan apa..?"Ucap Dirga sambil tersenyu menggoda.
"Tu kan.....pasti minta imbalan....." Dirga memang senang menggoda istrinya.
Dia akan meminta imbalan jika Dinda meminta tolong apapun. Semenjak Dinda sudah menjadi istrinya Dirga selalu bergairah jika dekat dengan sang istri. Karena itulah Dirga tidak bisa lama jauh dari Dinda.
"Kan sulit sayang nyari buah yang belum musimnya .." ucap Dirga sambil memandang wajah Dinda sekilas.
"Iya dech iya apapun yang mas minta adek penuhin....sekarang mana buahnya...?" jawab Dinda sambil memandang Dirga yang masih tersenyum penuh arti.
__ADS_1
"Baiklah janji harus di tepati lo...."
"Iya iya suamiku tersayang...."
"Tu di kursi belakang adek...." ucap Dirga sambil tertawa karena sudah mengerjai Dinda.
"Ya ampuuun....tau gitu kenapa aku nggak lihat kebelakang dulu ya...." seru Dinda sambil memandang kebelakang. Dinda melihat kantong yang penuh dengan buah pesanannya.
"Trimakasih ya mas......" ucap Dinda sambil mencium sekilas pipi Dirga. Yang membuat Dirga kaget.
"Iya sama- sama...tapi pipi yang satu belum sayang..."
'Yee maunya....." ucap Dinda sambil mengerucutkan bibirnya. Melihat tingkah sang istri Dirga tertawa.
Tak lama merekapun sampai di halaman rumah mereka, Dirga memasukkan mobilnya ke dalam garasi kemudian mengambil buah kesemek dari dalam mobilnya lalu menggandeng tangan Dinda. Merekapun beriringan masuk ke dalam rumah.
ketika sampai diruang tamu mereka berpapasan dengan bik Sumi.
"Bik tolong cuci buahnya ya lalu masukkan ke dalam lemari es...." ucap Dirga sambil menyerahkan kantong berisi buah kesemek.
"Iya den.....apa sekalian bibik kupaskan buat non Dinda....?" tanya bik Sumi sambil menerima kantong tersebut.
"Nggak usa bik biar Dirga sendiri yang ngupas in buatnya nanti....."
"Baik Den....." jawab bik Sumi sambil berjalan menuju dapur. sedang Dinda dan Dirga kembali melangkah menuju kamar mereka.
Setelah mandi dan berganti pakaian serta solat ashar Dinda melangkah keluar kamar.
"Yang ... mau kemana...?" tanya Dirga yang baru selesai solat.
"Mau kedapur mas ambil buah..."
"Udah....mas aja yang ambil adek istirahat dulu sambil nunggu solat maghrib...biar mas aja yang ambilkan.." ucap Dirga sambil menghampiri Dinda dan membimbingnya masuk kembali.
"Baik adek nurut apa kata komandan..." ucap Dinda sambil duduk di tempat tidur.
"Nach ini baru anak buah yang baik....sekarang tiduran aja dulu mas ambil buahnya Ok...." ucap Dirga . Dinda tersenyum sambil menganggukkan kepala, Dirgapun lalu berjalan keluar kamar. Dinda tersenyum bahagia mendapat perlakuan dari Dirga.
.BS.
__ADS_1
Jangan lupa likenya dong...komen dan saran kalian selalu author tunggu.